Konservasi
Beranda / Konservasi / Indonesia dan Norwegia Kolaborasi Rehabilitasi Hutan di Kalimantan Selatan

Indonesia dan Norwegia Kolaborasi Rehabilitasi Hutan di Kalimantan Selatan

Hutan Tropis di Kalimantan Selatan. Dok

BANJARBARU – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Indonesia, Siti Nurbaya mengapresiasi kemajuan program-program rehabilitasi hutan dan lahan di Kalimantan Selatan. Hal ini ia sampaikan saat melakukan penanaman pohon bersama Duta Besar Kerajaan Norwegia untuk Indonesia dan Timor Leste, Rut Krüger Giverin.

Dalam kesempatan itu, Siti dan Giverin juga bertemu dengan dengan lima Kelompok Tani Hutan (KTH) di Kalimantan Selatan. Para petani menyampaikan agar program-program RHL di Kalimantan Selatan terus ditingkatkan.

“Saya semakin yakin kalau Provinsi Kalimantan Selatan adalah yang terbaik dalam hal rehabilitasi lahan dengan penanaman pohon. Untuk selanjutnya Result Based Contribution (RBC) Phase 2 ke Provinsi Kalimantan Selatan perlu terus didukung,” kata Siti dalam pernyataan KLHK, dikutip Rabu, 16 Oktober 2024.

Provinsi Kalimantan Selatan memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp 38,19 miliar dengan target penanaman seluas 1.724 hektare. Dana itu berasal dari Program Kerjasama Indonesia–Norwegia melalui Partnership in Support of Indonesia’s Effort to Reduce Greenhouse Gas Emission from Forestry and Other Land Use yang diimplementasikan melalui kegiatan FOLU Norway Contribution Phase One atau FOLU NC-1.

Siti mengatakan dukungan Pemerintah Norwegia kepada Pemerintah Indonesia didorong keberhasilan Indonesia yang berhasil menurunkan deforestasi signifikan menyebabkan menurunnya emisi karbon.

Konservasi Terumbu Karang: Utang US$35 Juta Indonesia ke AS Diubah Jadi Oksigen Laut

Melalui Program Partnership in Support of Indonesia’s Effort to Reduce Greenhouse Gas Emission from Forestry and Other Land Use, pemerintah Norwegia mendukung upaya-upaya penurunan emisi karbon di Indonesia kedepannya.

Giverin mengapresiasi upaya masyarakat yang tergabung dalam KTH untuk melakukan RHL di wilayahnya masing-masing. Ia terkesan dengan pekerjaan yang dilakukan anggota KTH Berkah Sulasih di Sungai Arfat, yang bersama dengan Pemerintah Daerah Kalimantan Selatan mampu mengimplementasikan program RHL dengan hasil yang baik.

“Kami menyadari pentingnya partisipasi aktif masyarakat dan pemerintah daerah untuk mendukung upaya penurunan emisi melalui rehabilitasi lahan,” katanya.

Ia menambahkan semangat dan kerja sama masyarakat menunjukkan komitmen dan partisipasi aktif dalam upaya pengendalian dan penanggulangan perubahan iklim. (TR Network)

Ikuti Whatsapp Channel TROPIS di sini

Indonesia Darurat Primata: 4 Spesies Endemik Masuk Daftar Paling Terancam di Dunia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *