LUMAJANG – Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi yang disertai lontaran abu vulkanik yang mencapai ketinggian 1 kilometer.
Rekaman CCTV yang diambil dari Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, menunjukkan detik-detik lontaran abu tebal yang keluar dari puncak kawah Jonggring Saloko.
Berdasarkan laporan dari pos pantau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi pada pukul 08.11 WIB dengan lontaran abu yang mencapai ketinggian 1 kilometer.
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang, dan arah lontaran abu mengarah ke barat daya. Namun, hingga saat ini tidak ada laporan mengenai dampak signifikan dari aktivitas vulkanik tersebut. Status Gunung Semeru saat ini masih berada pada level II (Waspada).
Terkait dengan aktivitas vulkanik ini, PVMBG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi bahaya. Warga diingatkan agar tidak beraktivitas dalam radius 13 kilometer dari puncak gunung.
“Masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu,” tulis kepala pemantauan gunung api (PGA) Semeru, Liswanto, Senin (17/3/2025).
Selain itu, PVMBG menyarankan masyarakat di sekitar lereng Gunung Semeru untuk menjaga jarak aman hingga 13 kilometer dari puncak gunung.
“Masyarakat di sepanjang Besuk Kobokan, terutama di jarak 500 meter dari tepi sungai, diingatkan untuk berhati-hati terhadap perluasan awan panas dan aliran lahar, yang bisa menjangkau hingga 13 kilometer dari puncak,” tutup kepala (PGA) Semeru, Liswanto soal Gunung Semeru kembali erupsi. (TR Network)