JAKARTA – Indonesia menyimpan ekosistem mangrove terbesar di dunia, dengan sekitar 80 persen berada di kawasan hutan.
Fakta ini menjadikan mangrove sebagai aset strategis dalam mitigasi perubahan iklim, karena kemampuan ekosistem ini menyimpan karbon biru (blue carbon) dalam jumlah besar.
Ekosistem mangrove yang berada di hutan tidak hanya berperan sebagai pelindung garis pantai dari abrasi dan badai, tetapi juga menjadi penyerap karbon alami yang signifikan.
Para ahli lingkungan menekankan bahwa pengelolaan mangrove di kawasan hutan harus menjadi prioritas nasional, karena potensi karbon biru yang tersimpan dapat mendukung target pengurangan emisi Indonesia sekaligus membuka peluang ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat pesisir.
Selain nilai ekologis dan iklim, mangrove juga menyediakan keanekaragaman hayati yang kaya, termasuk habitat bagi ikan, udang, dan burung migran.
Namun, ancaman berupa deforestasi, konversi lahan, dan perubahan iklim tetap menjadi risiko serius bagi keberlanjutan ekosistem ini.
“Mangrove yang ada di hutan bukan hanya penyerap karbon, tetapi juga benteng alami bagi komunitas pesisir. Mengelolanya dengan baik berarti melindungi iklim sekaligus kehidupan masyarakat,” ujar Dyah Mutiningsih, Direktur Jenderal PDASRH, Kementerian Kehutanan, Selasa (10/2/2026).
Untuk mendukung pengelolaan mangrove nasional, Kementerian Kehutanan telah meluncurkan MANDARA (Mangrove Data Nusantara).
Platform ini berfungsi sebagai sistem data terintegrasi untuk memudahkan koordinasi, pertukaran informasi, dan kolaborasi multipihak dalam rehabilitasi mangrove, sekaligus mendukung pemantauan potensi karbon biru secara lebih akurat.
MANDARA menyediakan akses data yang terstandarisasi, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga setiap kebijakan dan program restorasi berbasis mangrove dapat dijalankan secara efektif.
Melalui langkah ini, Indonesia semakin menegaskan posisinya sebagai pemimpin global dalam perlindungan mangrove, pemanfaatan karbon biru, dan mitigasi perubahan iklim berbasis solusi alam. (TR Network)


Komentar