News
Beranda / News / Masjid Istiqlal Pimpin Gerakan Spiritual Berbasis Lingkungan Lewat Ramadhan Hijau

Masjid Istiqlal Pimpin Gerakan Spiritual Berbasis Lingkungan Lewat Ramadhan Hijau

Masjid Istiqlal di Jakarta. Arsip

JAKARTA — Masjid Istiqlal kembali menegaskan perannya bukan hanya sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara, tetapi juga sebagai pelopor gerakan keagamaan ramah lingkungan.

Pada Ramadhan tahun ini, Istiqlal resmi mengusung tema “Ramadhan Hijau”, sebuah gerakan spiritual yang menempatkan pelestarian alam sebagai bagian tak terpisahkan dari praktik ibadah.

Imam Besar Istiqlal, Nasaruddin Umar, mengatakan bahwa kesadaran ekologis harus menjadi bagian dari kehidupan beragama.

Menurutnya, rumah ibadah harus memberi contoh nyata dalam menjaga bumi.

“Biasanya yang menjadi sorotan dunia adalah gedung-gedung pencakar langit di Dubai atau Qatar. Namun tahun lalu, perhatian justru tertuju pada Masjid Istiqlal karena atapnya dipenuhi panel solar system,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).

29 Desa di Sumatera dan Aceh Lenyap Ditelan Banjir dan Longsor

PLTS dan Transisi Energi Bersih

Istiqlal telah memasang sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di area atap bangunan utama. Keberadaan panel surya tersebut memungkinkan penghematan energi dalam jumlah besar serta menekan emisi karbon.

Langkah ini menjadikan Istiqlal sebagai salah satu rumah ibadah paling progresif dalam penerapan energi terbarukan di kawasan.

Sistem Daur Ulang Air Tanpa Limbah

Tak hanya energi, pengelolaan air di Istiqlal juga menjadi contoh praktik berkelanjutan. Seluruh air yang digunakan ditampung dalam bak besar dan diolah kembali melalui sistem recycle modern. Tidak ada air yang langsung terbuang ke saluran pembuangan.

“Air hasil olahan tersebut bahkan dapat diminum. Saya kira ini satu-satunya masjid di dunia yang memiliki sistem seperti ini,” kata Nasaruddin.

Konsep ini mempertegas bahwa Ramadhan bukan hanya tentang ritual ibadah, tetapi juga momentum refleksi tanggung jawab ekologis.

Indonesia Luncurkan Kredit Keanekaragaman Hayati untuk Danai Konservasi

Ruang Inklusif dan Lintas Iman

Gerakan Ramadhan Hijau juga diwujudkan dalam penguatan interaksi sosial lintas iman.

Di kompleks Istiqlal tersedia pusat kebugaran gratis yang terbuka untuk umum. Setiap Jumat, digelar kegiatan olahraga bersama, mulai dari senam kebugaran hingga pertandingan persahabatan antarumat beragama.

Konsep tersebut meneladani fungsi masjid pada masa Nabi Muhammad SAW sebagai pusat peradaban dan ruang dialog sosial.

“Mereka tidak merasa asing dengan Istiqlal, justru sangat familiar,” tuturnya.

Ramadhan Bertaraf Asia Tenggara

Selama bulan suci, Istiqlal menyelenggarakan peringatan Nuzulul Quran yang melibatkan Menteri Agama dari negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura. Takbiran juga dilakukan bersama masjid-masjid raya di ibu kota kawasan, saling menyahut dalam kebersamaan.

Indonesia Episentrum Biodiversitas Global, Tapi Krisis Konservasi Kian Nyata

Sholat Tarawih didahului penampilan qari internasional yang ditayangkan bergiliran hingga akhir Ramadhan. Kultum diisi penceramah dari berbagai latar belakang—ulama, tokoh publik, hingga dai kondang.

Melalui “Ramadhan Hijau”, Masjid Istiqlal mengirim pesan kuat: ibadah, solidaritas sosial, dan pelestarian lingkungan adalah satu kesatuan misi yang tak terpisahkan. (TR Network)

Ikuti Whatsapp Channel TROPIS di sini

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *