KARAWANG — Luapan Sungai Citarum kembali menenggelamkan permukiman warga di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, tepat di hari kedua Ramadhan 2026.
Saat sebagian warga bersiap menyantap sahur, air setinggi hingga 1,7 meter mendadak masuk ke rumah-rumah di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Jumat (20/2/2026) dini hari.
Tak hanya Citarum, luapan Sungai Cibeet turut memperparah kondisi. Air mulai naik sekitar pukul 02.00 WIB, membuat warga panik dan bergegas menyelamatkan diri.
910 Warga Mengungsi, 218 Rumah Terendam
Berdasarkan data BPBD Kecamatan Telukjambe Barat, sedikitnya 218 rumah terdampak banjir. Total warga yang mengungsi mencapai 910 orang dari 306 kepala keluarga.
Dusun Pangasinan dan Kampek menjadi wilayah paling parah terdampak. Ketinggian air bervariasi antara 50 sentimeter hingga 170 sentimeter.
“Sebagian warga masih sempat sahur, tetapi banyak juga yang langsung mengungsi karena air cepat meninggi,” ujar Kepala Dusun Pangasinan, Farman Dimas.
Selain rumah, banjir merendam dua masjid, satu sekolah dasar, satu PAUD, dan dua mushala. Aktivitas ibadah dan pendidikan pun terhenti.
Dievakuasi Pakai Perahu Karet
Hingga Jumat siang, masih ada warga yang bertahan di dalam rumah. Aparat gabungan akhirnya mengevakuasi mereka menggunakan perahu karet.
Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah melalui Kasi Humas Cep Wildan menyebutkan, tim SAR gabungan turun ke lokasi karena debit air terus meningkat.
“Ada ratusan warga yang awalnya tidak mau meninggalkan rumah. Kami jemput karena kondisi semakin berisiko,” kata Wildan.
Personel yang diterjunkan berasal dari Satpolairud Polres Karawang, BKO Ditpolairud Polda Jabar, Babinsa, dan BPBD Kabupaten Karawang. Prioritas evakuasi diberikan kepada lansia, anak-anak, dan warga yang sakit.
Listrik Dipadamkan, Warga Diminta Waspada
Untuk mencegah risiko korsleting, aparat berkoordinasi dengan PLN agar aliran listrik di wilayah terdampak dipadamkan sementara.
Warga diimbau tetap waspada karena debit air masih berpotensi meningkat, terutama jika hujan turun di wilayah hulu daerah aliran sungai.
Banjir Berulang Saat Ramadhan
Banjir di Karangligar bukan peristiwa baru. Setiap musim hujan, kawasan ini kerap menjadi langganan genangan akibat meluapnya Citarum dan Cibeet.
Ramadhan tahun ini pun harus dijalani ratusan warga di pengungsian. Mereka menanti bantuan logistik untuk berbuka dan sahur, sembari berharap air segera surut dan siklus banjir tahunan ini benar-benar mendapat solusi jangka panjang. (TR Network)


Komentar