Riset
Beranda / Riset / Eksplorasi Energi Makin Presisi, BRIN Temukan Pola Deposisi Laut Dalam

Eksplorasi Energi Makin Presisi, BRIN Temukan Pola Deposisi Laut Dalam

Eksplorasi Laut Dalam. Arsip

JAKARTA – Upaya eksplorasi energi kini memasuki babak baru.

Penelitian terbaru dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap pola deposisi laut dalam yang berpotensi meningkatkan akurasi dalam menemukan cadangan hidrokarbon.

Temuan ini dipaparkan dalam Deep-Sea Science Forum bertema Toward Deep Sea Mission 2045, yang diselenggarakan Pusat Riset Laut Dalam BRIN bekerja sama dengan Tongji University pada Selasa (7/4/2026).

Dalam forum tersebut, peneliti BRIN, Abi Dzikri Alghifari, mempresentasikan riset berjudul “Influences of Pre-existing Depositional Elements on the Emplacement of Later Ones in the Deepwater Taranaki Basin”.

Ia menekankan bahwa pemahaman terhadap dinamika deposisi menjadi kunci dalam membaca potensi sumber daya di laut dalam.

Hutan Tropis Hilang, Bersiaplah Menerima Bencana Mematikan

Penelitian ini menyoroti tiga fokus utama, yakni karakteristik dan distribusi elemen deposisi, pengaruh deposisi lama terhadap pembentukan deposisi baru, serta faktor-faktor yang mengontrol keseluruhan sistem sedimentasi.

Ketiga aspek tersebut dinilai krusial dalam memprediksi pola sedimentasi yang kompleks di cekungan laut dalam.

Dalam risetnya, Abi menggunakan analisis data seismik dan pendekatan stratigrafi sekuensial. Metode ini memungkinkan interpretasi detail terhadap pola refleksi, kontinuitas lapisan, serta geometri bawah permukaan laut.

“Pendekatan ini memungkinkan identifikasi kanal sedimen, distribusi ketebalan lapisan, serta posisi elemen deposisi sebelumnya sehingga pengaruhnya terhadap deposisi baru dapat dianalisis secara rinci,” jelasnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen deposisi lama memiliki peran signifikan dalam mengarahkan aliran sedimen dan menentukan lokasi akumulasi deposisi berikutnya.

Inovasi Teknologi Sampah BRIN Menginspirasi Dunia

Elemen tersebut membentuk semacam “kerangka kontrol” yang memengaruhi arah kanal, migrasi sistem deposisi, serta variasi ketebalan sedimen.

“Deposisi awal tidak hanya meninggalkan bekas, tetapi juga mengarahkan pola sedimentasi di masa depan,” tegas Abi.

Selain itu, penelitian juga mengidentifikasi faktor pengendali lain seperti topografi dasar laut, kontras litologi, dan dinamika aliran sedimen. Interaksi berbagai faktor ini menjadi kunci dalam memahami evolusi sistem deposisi laut dalam secara menyeluruh.

Temuan ini membawa implikasi penting bagi eksplorasi hidrokarbon, pengelolaan sumber daya laut, serta pengembangan model geologi bawah permukaan yang lebih akurat, prediktif, dan efisien.

Sementara itu, Kepala Pusat Riset Laut Dalam BRIN, A’an Johan Wahyudi, menegaskan pentingnya pendekatan multidisipliner dalam menjawab tantangan kompleks sektor kelautan dan lingkungan.

Ilmuwan Ungkap Rahasia Evolusi Alam Semesta

Menurutnya, integrasi data, pemanfaatan teknologi, serta strategi jangka pendek dan jangka panjang harus berjalan selaras.

Pendekatan berbasis sistem yang didukung analisis strategis seperti SWOT dan kerangka logis menjadi kunci dalam merancang kebijakan yang adaptif dan berkelanjutan.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas generasi, integritas, serta penguatan kapasitas untuk mendorong inovasi di sektor kelautan.

Forum ini diharapkan menjadi titik awal langkah konkret dalam memperkuat kemitraan global dan tata kelola sumber daya laut yang lebih berkelanjutan di masa depan. (TR Network)

Ikuti Whatsapp Channel TROPIS di sini

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *