News
Beranda / News / Aliansi Perusahaan Teknologi Dunia Bersatu Atasi “Gas Pembakar Bumi”

Aliansi Perusahaan Teknologi Dunia Bersatu Atasi “Gas Pembakar Bumi”

Polusi industri, sumber emisi karbon, musuh tersembunyi pemanasan global: polutan super. Arsip

NEW YORK – Di tengah krisis iklim yang kian mengancam, sejumlah perusahaan teknologi dan keuangan terbesar dunia membentuk aliansi baru untuk menargetkan musuh tersembunyi pemanasan global: polutan super.

Koalisi perusahaan yang terdiri dari Amazon, Autodesk, Figma, Google, JPMorganChase, Salesforce, dan Workday resmi meluncurkan Superpollutant Action Initiative, sebuah program ambisius yang bertujuan mempercepat pengurangan gas pemicu pemanasan global paling kuat di atmosfer.

Melalui inisiatif ini, koalisi tersebut menyiapkan pendanaan sekitar Rp1,6 triliun hingga tahun 2030 untuk mendukung proyek-proyek yang mampu menangkap atau menghancurkan polutan super di seluruh dunia.

Polutan Super: Musuh Senyap Pemanasan Global

Berdasarkan laporan Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC), polutan super bertanggung jawab atas hampir setengah pemanasan global yang terjadi hingga saat ini.

Kelompok gas ini mencakup:

Teknologi China ini Bisa Pantau Debu dan Polusi Global dalam Hitungan Detik

– Metana, yang banyak dihasilkan dari industri bahan bakar fosil dan sektor pertanian
– Karbon hitam, hasil pembakaran tidak sempurna bahan bakar
– Hidrofluorokarbon (HFC), yang banyak digunakan dalam sistem pendingin dan HVAC

Gas-gas tersebut berasal dari berbagai sektor seperti produksi energi, pertanian, pengelolaan limbah, hingga sistem pendingin industri dan rumah tangga.

Meski masa hidupnya di atmosfer relatif lebih pendek dibanding karbon dioksida (CO₂), daya jebak panasnya bisa puluhan hingga ribuan kali lebih kuat.

Karena itu, para ilmuwan menilai penghapusan polutan super menjadi salah satu cara tercepat untuk memperlambat pemanasan global dalam jangka pendek.

Google: Ini Cara Tercepat Mendinginkan Bumi

Randy Spock, Kepala Kredit dan Penghapusan Karbon di Google, menegaskan bahwa memerangi polutan super adalah langkah paling efektif untuk memperlambat laju krisis iklim.

Ambisi Uni Eropa Pangkas Emisi 90 Persen, Industri Dipaksa Berubah Total

“Polutan super punya peran besar dalam mengerem pemanasan global. Para ahli sepakat bahwa menghapus polutan ini adalah salah satu cara paling ampuh yang bisa kita lakukan sekarang untuk mendapatkan hasil cepat,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).

Ia menambahkan bahwa pengurangan polutan super harus berjalan bersama upaya pengurangan emisi CO₂ yang selama ini menjadi fokus utama kebijakan iklim global.

Proyek Global untuk Menghapus Polutan

Melalui Superpollutant Action Initiative, perusahaan-perusahaan anggota akan mencari dan mendanai proyek-proyek berdampak besar yang mampu secara langsung menghilangkan polutan super dari atmosfer.

Inisiatif ini dikelola oleh Beyond Alliance, sebuah koalisi bisnis yang berfokus pada solusi iklim. Organisasi tersebut akan membantu perusahaan anggota melalui: penyediaan riset ilmiah, sistem pelaporan dampak iklim, berbagi pengetahuan hingga koordinasi proyek global.

Beyond Alliance juga bekerja sama dengan Carbon Containment Lab dan para ilmuwan iklim untuk menyusun roadmap investasi, yang memetakan lokasi dan sektor paling strategis bagi penyaluran modal swasta.

Bencana Banjir Lahar Merapi: 3 Warga Tewas, 2 Masih Hilang

Dekade Penentu bagi Iklim

Direktur Beyond Alliance, Luke Pritchard, menilai dunia saat ini memasuki periode paling krusial dalam upaya menyelamatkan iklim.

“Kita berada di dekade yang menentukan bagi iklim, dan mengurangi polutan super adalah salah satu dari sedikit cara yang bisa mengubah keadaan dengan cepat,” ujarnya.

Menurutnya, inisiatif ini menunjukkan bagaimana modal swasta dapat diarahkan langsung ke solusi iklim yang paling efektif, sekaligus membuka jalan bagi perusahaan lain untuk mengikuti langkah serupa.

“Langkah ini bukan hanya menurunkan panas bumi, tetapi juga memperbaiki kualitas udara dan memberikan hasil nyata sekarang juga,” tambah Pritchard. (TR Network)

Ikuti Whatsapp Channel TROPIS di sini

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *