News
Beranda / News / Api Berkobar di Riau: Teror Harimau Mengancam Regu Pemadam

Api Berkobar di Riau: Teror Harimau Mengancam Regu Pemadam

Regu Manggala Agni dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera terus berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah titik di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau. Foto Kemenhut

RIAU – Regu Manggala Agni dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera terus berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah titik di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.

Di tengah terik matahari dan saat menjalankan ibadah puasa, para personel tetap siaga di garis depan untuk mencegah api meluas dan melindungi ekosistem yang terancam.

Situasi di lapangan bahkan semakin menegangkan di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan. Di lokasi ini, tim pemadam harus meningkatkan kewaspadaan setelah terpantau seekor Harimau Sumatera berkeliaran di sekitar area operasi pemadaman.

Kemunculan satwa langka tersebut sebenarnya tidak berkaitan langsung dengan kebakaran.

Berdasarkan hasil pengamatan, harimau yang diduga masih berusia muda itu telah terlihat berada di sekitar kawasan pemukiman dan perkebunan dalam tiga bulan terakhir.

Kala Bau Busuk Sampah Bali Beradu Tajam dengan Wangi Anggaran BKK

Satwa ini diperkirakan baru saja berpisah dari induknya dan sedang memasuki fase mencari wilayah jelajah baru secara mandiri.

Meski demikian, keberadaan predator puncak tersebut menjadi perhatian serius karena berpotensi membahayakan keselamatan petugas yang sedang bekerja memadamkan api di lapangan.

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian, menegaskan bahwa penerapan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan kerja menjadi aturan mutlak bagi seluruh anggota Manggala Agni.

Ia memastikan langkah mitigasi terus dilakukan agar operasi pemadaman tetap berjalan tanpa mengancam keselamatan manusia maupun satwa liar.

“Demi keselamatan satwa dan juga petugas, kami telah berkoordinasi dengan BBKSDA Riau. Saat ini petugas dari BBKSDA telah dikirimkan untuk menangani Harimau Sumatera tersebut,” ujar Ferdian dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026).

PBB: Hujan Beracun Picu Bencana Lingkungan dan Kesehatan di Timur Tengah

Sementara itu, operasi pemadaman terpadu masih berlangsung di sejumlah wilayah yang terdampak karhutla, antara lain Kabupaten Kampar, Bengkalis, Indragiri Hilir, Pelalawan, serta Kota Batam di Kepulauan Riau.

Berdasarkan analisis citra satelit Kementerian Kehutanan untuk periode Januari–Februari 2026, luas area kebakaran di Provinsi Riau tercatat mencapai 4.400 hektare, dengan sekitar 94 persen terjadi di lahan gambut yang dikenal sangat mudah terbakar dan sulit dipadamkan.

Saat ini, wilayah dengan area terbakar terluas berada di Kabupaten Pelalawan dan Bengkalis.

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah juga meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi El Nino yang diperkirakan datang lebih awal pada semester II tahun 2026.

Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Juli hingga Agustus, dengan curah hujan di bawah normal.

Iran: AS–Israel Lakukan Kejahatan Lingkungan

Karena itu, upaya pencegahan dini kini menjadi fokus utama. Tanpa langkah antisipasi yang kuat, kombinasi kekeringan ekstrem, lahan gambut yang mudah terbakar, dan aktivitas manusia berpotensi memicu kembali bencana asap besar di wilayah Sumatera. (TR Network)

Ikuti Whatsapp Channel TROPIS di sini

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *