JAKARTA — ASEAN Energy Reception 2026 menandai babak baru penguatan kerja sama energi ASEAN di bawah Keketuaan ASEAN Filipina 2026, dengan fokus pada ketahanan energi, transisi energi berkeadilan, dan peningkatan konektivitas regional.
Acara tingkat tinggi ini digelar di Wisma Habibie & Ainun, Jakarta, pada 4 Februari 2026, diselenggarakan oleh ASEAN Centre for Energy (ACE) bersama Department of Energy Filipina dan Utusan Tetap Republik Filipina untuk ASEAN.
Forum ini mempertemukan pembuat kebijakan, diplomat, serta mitra pembangunan untuk menyelaraskan agenda energi kawasan menghadapi tekanan geopolitik global dan krisis iklim.
Lebih dari seratus pemangku kepentingan hadir, termasuk perwakilan negara anggota ASEAN, mitra dialog, dan organisasi internasional—menegaskan meningkatnya urgensi ketahanan energi regional di Asia Tenggara.
Utusan Tetap Republik Filipina untuk ASEAN, Evangeline T. Ong Jimenez-Ducrocq, menegaskan bahwa implementasi ASEAN Plan of Action for Energy Cooperation (APAEC) 2026–2030 menjadi fondasi integrasi kawasan ke depan.
Seiring dimulainya fase baru APAEC 2026–2030, ASEAN memprioritaskan ketahanan energi, percepatan transisi energi yang adil dan inklusif, serta penguatan konektivitas lintas negara.
Sementara itu, Wakil Menteri Energi Filipina sekaligus Senior Official on Energy (SOE) Leader, Felix William B. Fuentebella, menekankan bahwa agenda energi tidak dapat dijalankan secara sektoral.
Transisi energi ASEAN harus terintegrasi dengan perdagangan, investasi, transformasi digital, pengembangan UMKM, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Wakil Sekretaris Jenderal ASEAN, Satvinder Singh, menyebut 2026 sebagai momentum penting untuk menyeimbangkan keamanan energi, dekarbonisasi, dan keadilan sosial dalam kebijakan energi kawasan.
Dari sisi kelembagaan, Direktur Eksekutif ACE, Razib Dawood, menilai 2026 sebagai tahun krusial bagi penguatan peran ACE.
ACE dipercaya menjadi Sekretariat ASEAN Power Grid (APG) dan kerangka baru ASEAN Framework Agreement on Petroleum Security, sekaligus mengoordinasikan implementasi APAEC 2026–2030.
Prioritas Energi ASEAN 2026
Mengusung tema “Navigating Our Future, Together”, Filipina memaparkan Priority Economic Deliverables (PEDs) sektor energi 2026, meliputi:
1. Operasionalisasi Enhanced ASEAN Power Grid (APG)
2. Publikasi ASEAN Energy Outlook ke-9 (AEO9)
3. Peluncuran Sustainable ASEAN Energy Management Certification Scheme (SAEMAS)
4. Kajian pembiayaan dan SDM pembangkit listrik tenaga nuklir
5. Studi Carbon Capture, Utilisation, and Storage (CCUS)
6. Pembandingan fiskal sektor hulu minyak dan gas
7. Pengembangan Battery Energy Storage Systems dan teknologi energi terbarukan
8. Studi pasar Sertifikat Energi Terbarukan lintas negara
Rangkaian program ini menegaskan arah transisi energi ASEAN yang seimbang antara kebutuhan pembangunan, investasi, dan perlindungan lingkungan.
Peran Strategis ASEAN Centre for Energy
Dalam kesempatan tersebut, ACE meluncurkan laporan tahunan “ASEAN Energy in 2026”, yang memetakan lanskap dan prospek energi kawasan.
Publikasi ini memperkuat posisi ACE sebagai think tank energi regional, pusat data, dan rujukan kebijakan energi ASEAN.
Adapun ASEAN Energy Reception 2026 didukung oleh UK Mission to ASEAN melalui ASEAN–UK Green Transition Fund (GTF) serta Pemerintah Norwegia melalui ASEAN Climate Change and Energy Project (ACCEPT). (TR Network)
