News
Beranda / News / Banjir dan Badai Terjang Kawasan Puncak Bogor, Mobil Terseret Arus

Banjir dan Badai Terjang Kawasan Puncak Bogor, Mobil Terseret Arus

Sebuah mobil terseret gelombang air bercampur lumpur dan bebatuan menghantam bagian belakang kendaraan hingga kaca belakang pecah. Peristiwa ini terjadi di jalur utama menuju kawasan perumahan Taman Budaya Sentul. Ist

BOGOR — Badai angin kencang disertai hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bogor pada Rabu (11/2/2026) berubah menjadi bencana.

Banjir bandang menerjang Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, dan memicu kepanikan warga. Arus air yang deras bahkan menyeret sebuah mobil hingga kacanya pecah dihantam batu besar.

Peristiwa ini terjadi di jalur utama menuju kawasan perumahan Taman Budaya Sentul. Video detik-detik mobil terseret arus banjir viral di media sosial dan memicu reaksi luas warganet.

Dalam rekaman tersebut, mobil yang terparkir tak berdaya saat gelombang air bercampur lumpur dan bebatuan menghantam bagian belakang kendaraan. Kaca belakang pecah, body mobil penyok akibat benturan keras material yang terbawa arus.

Salah satu akun Instagram, @sentul_info, mengunggah video banjir yang terjadi di kawasan Cluster Sentul Green Mountain dan Spring Valley Sentul City. Dalam unggahan itu terlihat air cokelat pekat mengalir deras, membawa lumpur serta batu dari hulu perumahan.

BOGOR DI UJUNG TANDUK: Krisis Ekologi Berlapis, Krisis Tata Ruang Membuka Jalan Bencana

Hujan Deras Picu Luapan Anak Kali

Berdasarkan keterangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, hujan dengan intensitas tinggi dan durasi panjang menjadi pemicu utama.

Pranata Humas Ahli BPBD Jabar, Hadi Rahmat, menjelaskan bahwa air yang meluap berasal dari anak kali di kawasan perumahan.

“Hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung lama mengakibatkan air dari anak kali perumahan membawa material lumpur dan batu,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).

Tak hanya di Bojong Koneng, banjir bandang juga dilaporkan terjadi di Jalan Bali Raya Bojong Koneng, Babakan Cicarewed Desa Cijayanti, serta Kampung Sawah, Desa Leuwinutug, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.

Alarm Serius untuk Kawasan Hulu Bogor

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat keras tentang kerentanan kawasan hulu Bogor terhadap bencana hidrometeorologi. Intensitas hujan ekstrem yang semakin sering terjadi, ditambah perubahan tata guna lahan, memperbesar risiko banjir bandang.

Gawat! 22,5 Kilometer Sungai Cisadane Tercemar Limbah  Pestisida

Arus yang membawa lumpur dan batu menandakan terjadinya erosi di wilayah hulu. Jika kondisi ini terus berulang tanpa mitigasi serius, potensi kerusakan infrastruktur dan ancaman keselamatan warga akan semakin besar.

Warga diimbau tetap waspada, terutama saat hujan deras turun dalam durasi lama. Pemerintah daerah bersama BPBD kini terus melakukan pendataan dampak serta pemantauan di titik-titik rawan.

Banjir kali ini menjadi peringatan nyata: ketika hujan turun tanpa henti, kawasan yang tak siap bisa berubah menjadi jalur bencana dalam hitungan menit. (TR Network)

Ikuti Whatsapp Channel TROPIS di sini

Makkah Bertransformasi Jadi Kota Hijau

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *