MOZAMBIK – Musim siklon tropis di Samudra Hindia Barat Daya berubah menjadi bencana besar.
Siklon tropis Gezani menghantam pesisir timur Madagaskar pada 10 Februari 2026 dengan kecepatan angin mencapai 180 km/jam dan hembusan hingga 230 km/jam.
Kota pelabuhan Toamasina menjadi wilayah paling terdampak. Bangunan runtuh, infrastruktur rusak parah, dan akses logistik terganggu. Pemerintah Madagaskar langsung menetapkan status darurat nasional dan mengajukan bantuan internasional.
Data otoritas nasional mencatat: Hampir 270.000 orang terdampak, Sekitar 16.000 orang mengungsi dan Sedikitnya 40 korban jiwa.
Gezani datang hanya beberapa pekan setelah siklon Fytia menghantam wilayah yang sama pada akhir Januari, memperparah kondisi sosial-ekonomi masyarakat yang belum pulih sepenuhnya.
Bersama lembaga PBB dan mitra kemanusiaan, pemerintah memimpin operasi pencarian dan penyelamatan, evakuasi, distribusi pangan, serta penyediaan tempat penampungan darurat.
Ancaman Baru Mengintai Mozambik
Setelah meluluhlantakkan Madagaskar, Gezani bergerak ke Kanal Mozambik dan mengarah ke selatan Mozambik. Tanah di wilayah ini sudah jenuh akibat hujan deras dan banjir selama berminggu-minggu.
Pusat Meteorologi Regional Khusus La Réunion (Météo-France) memperingatkan bahwa Gezani berpotensi kembali menguat menjadi siklon tropis intens saat melintasi dekat pantai Mozambik pada 13–14 Februari.
Provinsi Inhambane diperkirakan akan mengalami: Angin sangat kencang, Hujan ekstrem, Gelombang laut hingga 10 meter, Gelombang badai (storm surge) setinggi 1 meter, Risiko banjir bandang dan banjir besar meningkat signifikan.
Peringatan Dini Selamatkan Ribuan Jiwa
World Meteorological Organization (WMO) melalui mekanisme koordinasinya memastikan lembaga kemanusiaan menerima pembaruan prakiraan cuaca dan analisis risiko secara cepat.
Dalam pemantauan Global HydroMet Weekly Scan pada 12 Februari, WMO telah mengingatkan potensi banjir di Mozambik selatan. Bahkan sejak 5 Februari, pembentukan sistem badai sudah terdeteksi.
Sistem peringatan dini memungkinkan: Pra-posisi logistik bantuan, Distribusi dana bantuan tunai antisipatif kepada 30.000 warga rentan, Penyiapan stok pangan sebelum badai mendarat.
Langkah cepat ini terbukti menyelamatkan banyak nyawa.
Musim Siklon 2025–2026 Diprediksi Lebih Ganas
Menurut prakiraan musim siklon 2025–2026, kawasan ini diperkirakan mengalami musim normal hingga di atas normal, dengan: 10–14 badai bernama, 5–8 di antaranya berkekuatan siklon tropis.
Siklon tropis tetap menjadi salah satu bencana alam paling mematikan di dunia. Satu kali pendaratan saja cukup untuk menghapus bertahun-tahun capaian pembangunan sosial dan ekonomi.
Gezani menjadi pengingat keras: krisis iklim dan cuaca ekstrem bukan lagi ancaman masa depan — tetapi kenyataan yang sedang berlangsung. (TR Network)
