News
Beranda / News / Bencana Tanah Bergerak Hancurkan 900 Rumah di Tegal, Kehidupan Warga Lumpuh

Bencana Tanah Bergerak Hancurkan 900 Rumah di Tegal, Kehidupan Warga Lumpuh

Kondisi Masjid Jami Asy-Syuhada yang sebagian strukturnya runtuh akibat bencana Tanah bergerak. Ist

TEGAL – Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal kian meluas dan melumpuhkan kehidupan warga. Lebih dari 900 rumah terdampak, ribuan jiwa mengungsi, pesantren ambruk, dan fasilitas publik rusak parah.

Pemerintah pusat dan daerah pun sepakat: relokasi permanen menjadi solusi utama demi keselamatan warga.

Kondisi terkini menunjukkan pergerakan tanah masih berlangsung sejak awal Februari 2026 dan berpotensi menimbulkan kerusakan susulan.

Bantuan untuk Anak Pengungsi

Abdul Fikri Faqih, Anggota Komisi X DPR RI, kembali mendatangi lokasi bencana untuk kedua kalinya dalam sepekan. Legislator dari Fraksi PKS itu menyalurkan bantuan seragam sekolah bagi anak-anak terdampak yang kini tinggal di pengungsian.

Dalam kunjungannya, Fikri memberi motivasi agar para siswa tetap semangat belajar meski berada dalam keterbatasan.

Ramadan Lebih Sehat dengan Pangan Lokal

“Mari kita bersama-sama mendoakan masyarakat Padasari agar senantiasa bersabar dan kuat menghadapi ujian ini,” ujar Fikri, Senin (23/2/2026).

Sebelumnya, ia juga meninjau lokasi bersama Ketua MPR RI Ahmad Muzani. Fikri mengaku prihatin melihat bangunan yang baru selesai dibangun sudah ambruk, termasuk Masjid Jami Asy-Syuhada yang sebagian strukturnya runtuh.

Data Kerusakan: 2.227 Jiwa Mengungsi

Berdasarkan data lapangan:
– 900 unit rumah terdampak
– 405 rusak berat
– 190 rusak sedang
– 96 rusak ringan
– 164 unit relatif aman
– 45 unit bangunan milik pemerintah desa terdampak
– 726 Kepala Keluarga (2.227 jiwa) mengungsi
– Jalan desa, jembatan, serta bendungan irigasi rusak parah

Warga tersebar di rumah kerabat, sekolah, hingga pondok pesantren yang masih aman.

Kesaksian Warga: Pesantren Ambruk, Tanah Jadi Danau

Muhammad Ari Sadirin, warga RT 16 RW 4, mengisahkan detik-detik rumahnya hancur. Rumahnya berada di dekat kompleks Pesantren Al-Adalah, salah satu titik kerusakan terparah.

Asia Selatan Terpanggang Suhu 50°C, Kematian Tembus 200 Ribu per Tahun

“Rumah saya hancur. Pondok Al-Adalah juga rusak berat,” ujarnya lirih.

Bangunan SMA NU Al-Adalah, aula pesantren, hingga asrama santri ambruk total. Tanah di lokasi kini amblas dan tergenang air menyerupai danau kecil.

Relokasi Tak Bisa Ditawar

Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Tengah, bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, telah meninjau langsung lokasi terdampak.

Pemerintah menegaskan kawasan lama tidak lagi layak huni.

“Tanahnya masih bergerak dan sangat berbahaya. Jangan kembali ke sana,” ujar Luthfi kepada warga.

Korupsi Timah dan Ekosida Bangka: Negara Rugi Rp4,16 Triliun, Ekologi Hancur Total

Pemerintah menjanjikan: Hunian sementara, Hunian tetap dan Sertifikat kepemilikan rumah.

Pendataan dilakukan detail, termasuk lahan pertanian dan ternak warga agar hak ekonomi tetap diperhitungkan dalam relokasi.

Tanah Bergerak Padasari: Ancaman Belum Usai

Fenomena tanah bergerak di Tegal bukan kejadian pertama. Sejumlah warga menyebut peristiwa serupa pernah terjadi puluhan tahun lalu. Namun skala kerusakan kali ini jauh lebih besar.

Dengan ribuan warga kehilangan tempat tinggal, pesantren rata dengan tanah, serta infrastruktur rusak, Padasari kini menjadi simbol darurat ekologis dan tata ruang yang harus dievaluasi serius.

Relokasi menjadi keputusan pahit, namun dianggap satu-satunya jalan untuk menyelamatkan masa depan 2.227 jiwa yang terdampak. (TR Network)

Ikuti Whatsapp Channel TROPIS di sini

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *