News
Beranda / News / Boeing Andalkan Biochar untuk Kunci Ribuan Ton Karbon dari Atmosfer

Boeing Andalkan Biochar untuk Kunci Ribuan Ton Karbon dari Atmosfer

Aktivitas penerbangan pesawat Boeing. Arsip

NEW YORK – Raksasa aviasi dunia, Boeing, mengambil langkah besar dalam upaya menekan jejak karbonnya.

Perusahaan asal Amerika Serikat itu menandatangani kesepakatan untuk menghapus setidaknya 40.000 ton karbon dioksida dari atmosfer melalui teknologi biochar, sebuah metode yang diklaim mampu mengunci karbon selama ratusan tahun.

Kesepakatan tersebut diumumkan oleh perusahaan teknologi pembersihan karbon Carbonfuture, yang akan memasok kredit carbon dioxide removal (CDR) permanen bagi Boeing dalam beberapa tahun ke depan.

Langkah ini menunjukkan kenyataan pahit industri penerbangan: emisi pesawat tidak bisa dihilangkan secara instan. Karena itu, Boeing memilih membayar proyek penghapusan karbon agar gas rumah kaca yang setara dengan 40.000 ton CO₂ dapat “disedot” dari udara secara permanen.

“Untuk mendukung tingginya permintaan perjalanan udara global dalam jangka panjang, industri penerbangan telah menetapkan target untuk mengurangi emisi. Kami sangat antusias berkolaborasi dengan Carbonfuture untuk mendukung inovasi teknologi penghapusan karbon,” kata Wakil Presiden Global Corporate Sustainability Boeing, Allison Melia, seperti dikutip dari ESG Today, Selasa (10/3/2026).

Sistem Peringkat ESG Korporasi di Indonesia Segera Diluncurkan

Biochar: Arang yang Mengunci Karbon Berabad-abad

Kredit karbon yang dibeli Boeing berasal dari empat proyek biochar yang tersebar di berbagai negara berkembang.

Biochar sendiri merupakan arang yang dihasilkan dari pemanasan limbah kayu atau sisa pertanian tanpa oksigen. Proses ini menghasilkan karbon yang sangat stabil.

Ketika biochar ditanam ke dalam tanah, karbon tersebut dapat terkunci selama ratusan tahun, sekaligus meningkatkan kesuburan tanah. Inilah yang membuat teknologi biochar semakin populer sebagai solusi penghapusan karbon permanen.

Mengatasi Emisi yang Sulit Dihilangkan

Dalam kesepakatan ini, Boeing akan menggunakan kredit penghapusan karbon untuk mengatasi emisi Scope 3 kategori 6, yaitu emisi yang berasal dari perjalanan dinas karyawan.

Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi besar perusahaan untuk mengatasi emisi yang sulit dieliminasi dalam rantai operasionalnya.

Skema Baru Kejaksaan: Kasus SDA Bisa Diselesaikan Tanpa Pengadilan

Sejak 2020, Boeing sebenarnya sudah secara sukarela membeli kredit karbon untuk mengompensasi emisi Scope 1 dan Scope 2 yang berasal dari pabrik serta fasilitas operasionalnya.

Namun mulai 2024, Boeing menerapkan strategi baru: “Reduce first, clean up the rest.”

Artinya, perusahaan akan berupaya mengurangi polusi langsung dari sumbernya terlebih dahulu. Jika masih ada emisi yang sulit dihilangkan—seperti dari bahan bakar pesawat—barulah teknologi penghapusan karbon digunakan sebagai langkah terakhir.

“Kami membantu Boeing menangani emisi yang sangat sulit dihilangkan. Kami senang dapat bermitra dengan perusahaan pemimpin seperti Boeing untuk mempercepat pertumbuhan sektor penghapusan karbon permanen,” ujar CEO Carbonfuture, Hannes Junginger-Gestrich.

Kesepakatan ini sekaligus menandai semakin besarnya peran teknologi carbon removal dalam upaya global mencapai target net zero emission, terutama di sektor penerbangan yang hingga kini masih menjadi salah satu penyumbang emisi karbon terbesar di dunia. (TR Network)

Reklamasi Ilegal di Morowali: KKP Hentikan Paksa Aktivitas Tiga Perusahaan

Ikuti Whatsapp Channel TROPIS di sini

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *