Riset
Beranda / Riset / BRIN Mulai Kembangkan Obat Antiinfeksi dari Sumber Daya Alam Hayati

BRIN Mulai Kembangkan Obat Antiinfeksi dari Sumber Daya Alam Hayati

Hutan Indonesia, sumber keanekaragaman hayati terbesar. Dok

BOGOR – Kesehatan masyarakat merupakan salah satu aspek utama yang memegang peranan krusial dalam memastikan kesejahteraan suatu bangsa. Pada masa kini, tantangan penyakit infeksi menjadi fokus utama, mengingat kompleksitas lingkungan dan perubahan pola hidup yang dapat mempercepat penyebaran patogen.

“Penyakit infeksi yang disebabkan oleh berbagai mikroorganisme seperti bakteri, virus, dan jamur, terus menunjukkan adaptasi dan perkembangan yang memerlukan pendekatan pengobatan yang cermat dan inovatif. Maka, pencarian alternatif obat penyakit infeksi perlu terus didorong,” ungkap Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian.

Vian menambahkan, penelitian dan pengembangan di bidang pemanfaatan sumber daya alam hayati, terutama tumbuhan, untuk pengobatan penyakit infeksi menjadi langkah yang strategis dan relevan. Sehingga, diharapkan dapat ditemukan solusi-solusi inovatif yang tidak hanya efektif tetapi juga berkelanjutan, serta dapat diakses oleh masyarakat luas.

Sementara itu, Kepala Organisasi Riset Kesehatan BRIN NLP Indi Dharmayanti mengatakan, pemanfaatan tumbuhan sebagai sumber potensial untuk pengobatan penyakit infeksi saat ini semakin mendapatkan perhatian.

Keanekaragaman hayati Indonesia yang melimpah memberikan peluang besar untuk menjelajahi khasiat tumbuhan lokal dalam mengatasi tantangan kesehatan.

24 Juta Hektare Lahan Pesisir Terancam, Indonesia Hadapi Bom Waktu Pangan

“Penelitian-penelitian terkini menunjukkan bahwa berbagai jenis tumbuhan mengandung senyawa aktif dengan potensi antimikroba, antiviral, dan antiinflamasi, yang dapat menjadi dasar bagi pengembangan obat-obatan baru,” tuturnya. (TR Network)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *