Site icon Tropis.id

Darurat Laut Dunia: 36 Persen Terumbu Karang Terancam Hilang

Fenomena pemutihan Terumbu Karang akibat kenaikan suhu lautan. Arsip

JAKARTA – Krisis iklim yang memicu pemanasan laut kini menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan terumbu karang dunia.

Studi ilmiah terbaru memperingatkan bahwa tanpa keberadaan karang yang mampu bertahan terhadap suhu laut yang semakin tinggi, sebagian besar ekosistem terumbu karang global berpotensi mengalami keruntuhan.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Reviews Earth & Environment menunjukkan bahwa hanya terumbu karang yang didominasi spesies tahan panas yang memiliki peluang bertahan dari tekanan perubahan iklim yang kian intens.

Dalam studi tersebut, para peneliti menganalisis berbagai penelitian sebelumnya mengenai dampak perubahan iklim terhadap pertumbuhan serta kerusakan terumbu karang di seluruh dunia.

Hasil analisis menunjukkan bahwa masa depan terumbu karang sangat bergantung pada kemampuan sejumlah spesies karang untuk beradaptasi terhadap suhu laut yang terus meningkat.

Kawasan Industri Pesisir Disiapkan Jadi Mesin Karbon Biru

Salah satu penulis studi, Christopher Cornwall, mengatakan penelitian ini menggabungkan berbagai penilaian ilmiah untuk memprediksi seberapa lama struktur terumbu karang dapat bertahan di tengah percepatan krisis iklim.

“Studi kami mengintegrasikan berbagai penelitian tentang dampak iklim terhadap terumbu karang dan meninjau konsensus ilmiah untuk menilai berapa lama struktur terumbu dapat bertahan ketika perubahan iklim semakin intens,” ujarnya, dikutip dari Phys.org, Senin (9/3/2026).

Empat Skenario Masa Depan Terumbu Karang

Para peneliti menggabungkan data global mengenai proses pengapuran karang—yang membentuk kerangka terumbu—dan bioerosi, yakni proses penghancuran struktur karang oleh organisme laut seperti spons dan bulu babi.

Dari analisis tersebut, para ilmuwan menyusun empat kemungkinan skenario masa depan ekosistem terumbu karang, mengingat hingga kini belum ada konsensus ilmiah mengenai organisme mana yang akan mendominasi terumbu di masa depan.

Pada skenario pertama, kondisi terumbu yang saat ini mengalami tekanan ekstrem diperkirakan menjadi gambaran masa depan.

Teluk Jor Jadi Contoh: Konservasi Laut Bisa Menghidupi Warga Pesisir

Dalam kondisi ini, ekosistem karang akan didominasi oleh alga koralin serta karang yang tumbuh lambat namun lebih tahan terhadap panas.

Skenario kedua menggambarkan terumbu yang semakin didominasi organisme perusak seperti spons dan bulu babi laut, sementara tutupan karang hidup terus menurun.

Dalam hampir semua skenario, para peneliti menemukan kemungkinan terjadinya erosi bersih pada terumbu karang.

Kondisi ini terjadi ketika kerusakan dan pelarutan struktur karang berlangsung lebih cepat dibandingkan kemampuan karang baru untuk tumbuh.

Hanya Karang Tahan Panas yang Punya Peluang

Analisis penelitian menunjukkan bahwa hanya terumbu yang didominasi karang tahan panas yang berpotensi menghindari keruntuhan total.

4 Orang Tewas: Sistem Pengelolaan Sampah Jakarta Gagal Total

Dalam skenario tersebut, sekitar 36 persen terumbu karang global diperkirakan akan hilang, meskipun pertumbuhan terumbu masih dapat berlangsung secara moderat.

Terumbu yang mampu bertahan biasanya didominasi oleh karang yang tumbuh lebih cepat serta memiliki mikroalga simbiotik yang dapat berevolusi menjadi lebih tahan terhadap suhu tinggi.

“Terumbu yang tahan panas ini didominasi oleh karang yang tumbuh lebih cepat dengan mikroalga simbiotik yang dapat berevolusi menjadi lebih tahan panas,” jelas Cornwall.

Restorasi Karang Jadi Harapan Terakhir

Para peneliti juga mengusulkan skenario keempat, yaitu melakukan restorasi karang tahan panas yang kemudian dapat menyebar ke wilayah lain.

Namun strategi ini dinilai sangat sulit dilakukan dalam skala global. Untuk memberikan dampak signifikan, restorasi harus dilakukan pada setidaknya setengah dari seluruh ekosistem terumbu karang di dunia.

Bahkan dalam skenario emisi gas rumah kaca rendah hingga sedang, penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar terumbu karang tetap berpotensi mengalami erosi bersih.

Artinya, proses pelarutan dan kerusakan karang oleh organisme perusak akan berlangsung lebih cepat dibandingkan kemampuan terumbu untuk pulih.

Temuan ini menjadi peringatan keras bagi dunia bahwa masa depan ekosistem laut—termasuk terumbu karang yang menjadi rumah bagi ribuan spesies—kini semakin terancam oleh krisis iklim yang terus memanaskan lautan bumi. (TR Network)

Ikuti Whatsapp Channel TROPIS di sini

Exit mobile version