News
Beranda / News / Indonesia Serukan G20 Jadi Katalis Global Pencapaian SDGs

Indonesia Serukan G20 Jadi Katalis Global Pencapaian SDGs

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya dalam G20 Enviroment Ministers' Meeting. Dok 

JAKARTA – Indonesia menyerukan negara-negara anggota G20 jadi katalis global dalam merumuskan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs)  yang lebih ambisius.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya mendorong  agar negara-negara G20 dapat menyelesaikan tantangan-tantangan lingkungan secara seimbang dan holistik, sambil membangun dunia pasca pandemi yang lebih tangguh dan inklusif berdasarkan keadaan dan prioritas kebangsaan masing-masing.

“Sebagai negara anggota G20, kita memiliki tanggung jawab menjadi katalis global untuk mengatasi tantangan lingkungan dan pemulihan berkelanjutan melalui contoh-contoh konkrit,” ujar Siti Nurbaya dalam paparannya pada G20 Enviroment Ministers’ Meeting yang dilangsungkan secara virtual dari Naples Italia, Kamis malam (22/7/2021) lalu.

Siti menegaskan kepada para Menteri Lingkungan negara-negara anggota G20 bahwa Indonesia tidak hanya mengajak, namun juga telah mengimplementasikan ambisi yang sangat kuat dalam upaya mencapai SDG melalui aksi-aksi kongkrit yang sudah memperlihatkan hasil dalam perlindungan sumber daya alam nasional.

“Data menunjukkan laju deforestasi Indonesia pernah mencapai 3,5 juta hektar per tahun antara tahun 1996 dan 2000, lalu turun menjadi 0,44 juta pada 2019 dan semakin berkurang menjadi 0,115 juta hektar pada tahun 2020,” ungkapnya.

Ambisi Jakarta Menjadi Kota Global Berkelanjutan 2029, Mampukah Tercapai?

“Kami telah mencapai rekor terendah laju deforestasi,” imbuhnya.

Aksi-aksi konkrit lain disebutkan Menteri Siti diantaranya program memperbaiki lahan terdegradasi dengan mempercepat upaya rehabilitasi. Target pada tahun 2030 dapat tercapai net zero land degradation.

“Untuk memulihkan lingkungan dan ekosistem, Indonesia telah merehabilitasi lahan kritis secara signifikan, antara lain selama 5 tahun terakhir, seluas 1,42 juta hektar telah dipulihkan dan tambahan target 600 ribu hektar mangrove hingga tahun 2024,” jelasnya.

Menteri Siti melanjutkan, Indonesia juga tengah mengatur ekosistem karbon biru melalui peningkatan pengelolaan Indonesian Seas Large Marine Ecosystem (ISLME). Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia Indonesia juga telah mengeluarkan peraturan untuk memanfaatkan sumberdaya kelautan secara berkelanjutan.

Dari aspek sirkular ekonomi Indonesia telah mendorong pengembangan pola produksi dan konsumsi yang berkelanjutan, serta mendorong perusahaan manufaktur untuk meningkatkan pengelolaan sampah dan limbah.

Perjanjian Laut Internasional Berlaku: Akhir Era Eksploitasi Tanpa Batas

Dalam upaya mewujudkan kota berkelanjutan, Indonesia sudah efektif melaksanakan Roadmap Nasional Ekonomi Sirkular 2020-2024, dan meluncurkan  Kebijakan dan Strategi Nasional untuk Pengelolaan Sampah di seluruh Indonesia periode 2017-2025.

“Semoga 100 persen sampah kita bisa dikelola dengan baik pada tahun 2025, yaitu 30 persen dikurangi dan 70 persen  dikelola secara sistematis,” tambahnya.

Di sisi pembiayaan, ia menyebutkan jika Indonesia telah mengembangkan Roadmap “Keuangan Berkelanjutan 2025”. Selanjutnya selama 3 (tiga) tahun belakangan, Indonesia telah memperkenalkan instrumen keuangan inovatif untuk alam, ekonomi, dan masyarakat, seperti Sukuk Hijau, SDG Bond dan Sukuk SDG. Demikian juga keuangan campuran SDG Indonesia One, untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang berorientasi SDG dan pemulihan bencana di Indonesia.

“Ini adalah beberapa contoh tindakan yang telah Indonesia lakukan. Sekarang saatnya bagi semua untuk walk the talk. Lebih banyak yang bisa dilakukan oleh dunia berkembang jika dunia internasional juga memenuhi komitmennya, termasuk dalam hal membuka sumber keuangan dan transfer teknologi,” tegas Menteri Siti.

Di akhir paparannya Menteri Siti mengajak semua negara anggota G20 untuk melakukan aksi kolektif dan global kemitraan bersama-sama  jika ingin mengatasi tantangan lingkungan global, karena aksi-aksi nasional saja tidak cukup.

Mafia Satwa Liar Digulung di Aceh: Orangutan dan Tengkorak Hewan Siap Diselundup ke Thailand

 “Kami mendorong G20 untuk memperkuat kerjasama kolektif dan memimpin dunia menuju pemulihan lingkungan yang berkelanjutan,” pungkas Menteri Siti.

Hadir mendampingi Menteri LHK dalam G20 Enviroment Ministers’ Meeting, Wakil Menteri LHK, Alue Dohong, Dirjen PPI selaku National Focal Point Indonesia untuk UNFCCC, Laksmi Dhewanti, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan LIngkungan dan Kehutanan Kemenkomarinves, Nani Hendiarti, Dirjen PKTL Rhuanda Agung Sudardiman, Dirjen PHL Agus Justianto, Direktur Pembangunan Ekonomi dan Lingkungan Hidup Kemlu, Hari Prabowo, Perwakilan dari Kementerian Koordinator Perekonomian dan Pejabat Tinggi Pratama KLHK terkait. (ATN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *