Energi
Beranda / Energi / Investasi Energi Bersih: Jepang dan G20 Guyur Indonesia Rp340 Triliun

Investasi Energi Bersih: Jepang dan G20 Guyur Indonesia Rp340 Triliun

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), salah satu jenis investasi energi bersih Jepang diberbagai negara, termasuk Indonesia. Arsip

JAKARTA – Indonesia kini menjadi arena utama perebutan investasi energi bersih dunia.

Pasalnya, Jepang dan G20 menyiapkan USD21,4 miliar atau Rp340 triliun untuk Indonesia, dengan USD 3,5 miliar sudah terealisasi sebagian besar ke energi bersih dan transisi energi.

Aliran dana ini menegaskan posisi Indonesia sebagai magnet investasi energi bersih di Asia Tenggara, sekaligus arena persaingan global.

Program ASEAN Zero Emission Community (AZEC) senilai USD500 juta dari Jepang membuka lapangan kerja baru dan memperluas manfaat ekonomi hijau hingga masyarakat kecil, tidak sekadar proyek besar di perkotaan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menekankan pipeline investasi ini menjadi bukti kepercayaan dunia terhadap ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketegangan geopolitik.

Indonesia Gandeng Jepang Kembangkan Energi Hidrogen

“Dana USD21,4 miliar dari G20 dan Jepang sudah dimanfaatkan USD3,5 miliar. Masih banyak ruang investasi lanjutan,” ujar Airlangga dalam Indonesia Economic Summit, Selasa (3/2/2026).

Proyek energi strategis termasuk pembangkit listrik 12.600 megawatt di Cirebon, yang memperkuat posisi Indonesia sebagai gateway energi kawasan.

Kerja sama internasional juga merambah sektor riil. Dengan Inggris, kemitraan mencakup energi terbarukan, digitalisasi, pendidikan, dan perkapalan. Inggris menyiapkan 4 miliar poundsterling untuk desain kapal dan pemenuhan kebutuhan 1.582 kapal layanan.

Dalam pendidikan, 10 universitas papan atas Inggris siap mendukung pembangunan 10 universitas baru di Indonesia, fokus pada sains, teknologi, teknik, matematika, dan kedokteran, menyiapkan SDM kelas dunia.

Sementara itu, dengan Singapura, fokusnya pada ekspor energi hijau dan pengembangan SDM digital.

Topang Hilirisasi Nikel Hijau, PLTG Kolaka 25 MW Resmi COD

Australia menyiapkan investasi besar di Jakarta, sementara kolaborasi dengan Malaysia diarahkan ke semikonduktor generasi baru, memanfaatkan kekuatan hulu Indonesia dari pasir silika hingga panel surya.

“Kolaborasi ini diharapkan menciptakan industri baru bersama,” ujar Airlangga.

Rangkaian kerja sama ini menegaskan posisi Indonesia sebagai kekuatan menengah strategis di ASEAN, sekaligus panggung perebutan energi hijau global, membuka peluang kerja di sektor energi bersih, teknologi, dan pendidikan, dan menempatkan Indonesia di pusat perhatian investasi dunia. (TR Network)

Ikuti Whatsapp Channel TROPIS di sini

Kementerian Lingkungan Hidup Dorong RDF Setiap Kota dan Kabupaten dalam Mengatasi Sampah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *