BANDUNG BARAT – Amarah warga Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), akhirnya memuncak.
Muak dengan jalan rusak dan pipa air bersih yang kerap pecah akibat aktivitas offroad, warga RT 03 RW 12 resmi menutup jalur yang melintasi kawasan pertanian dan hutan penyangga.
Aksi blokade dilakukan pada Minggu (15/2/2026) setelah mediasi dengan pengelola wisata, KRPH Cisarua, dan pemerintah desa tak membuahkan hasil. Spanduk protes dipasang di jalur keluar-masuk hutan sebagai ungkapan kekecewaan warga terhadap aktivitas kendaraan motor dan mobil offroad yang dinilai merusak lingkungan dan mengganggu kehidupan petani.

Aksi protes warga terhadap kegiatan Offroad Lembang di Hutan. Ist
Akses Petani Lumpuh, Pasokan Pakan Ternak Terganggu
Jalur tersebut selama ini menjadi akses utama warga untuk mengambil hijauan pakan sapi menggunakan sepeda motor. Namun kini, kondisi jalan disebut rusak parah dan berlubang dalam, sehingga tak bisa dilalui saat membawa beban berat.
“Kalau jalan rusak, untuk mengambil rumput ke hutan jadi sulit dan pasokan pakan ternak terganggu,” ujar Aning, warga Kampung Cipariuk RT 03 RW 12 Desa Sukajaya.
Kerusakan ini tak hanya berdampak pada sektor pertanian dan peternakan. Warga juga harus menghadapi persoalan serius lain: pipa air bersih dari kawasan hutan ke permukiman sering pecah akibat dilintasi kendaraan offroad.
Menurut Aning, para pengendara kerap tak memperhatikan keberadaan pipa air dan kebun rumput warga. Bahkan, pipa yang melintang di jalur hutan terpaksa disangga kayu agar tak terus-menerus rusak akibat beban kendaraan.
Izin Tak Jelas, Warga Minta Kepastian Hukum
Tokoh masyarakat setempat, Dadang AM, menyebut warga sebelumnya memilih bersabar meski aktivitas offroad sudah lama dikeluhkan. Namun kerusakan yang makin meluas membuat warga sepakat melakukan penutupan jalur.
“Katanya ada izin dari pengelola, tapi ketika dikonfirmasi ke pengelola wisata dan Perhutani, tidak ada yang mengakui,” katanya.
Laporan telah disampaikan kepada pihak Perhutani dan juga kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Namun hingga mediasi terakhir, belum ada kesepakatan konkret. Warga bahkan diminta bertanggung jawab jika terjadi sesuatu di kemudian hari, sehingga menimbulkan kekhawatiran baru.
Jalur Offroad Ditutup Sementara
Hingga kini, warga menyatakan jalur offroad yang melintasi kawasan pertanian dan pipa air tetap ditutup sementara.
Penutupan akan dibuka kembali hanya jika ada kepastian aturan, pengawasan lapangan, dan jaminan perlindungan bagi warga.
Kasus ini kembali memantik sorotan terhadap aktivitas offroad di Lembang Bandung Barat yang kerap berbenturan dengan kepentingan warga lokal dan kelestarian kawasan hutan penyangga.
Warga menegaskan, aksi ini bukan sekadar protes, melainkan bentuk perlindungan terhadap sumber penghidupan dan akses air bersih yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat. (TR Network)


Komentar