Riset
Beranda / Riset / Jepang Siapkan Rp30 Triliun untuk Peneliti Indonesia

Jepang Siapkan Rp30 Triliun untuk Peneliti Indonesia

Wakil Direktur Hubungan Program Internasional JSPS Bangkok, Kazumi Yabuta. Ist

JAKARTAJapan Society for the Promotion of Science (JSPS) kembali menegaskan komitmennya bagi peneliti Indonesia dengan menyiapkan anggaran tahunan US$ 2 miliar, setara lebih dari Rp30 triliun, yang dapat diakses oleh akademisi dan peneliti Indonesia melalui berbagai program kolaborasi.

Simposium JSPS Alumni Association of Indonesia (JAAI) yang mengusung tema “Peran JAAI dan PPI Menuju Indonesia Emas 2045”,  diselenggarakan di Auditorium Gedung Widya Graha, BRIN Kawasan Sarwono Prawirohardjo, Senin (9/2/2026), menjadi momen strategis untuk memperkenalkan skema pendanaan ini, sekaligus menegaskan kolaborasi BRIN-JSPS sebagai jembatan akses dana riset global bagi peneliti Indonesia.

US$ 2 Miliar Terbuka untuk Peneliti Indonesia

JSPS mengelola US$ 2 miliar per tahun, jauh melampaui total anggaran riset banyak negara berkembang.

Wakil Direktur Hubungan Program Internasional JSPS Bangkok, Kazumi Yabuta, menegaskan:

“Dana riset ini terbuka bagi ide-ide inovatif peneliti Indonesia tanpa topik tertentu, memberi kebebasan penuh bagi kreativitas dan penelitian strategis.”

Status UNESCO Dipertaruhkan! Ijen Geopark Hadapi Revalidasi 2026

Sejak lebih dari 50 tahun, JSPS menjalankan program bilateral, proyek bersama, seminar internasional, dan proyek terbuka tanpa MOU.

Pada 2024, tercatat 81 peneliti Indonesia ke Jepang dan 76 peneliti Jepang ke Indonesia, menunjukkan pertukaran riset yang seimbang dan berkelanjutan.

Hingga April 2025, JAAI memiliki 202 anggota aktif, membuka peluang akses pendanaan riset global lebih luas dan memperkuat jejaring internasional peneliti Indonesia.

BRIN: Rp1,62 Triliun Untuk 2.600 Proyek Peneliti Nasional

BRIN memanfaatkan kolaborasi ini untuk mendukung peneliti Indonesia.

Hingga kini, BRIN mengelola Rp1,62 triliun untuk lebih dari 2.600 proyek dengan 9.985 peneliti, didukung oleh Dana Abadi Indonesia senilai lebih dari Rp13 triliun bersama LPDP.

Dunia Terpanggang dan Membeku Sekaligus: Awal 2026 Dibuka dengan Cuaca Ekstrem Mematikan

Ketua Tim Pengembangan Program Riset dan Inovasi BRIN, Sasti Orisa, menegaskan:

“Kami membuka berbagai skema pendanaan, mulai dari hibah kompetitif, kolaboratif, hingga startup berbasis riset, termasuk akses ke dana JSPS.”

Beberapa program unggulan BRIN:

– Startup BRIN: Mendukung pengembangan dan peningkatan skala produk atau teknologi inovatif
– Pengujian Produk Inovatif BRIN: Fokus pada pertanian, kesehatan, dan teknologi
– Pendanaan Penelitian Inovasi Strategis: Mendukung prioritas nasional berdampak tinggi dengan manfaat sosial-ekonomi

Saat ini, BRIN juga menjalankan 4 kolaborasi aktif dengan lembaga Jepang, termasuk NEDO untuk proyek emisi nol bersih 71 proyek senilai Rp8,7 miliar, serta mengelola 3 proyek multilateral, 9 proyek bilateral, dan 108 proyek kolaborasi BRIN-LPDP.

Tanpa Udara Bersih, Jakarta sebagai Kota Global Tak Berarti

Peluang Emas bagi Peneliti Indonesia

Kolaborasi BRIN-JSPS membuka akses langsung ke dana internasional yang besar, memberikan peluang bagi peneliti Indonesia untuk:

– Mendapat hibah penelitian bebas topik
– Mengembangkan riset kolaboratif multilateral
– Memperluas jejaring internasional dan publikasi global

“Dana US$ 2 miliar atau Rp30 triliun ini adalah kesempatan emas bagi peneliti Indonesia untuk menembus batas inovasi dan membawa kontribusi nyata bagi Indonesia Emas 2045,” ujar Kazumi Yabuta. (TR Network)

Ikuti Whatsapp Channel TROPIS di sini

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *