Site icon Tropis.id

Menteri LH Edukasi Pilah Sampah untuk Pemudik Lebaran

Jalur mudik lebaran melalui Tol Trans Jawa. Arsip

JAKARTA – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengkampanyekan pentingnya pilah sampah dan mudik minim sampah melalui edukasi langsung kepada masyarakat di sejumlah rest area sepanjang Tol Trans Jawa pada Sabtu, 14 Maret 2026.

Kegiatan ini dilakukan menjelang arus mudik Lebaran sebagai bagian dari upaya pemerintah membangun kesadaran lingkungan di ruang publik yang ramai dikunjungi pemudik.

Dalam pemantauan lapangan, Menteri Hanif mengunjungi sejumlah rest area strategis, mulai dari KM 57 A, KM 102 A, KM 166 A, KM 287 A, KM 338 A, KM 379 A hingga KM 429 A.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq saat berbincang dengan pemudik lebaran di sejumlah rest area tol Trans Jawa. Foto KLH

Menurutnya, rest area memiliki posisi penting sebagai ruang edukasi lingkungan karena menjadi tempat berkumpulnya masyarakat dari berbagai daerah.

“Rest area menjadi titik pertemuan masyarakat. Di sini kita ingin membangun kebiasaan baru, yaitu memilah sampah dan membawa perilaku ramah lingkungan sampai ke rumah,” ujar Hanif.

Kala Bau Busuk Sampah Bali Beradu Tajam dengan Wangi Anggaran BKK

Edukasi Langsung untuk Mengubah Mindset Pemudik

Kementerian Lingkungan Hidup menekankan bahwa pendekatan utama dalam program ini adalah edukasi dan perubahan pola pikir masyarakat.

Melalui kampanye ini, pemudik didorong untuk: membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah organik dan anorganik, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai selama perjalanan mudik.

Pemerintah berharap kebiasaan sederhana tersebut dapat mengurangi lonjakan volume sampah yang biasanya meningkat tajam di rest area selama musim mudik.

Bagian dari Kampanye Nasional “Nyaman Bersama”

Program edukasi lingkungan ini menjadi bagian dari kampanye pemerintah “Nyaman Bersama” pada momentum Ramadan dan Lebaran.

Kampanye ini menegaskan kehadiran negara dalam memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, nyaman, dan ramah lingkungan.

Longsor Gunungan Sampah Bantargebang: 6 Tewas, 1 Masih Hilang

Selain KLH/BPLH, sejumlah instansi juga terlibat dalam pelayanan mudik di rest area, seperti aparat kepolisian yang menyediakan pengamanan serta fasilitas kesehatan dari Kementerian Kesehatan.

Fasilitas Pilah Sampah Dibagikan ke Masyarakat

Sebagai langkah konkret, KLH/BPLH juga membagikan fasilitas pilah sampah kepada pemudik di rest area.

Upaya ini diharapkan memudahkan masyarakat untuk langsung mempraktikkan kebiasaan memilah sampah selama perjalanan.

Program tersebut merupakan bagian dari Strategi Nasional Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) 2026 terkait pengelolaan sampah berkelanjutan.

Strategi ini menekankan pentingnya membangun pemahaman dan partisipasi aktif masyarakat melalui edukasi, penguatan tata kelola sampah, serta kolaborasi berbagai pihak.

Bom Waktu Bantargebang: Waspadai Ledakan Gas Metana dan Racun

Pemerintah menilai bahwa kenyamanan perjalanan mudik tidak hanya ditentukan oleh kelancaran lalu lintas, tetapi juga oleh lingkungan yang bersih dan budaya masyarakat yang peduli terhadap sampah. (TR Network)

Ikuti Whatsapp Channel TROPIS di sini

Exit mobile version