Forum
Beranda / Forum / Para Ahli Dunia Bertemu di Indonesia Rumuskan Masa Depan Peternakan Berkelanjutan

Para Ahli Dunia Bertemu di Indonesia Rumuskan Masa Depan Peternakan Berkelanjutan

Peternakan Mangateh, salah satu peternakan terbesar di Indonesia. Arsip

JAKARTA – Pertemuan internasional yang membahas masa depan peternakan berkelanjutan akan berlangsung di Indonesia selama tujuh hari dengan berbagai agenda strategis yang melibatkan ilmuwan, pembuat kebijakan, industri, hingga lembaga keuangan global.

Pada tahap awal kegiatan, para ahli dari berbagai negara akan mengikuti pertemuan teknis dan pelatihan peningkatan kapasitas terkait metodologi penilaian lingkungan di sektor peternakan.

Forum ini membahas berbagai isu penting, mulai dari mitigasi emisi gas rumah kaca, analisis jejak karbon industri peternakan, hingga penguatan kapasitas teknis negara-negara anggota Food and Agriculture Organization (FAO) dalam mengelola sektor peternakan yang lebih ramah lingkungan.

Selanjutnya, agenda utama akan memasuki pertemuan publik dalam format International Strategic Meeting yang menghadirkan dialog tingkat tinggi antara pemimpin pemerintah, organisasi internasional, ilmuwan, pelaku industri, serta mitra pembangunan.

Forum ini akan membahas jalur ilmiah, inovasi kebijakan, dan strategi investasi yang diperlukan untuk mendorong transformasi industri peternakan global menuju sistem yang lebih berkelanjutan.

Ancaman Uap Beracun di SPBU Disorot, AJV Dorong Teknologi Penangkap Emisi Jadi Standar Nasional

Menurut Kepala Pusat Riset Sistem Industri dan Manufaktur Berkelanjutan BRIN, Nugroho Adi Sasongko, forum tersebut juga akan menjadi ruang dialog lintas lembaga riset internasional.

“Pertemuan ini akan memfasilitasi dialog antara research institutions dari berbagai institusi dunia seperti Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO), Chinese Academy of Agricultural Sciences (CAAS), lembaga riset dari Brasil, Eropa, hingga Amerika Serikat, bersama para policy makers, pelaku industri, serta lembaga keuangan untuk mendukung transformasi sektor industri peternakan berkelanjutan,” jelasnya Senin (16/3/2026).

Tidak hanya forum diskusi dan dialog kebijakan, kegiatan ini juga menghadirkan Sustainable Livestock Transformation Research and Innovation Competition for Young Scientists. Kompetisi ini terbuka bagi peneliti muda berusia 18 hingga 35 tahun dari berbagai institusi riset dan perguruan tinggi di dunia.

Ajang tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi generasi muda dalam pengembangan teknologi, kebijakan, dan model bisnis baru yang mendukung transformasi sektor peternakan menuju sistem produksi yang lebih efisien, rendah emisi, dan berkelanjutan.

Sebagai penutup rangkaian agenda, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama FAO akan menyelenggarakan kunjungan lapangan ke berbagai fasilitas riset BRIN serta ekosistem agroindustri di Bandung.

Saat Dunia Cari Solusi Iklim: Penggembala Tradisional Jawabannya

Kunjungan ini bertujuan memberikan gambaran langsung kepada peserta internasional mengenai praktik riset, inovasi teknologi, serta pengembangan sistem agroindustri berkelanjutan yang tengah dikembangkan di Indonesia.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Indonesia diharapkan dapat memperkuat perannya sebagai pusat kolaborasi riset global dalam transformasi peternakan berkelanjutan, sekaligus mendorong lahirnya solusi inovatif untuk menghadapi tantangan pangan, iklim, dan keberlanjutan di masa depan. (TR Network)

Ikuti Whatsapp Channel TROPIS di sini

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *