JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan transformasi besar pasar modal nasional ke arah ekonomi rendah karbon.
Momentum itu terlihat kuat dalam gelaran ASEAN Climate Forum (ACF) 2026 pada Rabu (12/2) di Main Hall BEI, Jakarta, yang menjadi panggung konsolidasi regional untuk mempercepat transisi energi dan memperkuat perdagangan karbon.
Forum yang diinisiasi oleh ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) dan ASEAN Alliance on Carbon Markets (AACM) ini mempertemukan regulator, pelaku usaha, dan mitra internasional guna menyelaraskan kebijakan iklim serta mempercepat implementasi proyek hijau di ASEAN.
Pendanaan Hijau Melonjak 110 Persen
Perubahan arah pasar modal terlihat dari lonjakan signifikan instrumen keuangan berkelanjutan sepanjang 2025.
Pencatatan obligasi dan sukuk bertema Green, Social, Sustainable & Sustainability-Linked di BEI mencapai Rp35,5 triliun, naik sekitar 110 persen dibandingkan 2024 sebesar Rp11,5 triliun.
Kenaikan ini menandakan meningkatnya kepercayaan investor terhadap instrumen berbasis ESG serta semakin kuatnya komitmen korporasi terhadap praktik bisnis berkelanjutan.
BEI juga memperkuat ekosistem ESG melalui:
– Peluncuran pelaporan ESG Metrics di sistem SPE-IDXNet
– Program IDX Net Zero Incubator 2025
– Kerja sama dengan penyedia ESG rating global
– Pengembangan indeks saham bertema ESG dan konsep green equity designation
Perdagangan Karbon Mencetak Rekor
Kinerja IDXCarbon sepanjang 2025 juga menunjukkan tren impresif. Sejak diluncurkan pada 2023, tahun 2025 menjadi periode dengan capaian tertinggi.
Beberapa indikator utama:
– Volume transaksi: 903.915 tonCO₂e
– Nilai transaksi: Rp36,37 miliar
-;Frekuensi transaksi: 213 kali
– Volume retirement: 574.324 tonCO₂e
– 150 pengguna jasa, termasuk partisipan asing
9 proyek SPE-GRK tercatat
Peluncuran perdagangan karbon internasional pada Januari 2025 memperluas akses global dan memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem pasar karbon regional.
Dekarbonisasi Jadi Strategi Jangka Panjang
Dalam forum tersebut, Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo dan perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan bahwa transisi energi dan dekarbonisasi membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
BEI memandang dekarbonisasi sebagai journey jangka panjang bagi perusahaan tercatat.
Karena itu, bursa menghadirkan berbagai produk, program, dan insentif untuk mendorong mobilisasi pendanaan hijau sekaligus membantu Indonesia mencapai target net zero emission.
ASEAN Climate Forum 2026 menjadi penegasan bahwa pasar modal Indonesia tak lagi sekadar pusat perdagangan saham, melainkan telah berevolusi menjadi mesin pembiayaan utama bagi transisi energi dan ekonomi hijau di kawasan ASEAN. (TR Network)
