TANGERANG — Banjir rob kembali menghantam pesisir utara Kabupaten Tangerang, tepatnya di Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga, Jumat (20/2).
Sebanyak 521 keluarga terdampak setelah air laut pasang masuk hingga ke permukiman warga.
Genangan air dengan ketinggian 30–40 sentimeter tak hanya merendam jalan lingkungan, tetapi juga mengalir masuk ke dalam rumah-rumah warga di RW 003 Kampung Gaga, Desa Tanjung Pasir.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menyebut banjir rob kali ini dipicu kombinasi pasang air laut di pesisir utara dan curah hujan tinggi yang terjadi bersamaan.
“Total ada 521 keluarga yang terdampak banjir rob di Desa Tanjung Pasir. Air bukan cuma menggenang di jalan, tapi juga masuk ke dalam rumah warga,” ujarnya.
Warga Bertahan, Logistik Disiapkan
Meski air menggenang hingga ke dalam rumah, tidak ada warga yang mengungsi. Mayoritas memilih bertahan sambil menunggu air surut.
Pemerintah daerah melalui BPBD kini memprioritaskan penyaluran bantuan logistik bagi warga terdampak.
Pemerintah desa telah diarahkan berkoordinasi untuk pengambilan bantuan ke kantor BPBD.
“Kebutuhan mendesak saat ini adalah logistik,” kata Taufik.
Rob dan Ancaman Pesisir Utara Tangerang
Fenomena banjir rob di wilayah Teluknaga bukan kali pertama terjadi. Kawasan pesisir utara Tangerang memang rentan terhadap pasang laut ekstrem, terlebih saat musim hujan.
Kombinasi kenaikan muka air laut, penurunan tanah, serta intensitas hujan tinggi membuat kawasan ini semakin rawan terendam.
Peristiwa ini menambah daftar panjang bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Jabodetabek dalam sepekan terakhir, termasuk banjir di sejumlah titik Jakarta dan sekitarnya.
Warga berharap ada solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir rob yang kian berulang, agar kehidupan di pesisir tak terus-menerus dihantui ancaman air laut. (TR Network)
