PHUKET — Surga wisata Thailand kini berada dalam situasi mengkhawatirkan.
Phuket, destinasi pantai kelas dunia, terancam krisis lingkungan setelah kapal kargo berbendera Panama tenggelam di Laut Andaman, tak jauh dari kawasan wisata andalan pulau tersebut. Demikian laporan Bangkok Post, Minggu, 8 Februari 2026.
Insiden terjadi saat kapal SEALLOYD ARC berlayar dari Malaysia menuju Bangladesh. Kapal kemas itu dilaporkan kemasukan air sebelum akhirnya tenggelam di perairan selatan Phuket, dekat salah satu titik pandang wisata populer, pada Sabtu (7/2).
Seluruh 16 awak kapal berhasil diselamatkan, namun ancaman justru muncul dari laut.
Menurut otoritas maritim Thailand, kapal berbobot 4.339 ton tersebut membawa 297 kontainer, termasuk 14 kontainer berisi bahan berbahaya.
Seluruh muatan ikut tenggelam, memicu kekhawatiran serius terhadap terumbu karang, biota laut, dan pantai-pantai ikonik Phuket.
Survei udara mendeteksi lapisan minyak sepanjang sekitar 7,2 kilometer yang bergerak ke arah barat dengan lebar hampir satu mil.
Meski hingga kini minyak belum mencapai garis pantai, arus laut dan cuaca menjadi faktor krusial yang dapat dengan cepat mengubah situasi.
Pemerintah Thailand mengklasifikasikan peristiwa ini sebagai insiden berskala besar, dengan alasan meningkatnya risiko ekologis dan ancaman terhadap industri pariwisata Phuket, yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi lokal dan magnet wisata internasional.
Kini, upaya darurat difokuskan untuk melindungi perairan dan pesisir Phuket, agar bayang-bayang tumpahan minyak tidak berubah menjadi bencana yang merusak citra dan alam pulau wisata ini. (TR Network)
