Kesehatan
Beranda / Kesehatan / WHO: Indonesia Dibayangi Ancaman Wabah Zoonosis yang Mematikan

WHO: Indonesia Dibayangi Ancaman Wabah Zoonosis yang Mematikan

Upaya One Health di Indonesia berfokus pada penyakit zoonosis prioritas seperti flu burung, leptospirosis, antraks, dan rabies. Dalam foto ini, tim gabungan Kementerian Kesehatan RI–WHO melakukan surveilans di pasar unggas di Surabaya sebagai bagian dari program percontohan di lima provinsi pada tahun 2025. Foto: WHO/Fieni Aprilia

JAKARTA – Pada peringatan Hari Kesehatan Sedunia, World Health Organization (WHO) menyoroti ancaman serius penyakit zoonosis yang membayangi Indonesia, sekaligus mengapresiasi langkah cepat pemerintah dalam memperkuat pendekatan One Health—strategi terpadu yang menghubungkan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.

Namun di balik apresiasi itu, tersimpan peringatan keras: Indonesia berada di garis depan risiko wabah mematikan yang bersumber dari hewan dan lingkungan.

Ancaman Nyata: 75 Persen Penyakit Baru Berasal dari Hewan

WHO mengungkapkan fakta mengkhawatirkan—lebih dari 60 persen penyakit menular yang diketahui dan hingga 75 persen penyakit baru berasal dari hewan.

Secara global, zoonosis telah menginfeksi lebih dari 2 miliar orang dan menyebabkan lebih dari 2 juta kematian setiap tahun.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia menghadapi tekanan berlapis: perubahan iklim, degradasi lingkungan, serta interaksi intens antara manusia dan hewan memperbesar potensi ledakan wabah.

ASEAN Hadapi Ancaman Gelombang Panas Ekstrem

“Indonesia menunjukkan bagaimana aksi multisektoral yang terkoordinasi dapat menekan risiko zoonosis,” ujar Dr. N. Paranietharan, Perwakilan WHO untuk Indonesia, Selasa, 7 April 2026.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat deteksi dini dan respons cepat.

Flu Burung hingga Rabies: Daftar Ancaman Prioritas

Pendekatan One Health di Indonesia kini difokuskan pada sejumlah penyakit berisiko tinggi:

– Flu burung (avian influenza): surveilans terpadu diuji di lima provinsi, dengan pasar unggas sebagai titik deteksi dini.

– Leptospirosis: meningkat di wilayah rawan banjir, ditangani lewat deteksi cepat dan edukasi masyarakat.

Indonesia Rawan Tsunami: Sistem Deteksi Kalah Cepat dari Bencana

– Antraks: diperkuat melalui pelatihan tenaga kesehatan dan pemantauan kasus akut.

– Rabies: fokus pada vaksinasi, manajemen kasus, dan pemberdayaan masyarakat.

Upaya ini dinilai mampu memperkuat kesiapsiagaan nasional sekaligus menekan angka kematian di wilayah rentan.

One Health: Senjata Melawan Krisis Kesehatan Global

Pendekatan One Health semakin krusial di tengah meningkatnya ancaman krisis kesehatan akibat perubahan iklim dan kerusakan lingkungan. Indonesia bahkan disebut menjadi salah satu motor penggerak pendekatan ini di kawasan ASEAN.

Komitmen tersebut akan diperkuat dalam ajang One Health Summit, yang mempertemukan para pemimpin dunia untuk mendorong aksi konkret berbasis sains.

Bom Waktu Tailing: Bencana Lingkungan di Depan Mata

Tak hanya itu, forum global WHO juga menyoroti pentingnya investasi berkelanjutan melalui jaringan lebih dari 800 pusat kolaborasi dunia, termasuk dua di Indonesia yang berfokus pada keperawatan serta pencegahan gangguan pendengaran.

Alarm Kesehatan: Wabah Bisa Datang Kapan Saja

Peringatan WHO menjadi sinyal tegas bahwa ancaman zoonosis bukan sekadar potensi, melainkan risiko nyata yang bisa meledak kapan saja.

Tanpa penguatan kolaborasi lintas sektor dan kesiapsiagaan sistem kesehatan, dampaknya bisa jauh lebih besar dari pandemi sebelumnya.

Indonesia memang dipuji. Tapi di saat yang sama, dunia sedang memberi alarm: waktu untuk bertindak semakin sempit. (TR Network)

Ikuti Whatsapp Channel TROPIS di sini

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *