Konservasi
Beranda / Konservasi / 14 Spesies Burung Papua Kini Terancam Punah

14 Spesies Burung Papua Kini Terancam Punah

Spesies burung Kakatua Putih yang masih tersisa di Pulau Waigeo, Papua. Ist

JAKARTA — Kekayaan burung Papua yang selama ini dikenal sebagai salah satu yang terbesar di dunia kini berada di bawah bayang-bayang ancaman serius.

Kajian terbaru yang dirilis Burung Indonesia mengungkapkan fakta mencemaskan: 14 spesies burung di Papua kini masuk kategori terancam punah secara global.

Padahal, pulau paling timur Indonesia ini merupakan salah satu pusat keanekaragaman burung terbesar di Bumi.

Berdasarkan penelitian tersebut, Papua menjadi rumah bagi 641 spesies burung, dengan 252 spesies endemis pulau Papua dan 75 spesies lainnya endemis Indonesia.

Namun kekayaan itu kini menghadapi tekanan besar. Perburuan yang tidak berkelanjutan, perubahan iklim, serta perubahan bentang alam akibat aktivitas manusia disebut sebagai faktor utama yang mempercepat ancaman terhadap populasi burung-burung langka tersebut.

Ambisi Uni Eropa Pangkas Emisi 90 Persen, Industri Dipaksa Berubah Total

Temuan ini merupakan hasil identifikasi Important Bird and Biodiversity Areas (IBA) di wilayah Papua yang dilakukan Burung Indonesia bersama berbagai mitra strategis.

Papua Punya IBA Terluas di Indonesia

Dalam pernyataan resminya pada Jumat (6/3/2026), Burung Indonesia menyebut proses identifikasi tersebut berhasil memetakan 59 lokasi penting bagi burung dan keanekaragaman hayati di Papua.

Total luas kawasan yang teridentifikasi mencapai 10.545.269 hektare, atau sekitar 25,58 persen dari seluruh wilayah Papua.

Angka ini menjadikan Papua sebagai wilayah dengan jumlah dan luas IBA terbesar di Indonesia, melampaui kawasan lain di Nusantara.

Dari puluhan lokasi tersebut, lima wilayah dinilai memiliki signifikansi ekologis paling tinggi dan menjadi prioritas eksplorasi serta perlindungan, yaitu: Pulau Waigeo, Pulau Misool, Pulau Biak, Pegunungan Cycloop dan Bentang alam Wandamen–Wondiboy.

Bencana Banjir Lahar Merapi: 3 Warga Tewas, 2 Masih Hilang

Kelima kawasan ini dikenal sebagai habitat penting bagi berbagai burung endemis dan spesies langka yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia.

Empat Kriteria Ilmiah Penetapan IBA

Burung Indonesia menjelaskan bahwa identifikasi kawasan IBA menggunakan empat kriteria ilmiah yang diterapkan secara global.

1. Habitat bagi spesies burung yang terancam punah secara global.

2. Lokasi dengan populasi burung bersebaran terbatas, umumnya di bawah 50.000 kilometer persegi.

3. Wilayah yang menjadi habitat penting bagi burung khas bioma tertentu.

Topan Pembunuh “Melissa” Dihapus dari Sejarah, Kenapa?

4. Kawasan yang menampung minimal 1 persen populasi global dari spesies burung yang hidup berkoloni atau dalam kelompok besar.

Sebuah kawasan dapat ditetapkan sebagai IBA jika memenuhi satu atau kombinasi dari beberapa kriteria tersebut.

Bagian dari Jaringan Konservasi Global

Konsep Important Bird and Biodiversity Areas (IBA) pertama kali diperkenalkan pada tahun 1989 oleh International Council for Bird Preservation (ICBP) yang kini dikenal sebagai BirdLife International.

Di Indonesia, upaya identifikasi kawasan prioritas bagi burung dimulai sejak 1993, dimulai dari Jawa dan Bali, kemudian diperluas ke Sumatra, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Maluku.

Papua menjadi wilayah terakhir yang dipetakan secara komprehensif, dan prosesnya mencapai tahap penting pada awal 2026.

Sebelum penambahan kawasan di Papua, Indonesia telah memiliki 228 lokasi IBA di berbagai pulau dengan total luas lebih dari 19 juta hektare.

Kunci Masa Depan Keanekaragaman Hayati

Burung Indonesia menegaskan bahwa data terbaru ini merupakan bagian penting dari peta besar konservasi keanekaragaman hayati Indonesia.

Dengan informasi yang lebih akurat mengenai lokasi-lokasi kunci bagi burung, sumber daya konservasi yang terbatas dapat diarahkan secara lebih efektif ke kawasan yang memiliki nilai ekologis paling tinggi.

Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan masa depan keanekaragaman hayati Nusantara, sekaligus menjaga Papua tetap menjadi salah satu surga burung terakhir di dunia. (TR Network)

Ikuti Whatsapp Channel TROPIS di sini

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *