Site icon Tropis.id

Cagar Alam Raja Salman Jadi Benteng Biodiversitas Terbesar di Timur Tengah

Spesies Gazelle Arab di Cagar Alam Raja Salman. SPA

TURAIF — Di tengah bentang alam gurun yang selama ini identik dengan kekeringan, Arab Saudi justru menampilkan wajah baru: kebangkitan ekologi berskala raksasa.

Cagar Alam Kerajaan Raja Salman bin Abdulaziz kini menjelma sebagai pusat keanekaragaman hayati terbesar di Timur Tengah, sekaligus wujud nyata visi pembangunan berkelanjutan Kerajaan.

Kawasan Konservasi Terluas di Timur Tengah

Membentang seluas sekitar 130.700 kilometer persegi, kawasan konservasi ini menjadi rumah bagi lebih dari 550 spesies tumbuhan liar dan pakan ternak, serta lebih dari 350 spesies satwa liar yang mencakup mamalia, reptil, hingga amfibi.

Secara keseluruhan, tercatat lebih dari 1.245 spesies asli hidup dan berkembang di dalam kawasan cagar alam tersebut.

Lebih dari 120 Kelahiran Satwa

Upaya konservasi menunjukkan hasil konkret. Otoritas setempat melaporkan lebih dari 120 kelahiran satwa liar, termasuk spesies ikonik dan dilindungi seperti gazelle Arab, serigala Arab, rubah merah, ibex, kelinci Arab, oryx, burung hubara, burung nasar griffon, lapwing, hingga burung curlew.

Benahi Tata Kelola Hutan, Indonesia–Inggris Lanjutkan Kerja Sama MFP Phase 5

Capaian ini menjadi indikator kuat bahwa keseimbangan alam mulai pulih di jantung kawasan gurun.

Konservasi, Ekowisata, dan Pemberdayaan Komunitas

Cagar alam ini dikelola oleh Otoritas Pengembangan Cagar Alam Kerajaan Raja Salman, dengan visi menjadikannya destinasi ekowisata kelas dunia yang terintegrasi dengan lingkungan sekitar, tanpa mengorbankan pelestarian alam dan warisan budaya.

Strategi pengelolaan menitikberatkan pada keseimbangan antara konservasi dan pembangunan—mulai dari pemulihan habitat alami, pengurangan ancaman akibat aktivitas manusia, hingga peningkatan kesadaran lingkungan di tingkat komunitas lokal.

Perlindungan Biodiversitas Global

Selain kawasan lindung, cagar alam ini diposisikan sebagai penggerak pembangunan sosial dan ekonomi berkelanjutan, yang menyatukan perlindungan biodiversitas dengan kesejahteraan masyarakat.

Dengan skala dan kekayaan hayatinya, kawasan ini tidak hanya menjadi aset nasional Arab Saudi, tetapi juga pilar strategis regional dalam menjaga keanekaragaman hayati dan keberlanjutan ekologi.

Biorevolution Mengubah Wajah Riset Zoologi Indonesia

Dari Gurun ke Sanctuary Ekologi

Di tengah perubahan iklim global dan krisis biodiversitas, Cagar Alam Raja Salman berdiri sebagai pesan kuat: bahkan di wilayah gurun sekalipun, visi, tata kelola, dan komitmen jangka panjang mampu melahirkan kembali kehidupan. (SPA)

Exit mobile version