JAKARTA – Wilayah Indonesia kembali dilanda banjir ekstrem dalam sepekan terakhir.
Di Jawa Timur, Sungai Petung di Jember meluap, banjir bandang menerjang dua kecamatan, sementara di Jawa Tengah, ribuan rumah di Pemalang terendam akibat hujan lebat. Akibatnya, dua orang meninggal dunia, puluhan warga mengungsi, dan ratusan rumah rusak.
Banjir bandang di Kecamatan Panti dan Rambipuji membawa lumpur, potongan bambu, dan kayu.
Kepala BPBD Jember, Edi Budi Susilo, mencatat sebanyak 38 rumah terdampak, empat di antaranya rusak ringan.
Satu korban meninggal, Abdul Wahid, mantan Sekdes Pakis, terseret derasnya arus dan ditemukan di aliran Sungai Bedadung, Desa Puger Wetan, Selasa (3/2) petang.
Banjir bandang juga merusak Dusun Tembelang, Desa Pecoro, Rambipuji. Dua rumah terendam lumpur setinggi 40 cm, barongan bambu roboh menutupi aliran sungai.
Tim Reaksi Cepat BPBD bersama alat berat Dinas PUPR membersihkan puing dan batang bambu di jembatan yang tersumbat.
Edi mengimbau warga di sekitar Sungai Badean agar segera mengungsi bila hujan deras kembali terjadi.
BMKG Jawa Timur memperingatkan potensi bencana hidrometeorologi hingga 10 Februari 2026.
Pemalang: Ribuan Rumah Terendam, Warga Terpaksa Mengungsi
Di Pemalang, Jawa Tengah, banjir akibat hujan lebat pada Kamis (5/2) menenggelamkan 8.364 rumah di enam kecamatan.
BNPB mencatat 90 warga mengungsi ke tempat ibadah terdekat.
Kepala Pusat Data BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan banjir terjadi karena sungai dan saluran irigasi meluap dengan tinggi muka air mencapai 80 cm.
BPBD Pemalang mengerahkan perahu karet untuk evakuasi dan menyalurkan bantuan logistik.
Banjir sebagian wilayah sudah mulai surut, namun warga masih diimbau waspada jika hujan deras kembali terjadi.
Selain Pemalang, hujan ekstrem juga memicu banjir di Kabupaten Ogan Komering Ulu (Sumatera Selatan) dan Bima (NTB), serta tanah longsor di Bandung, Jawa Barat. Akibat kejadian ini, total korban jiwa mencapai dua orang dan puluhan rumah rusak.
Fenomena banjir beruntun ini menunjukkan kerentanan infrastruktur, aliran sungai, dan saluran irigasi di berbagai daerah.
Pemerintah diminta memperkuat mitigasi bencana sebelum musim hujan ekstrem terus menghantam. (TR Network)
