JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) membuktikan bahwa kereta api jarak jauh bukan sekadar moda transportasi, tetapi senjata utama dalam perang melawan krisis karbon.
Pasalnya, layanan Kereta Api Jarak Jauh (KA JJ) sepanjang 2025 berhasil menekan emisi karbon hingga 21 kali lebih rendah dibanding mobil pribadi, sambil melayani 47,4 juta penumpang.
“Total emisi karbon layanan KA Jarak Jauh sepanjang Januari–Desember 2025 tercatat 127,3 juta kilogram CO₂e, atau sekitar 127,3 ribu ton CO₂e,” ujar Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, Selasa (3/2/2026).
“Dengan asumsi rata-rata perjalanan 300 km per penumpang, total perjalanan KA Jarak Jauh sepanjang 2025 setara dengan 14,22 miliar penumpang-kilometer (pkm),” tambah Anne.
Perbandingan Emisi Karbon Moda Transportasi Antarkota
Perbandingan emisi antara kereta api, bus antarkota, dan mobil pribadi menunjukkan keunggulan kereta api:
– Bus antarkota: 386,4 ribu ton CO₂e (~3 kali lipat kereta).
– Mobil pribadi: 2,72 juta ton CO₂e (~21 kali lipat kereta).
Anne menegaskan, kapasitas besar kereta api jarak jauh dan efisiensi energi tinggi membuat emisi per penumpang jauh lebih rendah. Dengan kata lain, kereta api adalah pilihan transportasi antarkota paling ramah lingkungan.
Efisiensi Energi dan Transportasi Berkelanjutan
Kereta api bukan hanya hemat karbon. Efisiensi energi dan kapasitas angkut besar membuat kereta mampu:
– Mengurangi emisi karbon secara signifikan dibanding moda lain.
– Mendukung mobilitas masyarakat tanpa menambah jejak karbon.
– Integrasi antarmoda yang memperkuat sistem transportasi nasional berkelanjutan.
“Melalui pengelolaan layanan KA Jarak Jauh yang konsisten, KAI mendukung sistem transportasi nasional yang andal, efisien, dan berorientasi pada pengendalian emisi karbon,” kata Anne.
Kereta Api: Penyelamat Karbon di Tengah Krisis Iklim
Langkah KAI membuktikan bahwa pilihan moda transportasi bukan sekadar soal kenyamanan, tapi juga soal masa depan lingkungan Indonesia.
Kereta api bukan hanya moda transportasi; ia adalah penyelamat karbon di tengah krisis iklim global, membuktikan bahwa transportasi publik bisa menjadi kunci menurunkan jejak karbon nasional.
Dengan tren peningkatan mobilitas masyarakat, penggunaan kereta api jarak jauh menjadi strategi penting mengurangi emisi karbon sektor transportasi dan mendukung ekonomi hijau berkelanjutan di Indonesia. (TR Network)
