Forum
Beranda / Forum / Kota-kota Hadapi Krisis Iklim, AHY Serukan Gerakan Nasional RTHB

Kota-kota Hadapi Krisis Iklim, AHY Serukan Gerakan Nasional RTHB

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat memimpin rapat percepatan pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Ruang Terbuka Biru (RTB) melalui Gerakan Nasional Pengembangan RTHB, sebagai bagian dari implementasi program ASRI Presiden Prabowo Subianto. Ist

JAKARTA — Ancaman krisis iklim bukan lagi wacana. Kota-kota Indonesia kini menghadapi tekanan nyata: suhu makin panas, kualitas udara menurun, dan risiko banjir meningkat akibat hujan ekstrem serta minimnya daya serap air.

Dalam konteks inilah, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong percepatan pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Ruang Terbuka Biru (RTB) melalui Gerakan Nasional Pengembangan RTHB, sebagai bagian dari implementasi program ASRI Presiden Prabowo Subianto.

Krisis Iklim Kota: Suhu Naik dan Banjir Meningkat

Dengan proyeksi populasi urban yang bisa mencapai sekitar 70 persen dalam beberapa dekade mendatang, tekanan terhadap infrastruktur dan lingkungan kota dipastikan semakin berat.

Ekspansi kawasan terbangun tanpa keseimbangan ekologis memperparah efek urban heat island serta meningkatkan potensi genangan dan banjir.

AHY menegaskan, RTH dan RTB tidak hanya menjadi elemen estetika kota, melainkan instrumen strategis dalam mitigasi perubahan iklim dan penguatan ketahanan wilayah.

Pasar Modal Berubah Arah: Pendanaan Hijau Naik Tajam

“Kota-kota kita menghadapi tekanan nyata, mulai dari kenaikan suhu, penurunan kualitas udara, hingga risiko banjir akibat hujan ekstrem. Karena itu, penguatan daya dukung dan kenyamanan kota menjadi prioritas,” tegasnya saat memimpin rapat koordinasi di Tebet Eco Park, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Target 30 Persen Ruang Terbuka Hijau dan Biru untuk Ketahanan Iklim

Target minimal 30 persen ruang terbuka hijau dan biru dinilai krusial untuk memperbaiki kualitas lingkungan kota. Secara ekologis:

Ruang Terbuka Hijau (RTH) seperti taman kota, hutan kota, dan jalur hijau berfungsi menyerap karbon, menurunkan suhu, dan memperbaiki kualitas udara.

Ruang Terbuka Biru (RTB) seperti sungai, danau, dan waduk berperan dalam pengelolaan air serta pengendalian banjir.

Dengan proyeksi populasi urban mencapai sekitar 70 persen dalam beberapa dekade mendatang, kebutuhan ruang hijau dan biru menjadi semakin mendesak.

Sawah Irigasi Menyusut, Rawa Jadi Tumpuan Baru Swasembada Pangan

Menuju Net Zero Emission dan Kota Berkelanjutan

Pengembangan RTH dan RTB juga menjadi bagian dari strategi dekarbonisasi dan kontribusi Indonesia menuju net zero emission.

Pemerintah menilai pembangunan kota tidak lagi bisa bertumpu pada beton dan aspal semata, tetapi harus berbasis keberlanjutan lingkungan.

Melalui Galang RTHB, pemerintah mendorong kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, dan sektor swasta, didukung pendataan geospasial yang terukur serta evaluasi berbasis dampak seperti penurunan suhu kawasan dan pengurangan risiko banjir.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan infrastruktur nasional ke depan harus selaras dengan agenda ketahanan iklim dan kualitas hidup masyarakat perkotaan.

Siap Dijalankan

Indonesia Butuh Role Model Wisata Hijau

Adapun kegiatan pencanangan Gerakan Nasional RTHB dihadiri sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah. Dari jajaran pemerintah pusat hadir Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya; Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang Ossy Dermawan; Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono; Sekretaris Jenderal Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Didyk Choiroel; Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN Suyus Windayana; Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Bob Arthur Lombogia; serta Deputi I Menteri Ekonomi Kreatif Cecep Rukendi dan Staf Khusus Menteri Ekonomi Kreatif Rian Firmansyah.

Dari unsur pemerintah daerah turut hadir Wali Kota Bandung Muhammad Farhan; Wali Kota Bogor Dedie A Rachim; Wali Kota Bukittinggi Muhammad Ramlan Nurmatias; Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho; Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, serta Wakil Wali Kota Tangerang Maryono.

Rapat koordinasi ini juga dihadiri jajaran Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, antara lain,’Sekretaris Menko Ayodhia G.L. Kalake; Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang Nazib Faizal; Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan serta Sarana dan Prasarana Permukiman Ronny Ariuly Hutahayan; serta Staf Khusus Menko, Agust Jovan Latuconsina, Sigit Raditya, Herzaky Mahendra Putra, Irjen Pol Arif Rachman, dan Merry Riana.(TR Network)

Ikuti Whatsapp Channel TROPIS di sini

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *