Site icon Tropis.id

Lereng Gunung Merapi Dilanda Hujan Es, Warga Gempar Dengar Dentuman di Atap

Butiran es sebesar kelereng menutupi atap rumah warga saat hujan es disertai angin kencang melanda Dusun Babadan 2, lereng Gunung Merapi, Magelang, Jumat (13/2/2026) sore. Fenomena cuaca ekstrem ini berlangsung sekitar 15 menit tanpa laporan kerusakan. Ilustrasi

MAGELANG – Fenomena cuaca ekstrem kembali terjadi di lereng Gunung Merapi.

Pasalnya, hujan es mengguyur Dusun Babadan 2, Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jumat (13/2/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Butiran es sebesar kelereng jatuh selama kurang lebih 15 menit, disertai hujan deras dan angin kencang.

Peristiwa hujan es di Magelang ini langsung viral di media sosial setelah diunggah akun Instagram @merapi_uncover dengan keterangan:

“[Breaking News] 14:25 Terjadi Hujan Es disertai Angin Kencang di Babadan 2 Magelang siang tengah sore ini.”

Suara “Klotak-Klotak” di Atap, Warga Gempar

Slamet Wahyuni, warga Dusun Babadan 2, mengungkapkan hujan es terjadi tiba-tiba saat hujan deras mengguyur wilayah lereng Merapi.

Hutan Runtuh, Banjir Mengamuk: Indonesia Sedang Menuju Ecosystem Collapse

“Kejadian jam 14.00 WIB. Hujan deras disertai es dan angin. Es sebesar kelereng. Durasi hujan es sekitar 15 menit,” ujarnya.

Butiran es yang menghantam atap seng dan genteng rumah warga menimbulkan suara keras seperti benturan benda keras.

“Terdengar klotak-klotak di atap. Setelah itu saya sempat video dan foto,” tambahnya.

Meski hujan deras berlangsung lebih dari satu jam, fase hujan es hanya terjadi sekitar 15 menit.

Wilayah Terdampak Hujan Es di Lereng Merapi

Berdasarkan laporan sementara, hujan es disertai angin kencang terjadi di sejumlah titik lereng Merapi, antara lain: Babadan 2, Babadan 1, Tlogolele dan Klakah.

Sungai Cisadane Tercemar Limbah Kimia, Warga Dilarang Gunakan Air dan Konsumsi Ikan

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Wasono, membenarkan kejadian tersebut.

“Betul terjadi hujan es disertai angin kencang di wilayah Babadan, Tlogolele, Klakah, dan Babadan 1. Kejadian sekitar jam 14.00 WIB. Laporan sementara tidak ada kerusakan,” jelasnya.

BPBD masih melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada dampak lanjutan.

Mengapa Hujan Es Bisa Terjadi di Lereng Merapi?

Fenomena hujan es di Magelang tentu bukanlah kejadian biasa. Secara meteorologis, hujan es biasanya terbentuk dari awan Cumulonimbus yang memiliki arus naik (updraft) sangat kuat.

Beberapa faktor yang memperbesar peluang hujan es di lereng Merapi antara lain:

20 Ton Pestisida Cemari Sungai Cisadane, Menteri LH Siap Gugat PT Biotek Saranatama

1. Faktor Topografi Gunung

Wilayah lereng gunung seperti Merapi memiliki elevasi tinggi. Udara lembap yang naik cepat ke atmosfer akan mendingin secara drastis, memicu pembentukan kristal es di dalam awan badai.

2. Ketidakstabilan Atmosfer

Perubahan suhu ekstrem antara siang yang panas dan udara dingin di lapisan atas atmosfer menciptakan kondisi labil, memicu badai konvektif.

3. Perubahan Pola Iklim

Dalam beberapa tahun terakhir, kejadian hujan es di berbagai wilayah Indonesia meningkat. Ini mengindikasikan adanya dinamika atmosfer yang makin tidak stabil, kemungkinan dipengaruhi variabilitas iklim global.

Apakah Terkait Aktivitas Gunung Merapi?

Secara ilmiah, hujan es tidak berkaitan langsung dengan aktivitas vulkanik. Namun, topografi dan kondisi lereng Gunung Merapi memperkuat pembentukan awan konvektif.

Artinya, fenomena ini lebih dominan dipicu faktor meteorologi dibanding aktivitas magma.

Tren Hujan Es di Indonesia: Makin Sering Terjadi?

Dalam beberapa tahun terakhir, laporan hujan es muncul di berbagai kota di Indonesia, termasuk wilayah Jawa Tengah dan DIY. Pola ini menunjukkan:

– Intensitas badai lokal makin ekstrem
– Perubahan musim makin sulit diprediksi
– Risiko cuaca ekstrem meningkat di daerah pegunungan

Jika tren ini berlanjut, mitigasi dan sistem peringatan dini menjadi semakin penting.

Imbauan Mitigasi Cuaca Ekstrem

Masyarakat di lereng Merapi dan wilayah pegunungan disarankan untuk:

– Menghindari berteduh di bawah pohon saat hujan disertai angin kencang
– Memastikan atap rumah dalam kondisi kuat
– Waspada terhadap potensi longsor setelah hujan deras

Hujan es di Magelang menjadi peringatan bahwa cuaca ekstrem bisa terjadi secara tiba-tiba, bahkan di kawasan lereng gunung aktif seperti Gunung Merapi. Meski tidak menimbulkan kerusakan, fenomena ini menunjukkan dinamika atmosfer yang semakin tidak stabil.

Perubahan iklim, topografi ekstrem, dan ketidakstabilan cuaca menjadi kombinasi yang perlu diwaspadai ke depan. (TR Network)

Ikuti Whatsapp Channel TROPIS di sini

Exit mobile version