BEKASI – Menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 H, Kementerian Agama (Kemenag) menggelar aksi besar-besaran bertajuk Gerakan Bersama Bersih-Bersih Masjid (Geber Masjid) dan penanaman pohon serentak di seluruh Indonesia, Senin (16/2/2026).
Kegiatan dipusatkan di Masjid Jami’ Al-Azhar Jakapermai dan diikuti Kantor Wilayah Kemenag provinsi, Kantor Kemenag kabupaten/kota, hingga KUA kecamatan secara luring maupun daring.
Gerakan ini adalah bagian dari transformasi tata kelola masjid yang lebih bersih, profesional, dan ramah lingkungan—selaras dengan semangat ekoteologi dan aksi iklim berbasis rumah ibadah.
700 Ribu Lebih Masjid dan Musala Disasar
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, mewakili Menteri Agama Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa masjid bukan hanya bangunan fisik, melainkan pusat peradaban umat.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah ritual, tetapi pusat pembinaan iman, pendidikan umat, pelayanan sosial, dan penguatan nilai kebangsaan. Kebersihan dan kerapian masjid mencerminkan nilai keimanan dan disiplin kolektif,” ujarnya.
Berdasarkan data Sistem Informasi Masjid Kemenag, terdapat 315.124 masjid dan 388.713 musala tersebar di seluruh Indonesia. Angka ini menunjukkan luasnya jejaring rumah ibadah sekaligus besarnya tanggung jawab dalam pengelolaan, kebersihan, dan kenyamanan jemaah.
Kemenag menekankan, Geber Masjid bukan agenda musiman. Gerakan ini diarahkan menjadi program berkelanjutan dengan penguatan tata kelola, peningkatan kapasitas takmir, serta optimalisasi manajemen berbasis data.
“Kick-off ini harus menjadi titik awal gerakan berkelanjutan. Masjid harus bersih sepanjang waktu dan dikelola dengan semangat ihsan serta profesional,” tegas Arsad.
Tanam Pohon, Masjid Jadi Pusat Aksi Iklim
Tak hanya bersih-bersih, kegiatan juga diisi dengan penanaman pohon di lingkungan masjid. Langkah ini menjadi wujud komitmen Kemenag dalam mendorong rumah ibadah sebagai pusat kesadaran lingkungan.
Konsep masjid hijau dinilai relevan menjelang Ramadan, ketika aktivitas ibadah seperti tarawih, tadarus, dan iktikaf meningkat drastis.
Lingkungan yang bersih dan asri akan meningkatkan kenyamanan jemaah sekaligus memperkuat pesan moral tentang tanggung jawab menjaga bumi.
Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat, Dudu Rahman, menyebut pelaksanaan serentak di seluruh provinsi menunjukkan kesiapan jajaran daerah dalam menggerakkan partisipasi masyarakat.
“Gerakan ini tidak berhenti hari ini. Kami akan melakukan pendampingan berkelanjutan kepada pengurus masjid, terutama dalam sanitasi, pemeliharaan fasilitas, dan manajemen tertib berbasis data,” ujarnya.
Sinergi Nasional: Dari Ormas hingga TNI
Aksi nasional ini juga mendapat dukungan dari berbagai unsur, termasuk Dewan Masjid Indonesia, BKPRMI, serta unsur TNI melalui pembinaan mental keagamaan. Sinergi lintas lembaga tersebut menunjukkan bahwa menjaga dan memakmurkan masjid adalah tanggung jawab kolektif bangsa.
Ramadan Bersih, Spiritualitas Meningkat
Dengan gerakan bersih-bersih masjid dan penanaman pohon serentak, Kemenag ingin memastikan Ramadan 1447 H tidak hanya menghadirkan peningkatan spiritualitas, tetapi juga kesadaran kolektif akan kebersihan, tata kelola profesional, dan kepedulian lingkungan.
Ketika masjid bersih dan nyaman, jemaah semakin dekat. Dari kedekatan itu tumbuh partisipasi, kemakmuran, dan peradaban. (TR Network)
