JAKARTA — Indonesia bersiap meluncurkan sistem peringkat Environmental, Social and Governance (ESG) korporasi yang akan menilai kinerja keberlanjutan perusahaan secara lebih komprehensif.
Inisiatif ini mulai dirumuskan melalui kolaborasi antara UI GreenMetric World University Rankings dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sebagai langkah memperkuat tata kelola lingkungan serta meningkatkan transparansi praktik bisnis berkelanjutan.
Pembahasan mengenai pengembangan sistem pemeringkatan ESG tersebut dilakukan dalam pertemuan strategis di Plaza Kuningan Tower, Jakarta Selatan, pada akhir Februari 2026.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sistem penilaian keberlanjutan perusahaan di Indonesia sekaligus mendorong dunia usaha bertransformasi menuju praktik bisnis yang lebih ramah lingkungan dan berdaya saing global.
Belajar dari Pengalaman Program PROPER
Dalam pembahasan tersebut, para pihak juga menelaah pengalaman Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER) yang telah dijalankan pemerintah sejak 1995.
Selama tiga dekade terakhir, PROPER menjadi instrumen utama pemerintah untuk memantau kinerja lingkungan perusahaan melalui indikator yang transparan dan terukur.
Hasil evaluasi program ini kemudian dipublikasikan kepada masyarakat dalam bentuk peringkat kinerja lingkungan korporasi.
Pengalaman panjang PROPER dinilai dapat menjadi fondasi penting dalam merancang sistem peringkat ESG korporasi yang lebih komprehensif, berbasis data, dan selaras dengan standar global keberlanjutan.
Dorong Perusahaan Menuju Praktik Bisnis Berkelanjutan
Kepala UI GreenMetric, Dr. Vishnu Juwono, mengatakan kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup merupakan langkah strategis untuk memperkuat sistem penilaian keberlanjutan perusahaan di Indonesia.
Menurut Vishnu, pengembangan peringkat ESG perusahaan diharapkan dapat mendorong korporasi tidak hanya memenuhi standar kepatuhan lingkungan, tetapi juga mengadopsi praktik keberlanjutan yang lebih maju.
“Melalui sistem pemeringkatan yang kuat, perusahaan dapat memahami risiko lingkungan dan perubahan iklim secara lebih komprehensif.
Hal ini juga akan meningkatkan daya saing mereka dalam ekonomi global yang semakin berorientasi pada pembangunan rendah karbon,” ujarnya dalam siaran pers, Selasa (10/3/2026).
Perkuat Transparansi dan Akuntabilitas Lingkungan
Dari sisi pemerintah, Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH, Dr. Rasio Ridho Sani, menegaskan bahwa PROPER selama ini menjadi instrumen penting dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kinerja lingkungan perusahaan.
Ia menyambut baik kolaborasi dengan UI GreenMetric untuk memperluas pendekatan berbasis data dalam mendorong peningkatan kinerja lingkungan sektor usaha.
Menurut Rasio, sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan sektor bisnis merupakan faktor penting untuk memperkuat tata kelola lingkungan serta mempercepat transisi menuju ekonomi hijau di Indonesia.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Ekonomi Rendah Karbon
Kolaborasi pengembangan peringkat ESG korporasi di Indonesia ini melibatkan sejumlah peneliti dari UI GreenMetric, di antaranya Vishnu Juwono, Dr. Abellia Anggi Wardani, Rahmi, Sabrina Hikmah Ramadianti, dan Riska Putri Hariyadi.
Sementara dari pihak Kementerian Lingkungan Hidup hadir Rasio Ridho Sani dan Sena Pradipta.
Kerja sama lintas sektor ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem sustainability perusahaan, sekaligus mempercepat transformasi menuju ekonomi rendah karbon dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. (TR Network)


Komentar