JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan target ambisius untuk membawa Jakarta masuk 50 besar kota global dunia pada 2029, dengan menempatkan prinsip keberlanjutan sebagai fondasi utama pembangunan.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat menghadiri peluncuran Indonesia City Investment Accelerator (ICIA) dalam rangkaian Indonesia Economic Summit (IES) di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Selasa (3/2).
Pramono menegaskan, transformasi Jakarta tidak hanya berorientasi pada peningkatan peringkat global, tetapi juga diarahkan untuk membentuk kota yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan.
“Saat ini peringkat Jakarta berada di posisi ke-71, naik dari sebelumnya peringkat ke-74. Tahun ini kami menargetkan bisa menembus peringkat di atas 60 sebagai pijakan menuju 50 besar kota global berkelanjutan pada 2029,” ujar Pramono.
Tiga Pilar Kota Global Berkelanjutan
Untuk mencapai target tersebut, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan tiga pilar utama pembangunan, yakni pembangunan infrastruktur berkelanjutan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penciptaan ekosistem bisnis yang transparan dan terbuka.
Menurut Pramono, keberlanjutan dan kepercayaan publik internasional merupakan dua faktor yang saling terkait dan menentukan daya saing kota global.
“Kami ingin masyarakat internasional dan investor memiliki kepercayaan terhadap Jakarta. Keberlanjutan adalah kunci untuk menjaga kepercayaan itu dalam jangka panjang,” tegasnya.
Ekonomi Tangguh di Tengah Ketidakpastian Global
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kinerja ekonomi Jakarta tetap menunjukkan ketahanan. Pada triwulan III 2025, ekonomi Jakarta tumbuh 4,96 persen secara tahunan, mencerminkan kemampuan Jakarta menjaga stabilitas di tengah tekanan global dan tantangan perkotaan.
Realisasi investasi juga mencatatkan tren positif. Sepanjang 2025, investasi kumulatif di Jakarta mencapai 16,9 miliar dolar AS, atau meningkat sekitar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Capaian ini menjadi indikator kuat tingginya kepercayaan dunia usaha terhadap arah pembangunan Jakarta.
Transportasi Publik dan TOD sebagai Fondasi Keberlanjutan
Penguatan transportasi publik menjadi strategi utama Jakarta dalam mewujudkan kota global berkelanjutan.
Pemprov DKI Jakarta terus memperluas jaringan MRT dan LRT, serta mengembangkan layanan Transjakarta hingga kawasan Bodetabek.
Langkah ini tidak hanya meningkatkan mobilitas warga, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi dan memperkuat konektivitas regional.
Upaya tersebut menempatkan Jakarta di peringkat ke-17 dari 50 kota dunia dalam kategori sistem transportasi publik versi survei Time Out 2025.
“Transportasi publik adalah tulang punggung kota global berkelanjutan. Peringkat ini menunjukkan bahwa arah kebijakan Jakarta sudah tepat,” kata Pramono.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta mengembangkan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) seperti Blok M Hub, serta memperluas akses hunian layak melalui program perumahan dan rumah susun.
Menarik Investasi Berorientasi Keberlanjutan
Di sektor investasi, Pemprov DKI Jakarta meluncurkan Jakarta Investment Master Plan 2025–2045, menyederhanakan 44 jenis perizinan usaha, serta memberikan insentif bagi investor yang mengedepankan prinsip keberlanjutan.
Berbagai inisiatif, seperti Jakarta Investment Festival dan Investment Project Ready-to-Offer, dijalankan untuk memperkuat posisi Jakarta sebagai tujuan investasi perkotaan berkelanjutan.
Pemprov DKI Jakarta juga memperkenalkan Jakarta Collaboration Fund sebagai mekanisme pembiayaan inovatif untuk mendukung proyek strategis tanpa membebani anggaran daerah.
“Jakarta Collaboration Fund bukan sekadar instrumen pembiayaan, tetapi fondasi ketahanan fiskal dan keberlanjutan pembangunan Jakarta,” jelas Pramono.
Menuju Kota Global yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan
Pramono berharap peluncuran ICIA dan forum IES dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan mitra pembangunan internasional.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat terbentuknya ekosistem investasi perkotaan yang berkelanjutan, sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045.
“Tujuan kami jelas, membangun Jakarta sebagai kota global yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (TR Network)
































