News
Beranda / News / 16 Tokoh dan Kelompok Pelestari Alam Raih Kalpataru 2026

16 Tokoh dan Kelompok Pelestari Alam Raih Kalpataru 2026

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Jumhur Hidayat secara simbolis menyerahkan Penghargaan Kalpataru 2026 kepada 16 individu dan kelompok yang dinilai berjasa dalam menjaga, merawat, serta memulihkan lingkungan hidup Indonesia. Foto KLH

JAKARTA – Di tengah tantangan krisis iklim global yang semakin kompleks, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menganugerahkan Penghargaan Kalpataru 2026 kepada 16 individu dan kelompok yang dinilai berjasa dalam menjaga, merawat, serta memulihkan lingkungan hidup Indonesia.

Penghargaan tertinggi negara di bidang lingkungan ini menjadi bukti bahwa aksi nyata dari masyarakat di berbagai daerah mampu memberikan dampak ekologis yang besar dan mendapat pengakuan di tingkat nasional.

Penganugerahan yang bertepatan dengan pembukaan pameran teknologi lingkungan INVIROTECH 2026 di Jakarta, pada 11 Juni 2026 tersebut juga menegaskan komitmen KLH/BPLH dalam memperkuat kolaborasi bersama para pejuang lingkungan untuk mewujudkan Indonesia yang berkelanjutan.

Selama lebih dari empat dekade, Kalpataru telah menjadi simbol penghormatan tertinggi bagi mereka yang berada di garis depan pelestarian lingkungan hidup.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa para penerima Kalpataru merupakan sosok yang telah memberikan teladan nyata dan melampaui tugas biasa dalam menjaga kelestarian alam demi masa depan bangsa.

Keajaiban Konservasi: Bayi Gajah Sumatera Lahir di Jantung Hutan Tesso Nilo

“Kalpataru adalah orang-orang yang berjasa untuk lingkungan. Kalpataru berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti pohon harapan dan pohon kehidupan. Karena itu, kita terus berutang semangat kepada mereka yang telah mengabdikan diri untuk menjaga lingkungan hidup,” ujar Jumhur.

Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah mengubah kekaguman publik terhadap para pejuang lingkungan menjadi gerakan massal yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Inspirasi yang lahir dari berbagai daerah harus mampu mendorong lebih banyak pihak untuk terlibat dalam aksi nyata menjaga lingkungan.

Untuk memperluas dampak gerakan tersebut, KLH/BPLH melakukan transformasi penghargaan melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Nomor 15 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pemberian Penghargaan Kalpataru.

Regulasi tersebut menghadirkan tiga kategori utama, yakni Kalpataru Adya, Kalpataru Lestari, dan Kalpataru Yuvan, yang dirancang untuk memperluas partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat regenerasi pejuang lingkungan lintas generasi.

Salah satu penerima Kalpataru Lestari 2026 berasal dari Papua. Kelompok Tani Hutan Sadar Sendiri yang diwakili oleh  menunjukkan bahwa kearifan lokal mampu menjadi benteng utama dalam menjaga ekosistem dan hutan adat.

Pembudidaya Ikan di Denpasar Kini Didorong Kuasai “Marketplace”

“Kami berfokus pada pengembangan gaharu, mulai dari pembibitan, budidaya, penanaman, hingga inovasi produk turunannya yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Upaya ini kami jalankan secara konsisten sebagai bagian dari pelestarian lingkungan sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata John.

Ia menjelaskan bahwa perjuangan kelompoknya menjaga hutan membutuhkan waktu panjang dan konsistensi tinggi. Setelah hampir satu dekade berproses, Kalpataru Lestari 2026 menjadi penghargaan Kalpataru kedua yang berhasil diraih kelompok tersebut.

“Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus menjaga hutan dan mengembangkan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui Penghargaan Kalpataru 2026, KLH/BPLH mengajak seluruh elemen bangsa untuk meneladani langkah para pahlawan lingkungan tersebut dan mengubah kepedulian menjadi aksi nyata demi masa depan Indonesia yang lebih hijau, lestari, dan berkelanjutan. (TR Network)

Ikuti Whatsapp Channel TROPIS di sini

Menjaga “Taksu” di Era Algoritma: Tantangan Bali Menjaga Batas Sakral dan Digital

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *