Ekonomi
Beranda / Ekonomi / Pembudidaya Ikan di Denpasar Kini Didorong Kuasai “Marketplace”

Pembudidaya Ikan di Denpasar Kini Didorong Kuasai “Marketplace”

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PBM) Universitas Warmadewa melakukan pendampingan intensif bagi kelompok pembudidaya ikan di Kelurahan Penatih, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar. Ist

DENPASAR — Pelaku usaha perikanan darat kini tidak lagi hanya dituntut andal dalam urusan teknis kolam, tetapi juga harus cakap memanfaatkan ekosistem digital.

Guna mendorong daya saing tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PBM) Universitas Warmadewa melakukan pendampingan intensif bagi kelompok pembudidaya ikan di Kelurahan Penatih, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar.

Program yang telah diimplementasikan sejak Rabu (8/5/2026) lalu ini mengombinasikan dua aspek krusial dari hulu ke hilir, yakni penerapan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) serta Transformasi Digital Pemasaran.

Ketua Tim Pengabdian yang juga dosen Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi Universitas Warmadewa, Gede Agus Surya Pratama, S.St.Pi., M.P., menegaskan bahwa penguasaan teknologi digital sudah menjadi kebutuhan mendesak bagi pemulihan dan penguatan ekonomi sektor perikanan budidaya rakyat.

“Penerapan standar kualitas melalui CBIB sangat penting untuk menghasilkan produk perikanan yang bermutu, aman dikonsumsi, dan berdaya saing tinggi. Namun, jaminan mutu saja tidak cukup di era sekarang. Kemampuan pemasaran digital menjadi kunci agar pelaku usaha mampu menjangkau pasar yang lebih luas dan menaikkan nilai ekonomi produknya,” ujar Gede Agus Surya Pratama saat diwawancarai di Denpasar, Kamis (11/6/2026).

Indonesia Bidik Investasi Global untuk Konservasi Taman Nasional

Rangkaian program pengabdian ini diwujudkan melalui observasi lapangan dan pendampingan teknis langsung pada unit-unit budidaya milik kelompok masyarakat. Pada sisi hulu, para pembudidaya dibekali edukasi komprehensif mengenai pengelolaan kualitas air, manajemen kesehatan ikan, efisiensi pakan, biosekuriti, hingga tertib pencatatan administrasi budidaya yang mengacu pada standar Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Sementara pada sisi hilir, tim akademisi memberikan pelatihan transformasi digital. Materi yang diberikan mencakup strategi pemanfaatan media sosial, pembuatan konten promosi yang memikat, teknik penggunaan marketplace, hingga cara membangun branding usaha secara mandiri di ruang siber.

Guna mendukung keberlanjutan praktik di lapangan, universitas juga menyerahkan sejumlah bantuan sarana pendukung produksi kepada kelompok pembudidaya setempat.

Kegiatan yang dirancang secara interaktif ini memantik antusiasme warga. Melalui diskusi dua arah dan praktik langsung, para peternak ikan dapat mengurai berbagai tantangan riil yang mereka hadapi sehari-hari, baik dari segi hambatan teknis pembesaran ikan maupun kendala serapan pasar.

Langkah taktis ini turut dikawal oleh Penyuluh Perikanan Kota Denpasar, I Putu Agus Anggira Wijana, S.Pi. Kehadiran penyuluh lapangan ini memperkuat sinergi pasca-pelatihan, sekaligus memastikan bahwa standardisasi CBIB dan pemanfaatan platform digital dapat terus dipraktikkan secara konsisten oleh kelompok masyarakat.

Boom Nikel Indonesia Dibayar Mahal oleh Pekerja dan Lingkungan

Melalui program Tri Dharma Perguruan Tinggi ini, komitmen dalam mendorong pembangunan sektor perikanan yang berkelanjutan diharapkan mampu bermuara pada peningkatan kompetensi, produktivitas, dan pendapatan riil para pembudidaya ikan di Denpasar Timur. (TR Network)

Ikuti Whatsapp Channel TROPIS di sini

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *