Ekonomi
Beranda / Ekonomi / Asia Kuasai Pangan Laut Dunia, Produksi Akuakultur Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

Asia Kuasai Pangan Laut Dunia, Produksi Akuakultur Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

Budidaya Ikan dengan sistem Akuakultur. Arsip

BANGKOK – Asia semakin mengukuhkan posisinya sebagai pusat produksi pangan perairan dunia.

Laporan terbaru Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) mengungkapkan bahwa produksi global hewan perairan dan alga mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah, yakni 235 juta ton pada 2024, dengan Asia menjadi motor utama pertumbuhan tersebut.

Laporan The State of World Fisheries and Aquaculture 2026 yang diluncurkan dalam Konferensi Our Ocean di Mombasa, Kenya, menunjukkan bahwa Asia menyumbang 76 persen dari total produksi global hewan perairan dan alga. Dari total 179 juta ton yang diproduksi kawasan ini pada 2024, sekitar 130 juta ton berasal dari sektor akuakultur atau budidaya perairan.

Data FAO menunjukkan bahwa akuakultur telah menjadi mesin utama pertumbuhan sektor perikanan dunia. Dalam kurun 2000–2024, produksi hewan perairan budidaya meningkat hingga 70 juta ton secara global, dengan Asia berkontribusi sekitar 90 persen dari pertumbuhan tersebut dan mempertahankan laju pertumbuhan rata-rata 5 persen per tahun.

Selain mendominasi produksi hewan perairan, Asia juga hampir memonopoli produksi alga dunia. Pada 2024, kawasan ini menghasilkan 97 persen dari total produksi global yang mencapai hampir 40 juta ton.

Menguji Daulat Pangan di Atas Tanah Plastik

“Kepemimpinan Asia dalam produksi pangan perairan mencerminkan investasi selama beberapa dekade dalam akuakultur, inovasi, dan penguatan rantai nilai,” ujar Alue Dohong, Asisten Direktur Jenderal sekaligus Perwakilan Regional FAO untuk Asia dan Pasifik, pada 16 Juni 2026.

Menurutnya, meningkatnya permintaan global terhadap pangan perairan akan semakin memperkuat peran Asia dalam menjaga stabilitas pasokan pangan dunia sekaligus menopang mata pencaharian jutaan masyarakat.

Akuakultur Jadi Penggerak Utama

Selama dua dekade terakhir, produksi akuakultur Asia meningkat lebih dari dua kali lipat hingga mencapai 91,5 juta ton pada 2024. Pertumbuhan tersebut terkonsentrasi di sejumlah negara produsen utama.

China masih menjadi raksasa akuakultur dunia dengan produksi 57,6 juta ton hewan perairan budidaya. Posisi berikutnya ditempati India, Indonesia, Vietnam, dan Bangladesh yang terus memperkuat kapasitas produksi mereka.

Pemimpin Perikanan Tangkap Dunia

Dominasi Asia tidak hanya terjadi pada sektor budidaya. Kawasan ini juga memimpin produksi perikanan tangkap laut dan perairan darat dunia, masing-masing menyumbang 63 persen dan 51 persen dari total produksi global.

Merawat Asa Teh Ong, Minuman Probiotik Khas Bali yang Menolak Punah

Dalam sektor perikanan tangkap laut, lima negara Asia terbesar—China, Indonesia, India, Vietnam, dan Jepang—menyumbang sekitar 37 persen produksi global.

Sementara itu, produksi perikanan perairan darat Asia mencapai 7,8 juta ton pada 2024. India, Bangladesh, China, Myanmar, dan Indonesia menjadi kontributor utama dengan total 50 persen dari produksi global sektor tersebut.

Konsumsi Tertinggi dan Penopang Ketahanan Pangan

Laporan FAO juga menegaskan pentingnya pangan berbasis hewan perairan dalam mendukung ketahanan pangan global. Pada 2023, rata-rata ketersediaan pangan perairan dunia mencapai 21,1 kilogram per kapita per tahun.

Asia mencatat angka tertinggi dengan 26,3 kilogram per kapita, jauh melampaui rata-rata global. Kawasan ini juga menyumbang hampir tiga perempat dari total ketersediaan pangan hewan perairan untuk konsumsi manusia di dunia.

Maladewa menjadi negara dengan konsumsi per kapita tertinggi, mencapai 87 kilogram per tahun. Posisi berikutnya ditempati Hong Kong, Malaysia, Makau, dan Korea Selatan.

16 Tokoh dan Kelompok Pelestari Alam Raih Kalpataru 2026

Jutaan Lapangan Kerja dan Kekuatan Ekspor

Perikanan dan akuakultur global menopang sekitar 600 juta mata pencaharian di sepanjang rantai nilai. Dari 65,3 juta pekerja yang terlibat langsung di sektor primer pada 2024, sebanyak 85 persen berada di Asia.

India menjadi negara dengan tenaga kerja terbesar di sektor ini, mencapai 17 juta orang, disusul China dengan 11 juta pekerja. Bangladesh, Indonesia, dan Vietnam juga masuk dalam lima besar dunia.

Di bidang perdagangan, Asia menyumbang 34 persen nilai ekspor global produk hewan perairan. China memimpin dengan nilai ekspor mencapai USD20 miliar pada 2024, diikuti Vietnam, India, Thailand, dan Indonesia.

Kawasan ini juga mengoperasikan armada perikanan terbesar di dunia. Pada 2024, terdapat sekitar 3,4 juta kapal perikanan di Asia atau setara 72 persen dari total armada global yang diperkirakan mencapai 4,7 juta kapal.

Asia Diproyeksikan Tetap Mendominasi

FAO memperkirakan dominasi Asia dalam sistem pangan perairan global akan terus berlanjut hingga satu dekade mendatang. Pada 2034, kawasan ini diproyeksikan menghasilkan 72 persen produksi hewan perairan dunia dengan pertumbuhan sekitar 10 persen dibandingkan saat ini.

“Asia akan terus memainkan peran sentral dalam sistem pangan perairan global. Namun mempertahankan kepemimpinan ini memerlukan investasi berkelanjutan pada akuakultur yang berkelanjutan, perikanan yang bertanggung jawab, dan rantai nilai yang tangguh,” kata Alue Dohong.

Temuan ini menegaskan bahwa masa depan pasokan pangan laut dunia semakin bergantung pada kemampuan Asia menjaga produktivitas, keberlanjutan, dan ketahanan sektor perikanan serta akuakultur di tengah meningkatnya kebutuhan pangan global. (TR Network)

Ikuti Whatsapp Channel TROPIS di sini

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *