MANILA — Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) menerbitkan green bond senilai USD100 juta untuk meningkatkan kesadaran global terhadap ancaman pencairan gletser di Asia yang semakin cepat akibat perubahan iklim.
Obligasi hijau berjangka lima tahun tersebut diatur oleh BNP Paribas dan Morgan Stanley, serta akan dicatatkan di Luxembourg Green Exchange (LGX).
Dana yang dihimpun akan digunakan sesuai dengan kerangka Green and Blue Bond ADB, untuk membiayai proyek-proyek yang memperkuat ketahanan iklim dan pengelolaan sumber daya air di Asia.
Wakil Presiden ADB untuk Keuangan dan Manajemen Risiko, Roberta Casali, menegaskan bahwa gletser merupakan salah satu sistem alam paling penting sekaligus paling rentan terhadap perubahan iklim di kawasan Asia.
“Penyusutan gletser yang semakin cepat mengubah aliran sungai, meningkatkan risiko bencana, serta mengancam ketahanan air dan mata pencaharian ratusan juta orang,” ujarnya pada Rabu (4/3/2026).
Menopang Air bagi 2 Miliar Penduduk Asia
ADB mencatat bahwa cekungan sungai yang bersumber dari gletser dan salju menopang kebutuhan air sekitar dua miliar penduduk Asia. Namun peningkatan suhu global mempercepat penyusutan gletser dan mengubah pola curah salju di wilayah pegunungan.
Perubahan ini memicu dua ancaman besar sekaligus:
– Risiko banjir dalam jangka pendek, termasuk banjir dari danau glasial.
– Krisis air dalam jangka panjang, terutama di Asia Selatan serta Asia Tengah dan Barat.
Karena itu, investasi pada infrastruktur tahan iklim, sistem peringatan dini, dan pengelolaan air yang tangguh dinilai semakin mendesak.
Dukung Infrastruktur Tahan Iklim
Melalui program green bond tersebut, ADB akan mendanai berbagai proyek seperti:
– Infrastruktur yang tahan terhadap perubahan iklim
– Pengelolaan sumber daya air terpadu
– Sistem peringatan dini bencana
– Program pengurangan risiko bencana
– Penguatan ketahanan masyarakat di wilayah pegunungan tinggi
Pembiayaan ini juga melengkapi berbagai inisiatif ADB yang berfokus pada pemantauan gletser, penilaian risiko, serta tata kelola air di kawasan pegunungan Asia, termasuk wilayah Hindu Kush Himalaya dan Asia Tengah.
Sudah Himpun $15 Miliar Sejak 2015
Sejak meluncurkan program obligasi hijau pada 2015, ADB telah menghimpun sekitar 15 miliar dolar AS untuk mendukung berbagai proyek mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di kawasan Asia dan Pasifik.
Didirikan pada 1966, ADB merupakan bank pembangunan multilateral yang dimiliki 69 negara anggota, termasuk 50 negara dari kawasan Asia-Pasifik, yang berfokus pada pembangunan berkelanjutan, pengentasan kemiskinan, dan perlindungan lingkungan.
Penerbitan obligasi hijau ini menegaskan bahwa krisis pencairan gletser kini menjadi ancaman nyata bagi ketahanan air, energi, dan pangan di Asia. (TR Network)
