Site icon Tropis.id

PLTS Desa Digenjot, Danantara Amankan Investasi Rp23 Triliun

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Arsip

JAKARTA — Upaya mempercepat transisi energi di Indonesia mulai bergerak cepat.

Badan Pengelola Investasi Danantara mengungkapkan telah menerima investasi besar senilai USD1,4 miliar atau sekitar Rp23,66 triliun untuk membangun pabrik perangkat pendukung pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 50 gigawatt (GW).

Kepala Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, pabrik raksasa tersebut ditargetkan selesai pada akhir 2026 dan akan menjadi tulang punggung produksi komponen PLTS dalam negeri.

Keberadaan fasilitas ini juga diharapkan mempercepat rencana pemerintah membangun PLTS di berbagai desa di Indonesia.

“Investasi itu sudah masuk. Pabriknya bernilai USD1,4 miliar dengan kapasitas produksi 50 gigawatt dan ditargetkan selesai tahun ini. Investasi ini akan membantu kita menggunakan produksi dalam negeri untuk proyek percepatan PLTS,” kata Rosan usai rapat terbatas percepatan transisi energi bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Kejar Target 2032, Energi Nuklir Didorong Masuk Proyek Strategis Nasional

Satgas Transisi Energi Dibentuk

Rapat terbatas tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat penting, antara lain Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Direktur Utama PT Pindad Sigit P. Santosa, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.

Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo memutuskan membentuk satuan tugas (Satgas) percepatan transisi menuju energi baru terbarukan (EBT) yang dipimpin oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah ingin mempercepat peralihan dari energi fosil menuju energi bersih, sekaligus memperluas akses listrik ramah lingkungan hingga ke desa-desa.

Prototipe PLTS Desa Sudah Dibangun

Rosatom Rusia Siap Bangun Pembangkit Nuklir di Kalimantan

Sebagai tahap awal, Danantara telah membangun prototipe PLTS berkapasitas 1 megawatt (MW) di Sumenep, Madura, Jawa Timur. Proyek percontohan tersebut akan menjadi model sebelum program PLTS desa diperluas secara nasional.

“Prototipe ini akan ditinjau langsung oleh tim dari ESDM maupun Kementerian Pendidikan Tinggi untuk kemudian bisa di-roll out ke daerah lain,” jelas Rosan.

Presiden Minta Skema Pendanaan Kreatif

Dalam rapat yang sama, Presiden Prabowo juga meminta Danantara menyiapkan berbagai skema pembiayaan inovatif untuk pembangunan PLTS di desa.

Menurut Rosan, pemerintah membuka peluang kolaborasi dengan perusahaan dalam negeri maupun swasta global yang memiliki teknologi panel surya dan baterai.

ADB Kucurkan Rp42,9 Triliun Biayai Transisi Energi di Indonesia

“Presiden meminta kami mempelajari berbagai struktur pendanaan, bekerja sama dengan entitas domestik maupun swasta yang memiliki teknologi dan kemampuan di bidang tenaga surya dan baterai,” ujarnya.

Jika rencana ini berjalan sesuai target, pembangunan pabrik dan proyek PLTS desa diperkirakan akan mendorong industri energi surya nasional sekaligus mempercepat pemerataan listrik bersih di Indonesia. (TR Network)

Ikuti Whatsapp Channel TROPIS di sini

Exit mobile version