Site icon Tropis.id

Saat Daun Menjadi Peta Air: Cara NTT Mengedukasi Masyarakat tentang DAS

DAS Kambaniru, di Kabupaten Sumba Timur, salah satu Daerah Aliran Sungai terbesar di Nusa Tenggara Timur (NTT). Arsip

KUPANG — Upaya meningkatkan literasi lingkungan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dilakukan dengan cara yang tidak biasa.

Melalui pendekatan sederhana bernama “konsep daun”, masyarakat diajak memahami bagaimana daerah aliran sungai (DAS) bekerja dalam menjaga ketersediaan air dan keseimbangan ekosistem.

Metode edukasi ini diperkenalkan oleh Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDAS HL) Benain Noelmina NTT, Kludolfus Tuames.

Ia menjelaskan bahwa konsep tersebut memanfaatkan analogi selembar daun untuk menggambarkan sistem aliran air dalam suatu wilayah.

Menurut Dolfus, daerah aliran sungai (DAS) merupakan wilayah daratan yang dibatasi oleh batas-batas alam seperti punggung bukit atau pegunungan.

Urban Farming Mampu Tekan Stunting di Indonesia

Wilayah ini berfungsi menampung, menyimpan, dan mengalirkan air hujan hingga akhirnya keluar melalui satu titik yang disebut outlet.

Namun, istilah teknis seperti DAS sering kali terasa rumit bagi masyarakat. Karena itu, pendekatan visual menggunakan daun dipilih agar konsep tersebut lebih mudah dipahami.

“Banyak orang belum memahami secara jelas apa itu DAS. Karena itu saya menggunakan daun sebagai media sederhana agar masyarakat lebih mudah memahami bagaimana air ditampung, disimpan, dan dialirkan dalam suatu wilayah,” ujar Dolfus dalam keterangannya di NTT, Senin (16/3/2026).

Konsep Daun untuk Memahami Daerah Aliran Sungai

Dalam analogi tersebut, bagian pinggir daun diibaratkan sebagai batas wilayah DAS. Sementara cabang-cabang tulang daun menggambarkan anak-anak sungai yang mengalir menuju tulang daun utama, yang dianalogikan sebagai sungai utama dalam sistem DAS.

Adapun tangkai daun diibaratkan sebagai titik keluarnya aliran air atau outlet.

Kabut Asap Mengintai Jalur Mudik Sumatera: 49 Hotspot Muncul di Riau

Jika tangkai daun berada di bagian tengah daun, kondisi tersebut menggambarkan DAS yang alirannya bermuara ke danau.

Sebaliknya, jika tangkai daun berada di ujung daun, maka aliran air digambarkan mengalir hingga bermuara ke laut.

Melalui pendekatan visual ini, masyarakat diharapkan lebih mudah memahami bagaimana air hujan ditampung, disimpan, dan dialirkan dalam suatu bentang alam.

Ribuan DAS Membentuk Sistem Air di NTT

Dolfus menjelaskan bahwa di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terdapat 3.991 daerah aliran sungai yang membagi seluruh wilayah daratan.

Artinya, hampir semua aktivitas manusia di provinsi tersebut berlangsung di dalam sistem DAS.

Laut Memanas, Stok Ikan Global Terancam

“Semua aktivitas manusia berada dalam sistem DAS. Karena itu pengelolaan wilayah ini menjadi tanggung jawab bersama. Bumi ini hanya satu sehingga kita semua memiliki kewajiban untuk merawat dan menjaganya,” katanya.

Menariknya, sebagian besar DAS di NTT bukanlah sungai besar. Sekitar 98 persen DAS di provinsi ini tergolong kecil hingga sangat kecil. Meski berukuran kecil, perannya tetap penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, siklus air, dan ketersediaan sumber daya air.

Lima DAS Utama di NTT

Selain ribuan DAS kecil, NTT juga memiliki beberapa DAS utama yang menjadi penopang sistem hidrologi wilayah, yakni:

– DAS Benain, melintasi Kabupaten Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, Malaka, dan Belu
– DAS Noelmina, berada di Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Kupang
– DAS Kambaniru, di Kabupaten Sumba Timur
– DAS Aesesa, di Kabupaten Ngada
– DAS Jamal, di Kabupaten Manggarai Barat

Pendekatan konsep daun ini menunjukkan bahwa edukasi lingkungan tidak selalu harus menggunakan istilah ilmiah yang rumit.

Dengan cara yang sederhana dan visual, masyarakat dapat memahami bahwa setiap aktivitas manusia pada akhirnya akan memengaruhi kesehatan daerah aliran sungai (DAS).

Kesadaran tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat pengelolaan DAS, perlindungan hutan, serta keberlanjutan sumber air di Nusa Tenggara Timur. (TR Network)

Ikuti Whatsapp Channel TROPIS di sini

Exit mobile version