Iklim
Beranda / Iklim / 1.737 Regulasi Iklim Diteliti, Hanya 28 yang Benar-Benar Ampuh Kurangi Emisi

1.737 Regulasi Iklim Diteliti, Hanya 28 yang Benar-Benar Ampuh Kurangi Emisi

Kebijakan Pajak karbon. Ilustrasi

JAKARTA – Setelah puluhan tahun negara-negara di dunia berlomba membuat kebijakan iklim, sebuah studi terbaru mengungkap fakta mengejutkan: dari ribuan kebijakan yang diterapkan, hanya sebagian kecil yang terbukti benar-benar efektif menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK).

dilansir dari Phys.org, Jumat (13/3/2026), penelitian tersebut menganalisis 1.737 kebijakan iklim di 40 negara selama 32 tahun dan menemukan hanya 28 kebijakan dengan bukti kuat mampu mengurangi emisi secara konsisten.

Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun aksi iklim global meningkat drastis dalam dua dekade terakhir, tidak semua kebijakan memberikan dampak nyata terhadap penurunan emisi.

Sejak tahun 2000, jumlah kebijakan iklim di berbagai negara bahkan meningkat hingga empat kali lipat. Beberapa basis data mencatat lonjakan hingga 15 kali lipat dalam periode yang sama.

Namun, di tengah banyaknya regulasi tersebut, para peneliti mencoba menjawab pertanyaan mendasar: kebijakan mana yang benar-benar efektif menekan emisi?

Indonesia Mulai Terpanggang: Suhu Tembus 37°C

Pajak Karbon Jadi Instrumen Paling Kuat

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan penetapan harga karbon menjadi salah satu instrumen paling kuat untuk menekan emisi.

Terdapat delapan kebijakan utama terkait harga karbon, antara lain: pajak karbon, skema perdagangan emisi, biaya kemacetan kendaraan dan cukai bahan bakar fosil.

Dampak kebijakan ini terbukti kuat bahkan ketika dikontrol dengan kebijakan lain. Temuan tersebut sekaligus membantah anggapan bahwa harga karbon hanya terlihat efektif karena didukung kebijakan tambahan.

Standar Energi dan Regulasi Bangunan

Selain harga karbon, para peneliti juga menemukan lima kebijakan efisiensi energi yang secara konsisten mampu menurunkan emisi.
Kebijakan tersebut meliputi: kode efisiensi energi bangunan, standar emisi udara, standar kinerja energi minimum dan pembatasan kecepatan kendaraan di jalan raya.

Langkah-langkah ini dinilai efektif karena langsung menekan konsumsi energi, yang menjadi salah satu sumber utama emisi.

Ribuan Pohon Mangrove di Riau Tumbang, Arangnya Diselundupkan ke Malaysia

Energi Terbarukan dan Investasi Riset

Studi tersebut juga mengidentifikasi 11 kebijakan yang berkaitan dengan pengembangan energi baru terbarukan (EBT) serta pendanaan riset teknologi energi bersih.

Beberapa di antaranya mencakup: perencanaan ekspansi energi terbarukan, skema lelang proyek EBT, dukungan investasi teknologi energi bersih.

Termasuk penelitian di bidang: penangkapan karbon, energi nuklir, hidrogen hingga efisiensi energi.

Transparansi Emisi Dorong Akuntabilitas

Selain kebijakan ekonomi dan teknologi, penelitian ini juga menyoroti pentingnya transparansi emisi.

Terdapat tiga kebijakan terkait pelaporan emisi gas rumah kaca yang terbukti memberikan dampak signifikan karena mendorong perusahaan dan sektor industri lebih bertanggung jawab terhadap jejak karbon mereka.

Konservasi Satwa Langka: Presiden Prabowo Terbitkan Instruksi Khusus

Selain itu, pengurangan subsidi bahan bakar fosil di sektor transportasi juga terbukti mampu menekan emisi secara nyata.

Bukan Banyaknya Kebijakan, Tapi Efektivitasnya

Hasil studi ini memberikan pesan penting bagi pembuat kebijakan di seluruh dunia: jumlah kebijakan iklim yang banyak tidak otomatis menurunkan emisi.

Sebaliknya, kombinasi kebijakan seperti harga karbon, standar energi, investasi energi terbarukan, dan transparansi emisi terbukti menjadi strategi paling efektif untuk mengurangi emisi global.

Di tengah ancaman krisis iklim yang semakin serius, penelitian ini menegaskan bahwa yang dibutuhkan dunia bukan sekadar lebih banyak kebijakan iklim, tetapi kebijakan yang benar-benar bekerja. (TR Network)

Ikuti Whatsapp Channel TROPIS di sini

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *