Site icon Tropis.id

Danau-Danau Suci di Bali Terancam oleh Ekspansi Pariwisata dan Pertanian

Danau Buyan, salah satu danau suci di Bali yang kini terancam oleh ekpansi Pariwisata dan Pertanian. Arsip

JAKARTA — Danau-danau suci di Bali yang selama berabad-abad dihormati sebagai sumber kehidupan dan pusat spiritual masyarakat kini menghadapi tekanan baru.

Pesatnya perkembangan pariwisata dan aktivitas pertanian di kawasan sekitar danau dinilai berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem serta mengancam keanekaragaman hayati yang hidup di dalamnya.

Untuk mengungkap kondisi sebenarnya, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Yayasan Biodiversitas Indonesia (Bionesia) melakukan penelitian ilmiah menggunakan teknologi genetika mutakhir.

Riset tersebut berjudul “Menilai Dampak Pariwisata dan Pertanian terhadap Keanekaragaman Hayati Ekosistem Danau-Danau Suci melalui eDNA Metabarcoding.”

Penelitian ini bertujuan memetakan perubahan biodiversitas secara lebih akurat sehingga dapat menjadi dasar ilmiah dalam pengelolaan danau yang berkelanjutan.

Studi: Perdagangan Karbon Lebih Ampuh Tekan Emisi

Teknologi DNA Lingkungan Ungkap Kehidupan Tersembunyi

Dalam studi ini, para peneliti menggunakan teknologi environmental DNA (eDNA) metabarcoding, metode molekuler yang mampu mengidentifikasi organisme dari jejak DNA yang tertinggal di lingkungan seperti air, lumpur, atau sedimen.

Teknik ini memungkinkan ilmuwan mengetahui berbagai spesies yang hidup di suatu ekosistem tanpa harus menangkap atau mengamati organisme tersebut secara langsung.

Kepala Pusat Riset Ekologi BRIN, Asep Hidayat, mengatakan kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kajian ilmiah tentang kesehatan ekosistem di Indonesia.

Menurutnya, pendekatan berbasis data molekuler membuka peluang baru dalam memahami kondisi ekologi secara lebih mendalam.

“Kerja sama ini merupakan momentum penting untuk mengembangkan kajian ecosystem health and integrity. Salah satunya dengan menyiapkan berbagai bioindikator berbasis eDNA untuk menilai kesehatan dan keutuhan ekosistem,” ujarnya di Cibinong, dikutip Selasa (17/3/2026).

Urban Farming Mampu Tekan Stunting di Indonesia

Membangun Bank Data DNA Ekosistem Indonesia

Asep menambahkan bahwa pengembangan indikator kesehatan ekosistem membutuhkan basis data yang kuat dan berkelanjutan.

Melalui penelitian ini, para ilmuwan berupaya membangun bank data DNA biodiversitas yang merepresentasikan berbagai kondisi ekosistem—mulai dari yang masih sehat hingga yang telah mengalami tekanan lingkungan.

Basis data tersebut diharapkan dapat menjadi referensi ilmiah untuk menilai kondisi ekosistem di berbagai wilayah Indonesia.

Selain itu, penelitian ini juga menjadi bagian dari upaya membangun big data ekologi nasional, di mana Pusat Riset Ekologi BRIN diharapkan berperan sebagai simpul integrasi yang menghubungkan berbagai data ekosistem dari beragam mitra penelitian.

Data tersebut nantinya dapat dimanfaatkan dalam perencanaan konservasi, pengelolaan sumber daya alam, hingga penyusunan kebijakan lingkungan berbasis sains.

Kabut Asap Mengintai Jalur Mudik Sumatera: 49 Hotspot Muncul di Riau

Danau Suci Bali: Simbol Spiritual sekaligus Ekosistem Rentan

Direktur Yayasan Biodiversitas Indonesia, Andrianus Sembiring, menjelaskan bahwa riset ini difokuskan pada ekosistem danau di Bali yang memiliki nilai ekologis sekaligus budaya yang sangat penting.

Pulau Bali memiliki empat danau utama yang selama ini dikenal sebagai kawasan sakral sekaligus penopang kehidupan masyarakat, yakni: Danau Batur, Danau Beratan, Danau Buyan dan Danau Tamblingan.

Namun meningkatnya aktivitas manusia di sekitar danau—mulai dari pariwisata, limpasan nutrien dari pertanian, hingga perubahan penggunaan lahan—berpotensi memengaruhi komposisi spesies yang hidup di dalam perairan tersebut.

Melalui pendekatan eDNA metabarcoding, para peneliti berharap dapat memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai spesies yang menghuni ekosistem danau-danau suci tersebut.

“Pada dasarnya kita tidak dapat melindungi atau mengelola suatu ekosistem dengan baik jika belum mengetahui secara jelas keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya,” kata Andrianus.

Sains Genomik untuk Menjaga Warisan Alam

Ke depan, kolaborasi antara BRIN dan Bionesia diharapkan tidak hanya menghasilkan temuan ilmiah baru, tetapi juga membuka peluang riset lanjutan, pertukaran pengetahuan, serta penguatan upaya konservasi.

Dengan pendekatan ilmiah berbasis teknologi genomik, penelitian ini diharapkan memberi kontribusi penting bagi perlindungan ekosistem danau, sekaligus menjaga warisan alam dan spiritual Bali agar tetap lestari di tengah tekanan pembangunan. (TR Network)

Ikuti Whatsapp Channel TROPIS di sini

Exit mobile version