Site icon Tropis.id

Depok Segera Bangun Pabrik Pengolahan Sampah Kapasitas 1.000 Ton Per Hari

Aktivitas pengolahan Sampah di PA Cipayung. Arsip

DEPOK – Status Depok darurat sampah yang selama ini menghantui warga akhirnya dijawab dengan langkah besar.

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok resmi menyiapkan pembangunan pabrik pengolahan sampah berkapasitas 1.000 ton per hari di kawasan TPA Cipayung.

Proyek ini digadang-gadang menjadi solusi permanen atas persoalan sampah yang kian overload, sekaligus mengurangi ketergantungan Depok terhadap TPPAS Nambo.

PKS Dikebut, Target Teken Akhir Februari

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Depok, Reni Siti Nuraeni, memastikan proses kerja sama dengan calon mitra, PT BSA, sudah masuk tahap krusial.

“MoU sudah. Saat ini kami memproses drafting Perjanjian Kerja Sama (PKS),” ujar Reni, Rabu (25/2/2026).

Antroposen dan Dosa Ekologis: Ekoteologi Serukan Pertobatan Kolektif

Tak main-main, Pemkot Depok juga berkoordinasi intensif dengan Kementerian Dalam Negeri terkait substansi Kerja Sama Daerah dengan Pihak Ketiga (KSDPKC).

Tim bahkan telah diterjunkan langsung untuk memastikan seluruh aspek legalitas aman dan tak bermasalah di kemudian hari.

Gandeng Akademisi UI, Hitung Ulang Tipping Fee

Langkah transparansi juga ditempuh. Pemkot menggandeng akademisi dari Universitas Indonesia untuk menghitung ulang skema pembiayaan, khususnya terkait tipping fee yang diajukan calon mitra.

“Kami minta UI menghitung, apakah angka yang ditawarkan itu layak? Terlalu besar, terlalu kecil, atau sudah pas?” jelas Reni.

Selain itu, konsultasi juga dilakukan dengan Kementerian Lingkungan Hidup guna memastikan teknologi yang digunakan sesuai regulasi dan aman, terutama jika ada komponen yang berkaitan dengan ekspor hasil olahan.

Tatar Sunda Menggugat: 16 Tahun RUU Masyarakat Adat Terkatung

Groundbreaking Usai Lebaran, Bangunan Model Hanggar

Jika PKS rampung akhir Februari, maka peletakan batu pertama ditargetkan dilakukan awal Mei 2026, tepat setelah Lebaran.

Bangunan pabrik disebut akan berbentuk hanggar sehingga proses konstruksi relatif cepat. Estimasi pembangunan sekitar enam bulan.

“Kalau mulai Mei, Oktober selesai. Tapi operasional maksimal tahun depan. Tahun ini masih tahap uji coba,” tegas Reni.

Depok Tak Mau Gegabah

Meski kebutuhan penanganan sampah sangat mendesak, DLHK menegaskan proyek ini tidak akan dilakukan secara tergesa-gesa.

“Kami menggunakan aspek kehati-hatian yang komprehensif. Jangan sampai karena dikejar waktu, ada aspek administratif atau teknis yang tertinggal,” pungkasnya.

Bali Lumpuh Diterjang Banjir, Wisatawan Dievakuasi dari Hotel di Kuta

Dengan kapasitas 1.000 ton per hari, pabrik ini diharapkan menjadi titik balik penanganan sampah di Kota Depok.

Jika terealisasi tepat waktu, 2027 bisa menjadi awal era baru: dari kota yang kewalahan oleh sampah, menjadi kota dengan sistem pengolahan modern dan berkelanjutan. (TR Network)

Ikuti Whatsapp Channel TROPIS di sini

Exit mobile version