Site icon Tropis.id

Selamatkan Hutan, Indonesia dan Norwegia Siapkan Dana Miliaran untuk Masyarakat

Hutan hujan Indonesia. Ist

JAKARTA – Pemerintah Indonesia bersama Norwegia kembali memperkuat aksi mitigasi perubahan iklim dengan meluncurkan Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan (Small Grant) Periode Keempat dengan nilai mencapai puluhan bahkan ratusan miliar.

Program ini menjadi instrumen penting untuk mendukung pencapaian target FOLU Net Sink 2030 dan memastikan perlindungan Hutan Indonesia sampai ke tingkat desa.

Peluncuran resmi dilakukan oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Menteri Pembangunan Internasional Norwegia, Asmund Aukrust, di Jakarta, Kamis (12/2/2024).

“Hari ini, dengan bangga bersama Minister Asmund Aukrust, saya meluncurkan Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan yang telah memasuki periode keempat,” ujar Raja Juli Antoni.

Dana Lingkungan Berbasis Hasil, Aksi Nyata di Desa

Program Small Grant merupakan bagian dari skema pendanaan berbasis hasil (Result-Based Contribution), hasil kerja sama Indonesia–Norwegia untuk menekan deforestasi dan memperkuat aksi iklim.

Laut Dijarah, Konsumen Ditipu: FAO Bongkar Praktik Culas di Industri Ikan Senilai Rp3.120 Triliun

Dana disalurkan melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) Kementerian Kehutanan.

“Terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah Norwegia atas kerja sama yang luar biasa melalui mekanisme Result Based Contribution,” kata Menhut.

Hingga saat ini, Norwegia telah menyalurkan USD260 juta (sekitar Rp4,056 triliun) sebagai dukungan atas capaian Indonesia menurunkan laju deforestasi, memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin global dalam perlindungan hutan.

Rp19,31 Miliar Telah Menjangkau 36 Provinsi

Selama tiga periode sebelumnya, program Small Grant telah menyalurkan Rp19,31 miliar kepada 561 kelompok masyarakat dengan total 31.512 penerima manfaat di 36 provinsi.

Penerima manfaat mencakup kelompok perhutanan sosial, generasi muda, pegiat konservasi, hingga komunitas desa yang tinggal di sekitar hutan.

Ekonomi Rendah Karbon: Kekuatan Baru Indonesia Kuasai Asia Tenggara

Program ini menegaskan bahwa aksi pelestarian Hutan Indonesia harus berbasis partisipasi masyarakat.

“Tantangan perubahan iklim nyata dan waktu kita terbatas. Kerja sama seperti ini harus terus diperkuat,” tegas Raja Juli Antoni.

Norwegia Tegaskan Krisis Iklim Butuh Kolaborasi Global

Menteri Asmund Aukrust menegaskan bahwa perubahan iklim adalah krisis global yang tak bisa diatasi oleh satu negara sendiri.

“Kemitraan seperti antara Norwegia dan Indonesia sangat penting. Dukungan harus sampai kepada masyarakat yang hidup paling dekat dengan hutan,” ujarnya.

Fase keempat Small Grant juga menegaskan bahwa dana lingkungan internasional harus menyentuh akar rumput, menjadikan masyarakat desa sebagai aktor utama dalam perlindungan hutan dan mitigasi iklim.

Tanpa LCA dan Hitung Jejak Karbon, Target Net Zero 2060 Hanya Ilusi

Periode Keempat Dibuka: Tiga Tema Strategis

Pengajuan proposal dibuka 12–19 Februari 2026 melalui laman resmi: layanan-dana-masyarakat.bpdlh.id

Masyarakat dapat memilih salah satu dari tiga tema utama:

FOLU Goes to School – Mengajak generasi muda aktif dalam aksi pelestarian lingkungan.

FOLU Terra – Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan berbasis lingkungan.

FOLU Biodiversity – Mendukung perlindungan keanekaragaman hayati dan restorasi ekosistem.

Melalui tiga tema ini, pemerintah membuka partisipasi publik seluas-luasnya, sekaligus memperkuat komitmen Indonesia dalam mencapai FOLU Net Sink 2030 dan menjaga keberlanjutan Hutan Indonesia.

Dari desa hingga tingkat nasional, perjuangan menyelamatkan hutan dan mitigasi perubahan iklim kini menjadi aksi kolektif, didukung dana nyata yang bergerak langsung di akar rumput. (TR Network)

Ikuti Whatsapp Channel TROPIS di sini

Exit mobile version