Energi
Beranda / Energi / FinDev Canada Kucurkan Rp450 Miliar untuk Proyek Rendah Karbon di Indonesia

FinDev Canada Kucurkan Rp450 Miliar untuk Proyek Rendah Karbon di Indonesia

Penandatanganan fasilitas pinjaman antara FinDev Canada dengan PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) pada ajang Canada-in-Asia Conference (CIAC) yang digelar oleh Asia Pacific Foundation of Canada, Rabu (11/2/2026). Ist

JAKARTA – FinDev Canada resmi menancapkan langkah strategis di Indonesia.

Lembaga pembiayaan pembangunan bilateral milik Kanada itu menggelontorkan fasilitas pinjaman senilai USD30 juta (sekitar Rp450 miliar) kepada PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur berkelanjutan dan rendah karbon.

Langkah ini menandai debut FinDev Canada di pasar Indonesia—sebuah sinyal kuat bahwa ekonomi terbesar di Asia Tenggara semakin dipandang sebagai episentrum investasi hijau di kawasan ASEAN.

Indonesia Jadi Target Strategis Investasi Hijau

Penandatanganan fasilitas pinjaman dilakukan dalam ajang Canada-in-Asia Conference (CIAC) yang digelar oleh Asia Pacific Foundation of Canada, Rabu (11/2/2026).

Investasi ini diarahkan untuk memperluas pembiayaan proyek energi terbarukan dan infrastruktur rendah karbon—dua sektor kunci dalam peta jalan transisi energi nasional.

Uni Eropa Gandeng Ramengvrl Gaungkan Energi Bersih di Indonesia

Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan bauran energi terbarukan mencapai 31 persen pada 2050 dan net zero emission pada 2060.

Vice President & Chief Investment Officer FinDev Canada, Paulo Martelli, menegaskan bahwa Indonesia merupakan pasar strategis di kawasan ASEAN, khususnya dalam pengembangan proyek berkelanjutan.

“Melalui kemitraan dengan Indonesia Infrastructure Finance, kami dapat memperkuat pengembangan energi terbarukan dan mendukung kemakmuran bersama di kawasan Indo-Pasifik,” ujarnya dalam siaran pers IIF, dikutip Jumat (13/2/2026).

IIF Perkuat Amunisi Transisi Energi

Presiden Direktur/CEO IIF, Rizki Pribadi Hasan, menyatakan pembiayaan ini akan memperkuat kapasitas IIF dalam mendukung transisi energi dan pembangunan infrastruktur tangguh iklim.

“Kemitraan ini memperluas akses pembiayaan jangka panjang untuk proyek energi terbarukan dan infrastruktur berkelanjutan yang sejalan dengan agenda pertumbuhan rendah karbon Indonesia,” katanya.

Ribuan Ton Sampah di Makassar Raya Siap Diubah Jadi Energi

Selama 16 tahun beroperasi, IIF telah menjadi katalis pembangunan infrastruktur nasional.

Hingga kini, IIF mendukung proyek energi terbarukan berkapasitas sekitar 709,9 megawatt (MW) yang mampu memasok listrik bagi lebih dari 709.900 rumah tangga.

Proyek-proyek tersebut berpotensi menekan emisi sekitar 4,92 juta ton CO₂ per tahun.

Tak hanya sektor energi, IIF juga memperluas akses air bersih bagi sekitar 7,2 juta masyarakat serta mendukung pembangunan fasilitas kesehatan dengan lebih dari 1.000 tempat tidur rumah sakit di berbagai wilayah Indonesia.

Sinyal Kuat Arus Modal Global ke Infrastruktur Rendah Karbon

Masuknya FinDev Canada mempertegas meningkatnya kepercayaan pembiayaan internasional terhadap agenda infrastruktur rendah karbon Indonesia.

Pertamina Gandeng Lembaga AS Kembangkan Bioetanol E10

Di tengah tuntutan global terhadap dekarbonisasi dan pembiayaan berkelanjutan, Indonesia kini semakin diposisikan sebagai pasar strategis—bukan hanya bagi ASEAN, tetapi juga dalam lanskap Indo-Pasifik.

Langkah ini sekaligus mempererat kerja sama bilateral Kanada–Indonesia dalam sektor pembangunan berkelanjutan, membuka peluang lebih luas bagi proyek energi terbarukan, pembiayaan hijau, dan penguatan ketahanan iklim nasional. (TR Network)

Ikuti Whatsapp Channel TROPIS di sini

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *