• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Careers
  • Contact
Minggu, Februari 1, 2026
  • Login
No Result
View All Result
Tropis.id
  • Home
  • News
  • Energi
  • Iklim
  • Industri
  • Wisata
    Gerakan Wisata Bersih di Kota Tua Jakarta untuk Pariwisata Berkelanjutan

    Gerakan Wisata Bersih di Kota Tua Jakarta untuk Pariwisata Berkelanjutan

    Telaga Biru di Gurun Pasir, Daya Tarik Wisatawan Asing di Bintan

    Telaga Biru di Gurun Pasir, Daya Tarik Wisatawan Asing di Bintan

    Konservasi Mangrove, Upaya Jakarta untuk Cegah Banjir Rob di Pesisir Utara

    Libur Panjang, Ini Destinasi Wisata Alam di Jakarta yang Layak Dikunjungi

    Wisata Alam Gunung Semeru Kembali Dibuka

    Wisata Alam Gunung Semeru Kembali Dibuka

    Tahun Baru 2025, Wisata Alam Gunung Rinjani Ditutup

    Tahun Baru 2025, Wisata Alam Gunung Rinjani Ditutup

    Wisata Gastronomi Makin Berkembang di Ubud, Bali

    Wisata Gastronomi Makin Berkembang di Ubud, Bali

    Trending Tags

    • Sillicon Valley
    • Climate Change
    • Election Results
    • Flat Earth
    • Golden Globes
    • MotoGP 2017
    • Mr. Robot
  • Konservasi
    Ekspansi Sawit Hancurkan Koridor Konservasi Kapuas Hulu, Orangutan Makin Terancam

    Ekspansi Sawit Hancurkan Koridor Konservasi Kapuas Hulu, Orangutan Makin Terancam

    Alarm Ekologi Laut: Jalur Kapal Ancam Kelangsungan Hiu Paus

    Alarm Ekologi Laut: Jalur Kapal Ancam Kelangsungan Hiu Paus

    Indonesia Luncurkan Inisiatif Konservasi Hutan dan Lahan Gambut di Riau

    Indonesia Luncurkan Inisiatif Konservasi Hutan dan Lahan Gambut di Riau

    Populasi Harimau Sumatra Bertambah, Konservasi Satwa Liar Membuahkan Hasil

    Populasi Harimau Sumatra Bertambah, Konservasi Satwa Liar Membuahkan Hasil

    Menggali Potensi Hayati Indonesia untuk Masa Depan Berkelanjutan

    Konservasi Bukan Hanya Pelestarian, Tapi Pengelolaan Berbasis Iptek dan Kearifan Lokal

    Konservasi Laut: Dua Hiu Paus di Gorontalo Dipasangi Tag Satelit

    Konservasi Laut: Dua Hiu Paus di Gorontalo Dipasangi Tag Satelit

    Konservasi Mangrove, Upaya Jakarta untuk Cegah Banjir Rob di Pesisir Utara

    Mangrove Indonesia: Benteng Hijau Hadapi Krisis Iklim

    Kebun Raya Cibodas Rayakan 173 Tahun: Komitmen Nyata dalam Pelestarian Tumbuhan Indonesia

    Kebun Raya Cibodas Rayakan 173 Tahun: Komitmen Nyata dalam Pelestarian Tumbuhan Indonesia

    Dua Geopark Indonesia Ditetapkan sebagai UNESCO Global Geoparks

    Dua Geopark Indonesia Ditetapkan sebagai UNESCO Global Geoparks

  • Sains
    Eksplorasi Laut Dalam Indonesia: Ilmuwan Ungkap 14 Spesies Megafauna dan Gunung Bawah Laut

    Eksplorasi Laut Dalam Indonesia: Ilmuwan Ungkap 14 Spesies Megafauna dan Gunung Bawah Laut

    Karangsambung Jadi Laboratorium Alam untuk Pembelajaran Geografi

    Karangsambung Jadi Laboratorium Alam untuk Pembelajaran Geografi

    Jejak Spiritualitas dan Kepercayaan Masyarakat Papua di Lembah Baliem

    Jejak Spiritualitas dan Kepercayaan Masyarakat Papua di Lembah Baliem

    Potensi Tsunami di Pantai Gosong: Ancaman Nyata untuk Tapak PLTN Kalimantan

    Potensi Tsunami di Pantai Gosong: Ancaman Nyata untuk Tapak PLTN Kalimantan

    Ilmuwan Ungkap Dampak Jangka Panjang Penambangan Dasar Laut

    Ilmuwan Ungkap Dampak Jangka Panjang Penambangan Dasar Laut

    Penemuan Mengejutkan! Gurun Sahara Ternyata Pernah Jadi Sabana Hijau yang Subur

    Penemuan Mengejutkan! Gurun Sahara Ternyata Pernah Jadi Sabana Hijau yang Subur

    Sekjend PBB: Bahan Bakar Fosil akan Ditinggalkan

    Tekan Emisi Karbon Melalui Teknologi Fotobioreaktor CCUS Berbasis Mikroalga

    Riset Material dan Kimia Berbasis Biomassa Aren Mulai Dikembangkan

    Riset Material dan Kimia Berbasis Biomassa Aren Mulai Dikembangkan

    Indonesia Kembali Dipercaya Jadi Tuan Rumah PGEC se-Asia Pasifik

    Indonesia Kembali Dipercaya Jadi Tuan Rumah PGEC se-Asia Pasifik

    Mitigasi Perubahan Iklim, UNIPA Gagas Penelitian Mangrove dan Lamun

    Mitigasi Perubahan Iklim, UNIPA Gagas Penelitian Mangrove dan Lamun

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
  • Forum
  • Ekonomi
  • Home
  • News
  • Energi
  • Iklim
  • Industri
  • Wisata
    Gerakan Wisata Bersih di Kota Tua Jakarta untuk Pariwisata Berkelanjutan

    Gerakan Wisata Bersih di Kota Tua Jakarta untuk Pariwisata Berkelanjutan

    Telaga Biru di Gurun Pasir, Daya Tarik Wisatawan Asing di Bintan

    Telaga Biru di Gurun Pasir, Daya Tarik Wisatawan Asing di Bintan

    Konservasi Mangrove, Upaya Jakarta untuk Cegah Banjir Rob di Pesisir Utara

    Libur Panjang, Ini Destinasi Wisata Alam di Jakarta yang Layak Dikunjungi

    Wisata Alam Gunung Semeru Kembali Dibuka

    Wisata Alam Gunung Semeru Kembali Dibuka

    Tahun Baru 2025, Wisata Alam Gunung Rinjani Ditutup

    Tahun Baru 2025, Wisata Alam Gunung Rinjani Ditutup

    Wisata Gastronomi Makin Berkembang di Ubud, Bali

    Wisata Gastronomi Makin Berkembang di Ubud, Bali

    Trending Tags

    • Sillicon Valley
    • Climate Change
    • Election Results
    • Flat Earth
    • Golden Globes
    • MotoGP 2017
    • Mr. Robot
  • Konservasi
    Ekspansi Sawit Hancurkan Koridor Konservasi Kapuas Hulu, Orangutan Makin Terancam

    Ekspansi Sawit Hancurkan Koridor Konservasi Kapuas Hulu, Orangutan Makin Terancam

    Alarm Ekologi Laut: Jalur Kapal Ancam Kelangsungan Hiu Paus

    Alarm Ekologi Laut: Jalur Kapal Ancam Kelangsungan Hiu Paus

    Indonesia Luncurkan Inisiatif Konservasi Hutan dan Lahan Gambut di Riau

    Indonesia Luncurkan Inisiatif Konservasi Hutan dan Lahan Gambut di Riau

    Populasi Harimau Sumatra Bertambah, Konservasi Satwa Liar Membuahkan Hasil

    Populasi Harimau Sumatra Bertambah, Konservasi Satwa Liar Membuahkan Hasil

    Menggali Potensi Hayati Indonesia untuk Masa Depan Berkelanjutan

    Konservasi Bukan Hanya Pelestarian, Tapi Pengelolaan Berbasis Iptek dan Kearifan Lokal

    Konservasi Laut: Dua Hiu Paus di Gorontalo Dipasangi Tag Satelit

    Konservasi Laut: Dua Hiu Paus di Gorontalo Dipasangi Tag Satelit

    Konservasi Mangrove, Upaya Jakarta untuk Cegah Banjir Rob di Pesisir Utara

    Mangrove Indonesia: Benteng Hijau Hadapi Krisis Iklim

    Kebun Raya Cibodas Rayakan 173 Tahun: Komitmen Nyata dalam Pelestarian Tumbuhan Indonesia

    Kebun Raya Cibodas Rayakan 173 Tahun: Komitmen Nyata dalam Pelestarian Tumbuhan Indonesia

    Dua Geopark Indonesia Ditetapkan sebagai UNESCO Global Geoparks

    Dua Geopark Indonesia Ditetapkan sebagai UNESCO Global Geoparks

  • Sains
    Eksplorasi Laut Dalam Indonesia: Ilmuwan Ungkap 14 Spesies Megafauna dan Gunung Bawah Laut

    Eksplorasi Laut Dalam Indonesia: Ilmuwan Ungkap 14 Spesies Megafauna dan Gunung Bawah Laut

    Karangsambung Jadi Laboratorium Alam untuk Pembelajaran Geografi

    Karangsambung Jadi Laboratorium Alam untuk Pembelajaran Geografi

    Jejak Spiritualitas dan Kepercayaan Masyarakat Papua di Lembah Baliem

    Jejak Spiritualitas dan Kepercayaan Masyarakat Papua di Lembah Baliem

    Potensi Tsunami di Pantai Gosong: Ancaman Nyata untuk Tapak PLTN Kalimantan

    Potensi Tsunami di Pantai Gosong: Ancaman Nyata untuk Tapak PLTN Kalimantan

    Ilmuwan Ungkap Dampak Jangka Panjang Penambangan Dasar Laut

    Ilmuwan Ungkap Dampak Jangka Panjang Penambangan Dasar Laut

    Penemuan Mengejutkan! Gurun Sahara Ternyata Pernah Jadi Sabana Hijau yang Subur

    Penemuan Mengejutkan! Gurun Sahara Ternyata Pernah Jadi Sabana Hijau yang Subur

    Sekjend PBB: Bahan Bakar Fosil akan Ditinggalkan

    Tekan Emisi Karbon Melalui Teknologi Fotobioreaktor CCUS Berbasis Mikroalga

    Riset Material dan Kimia Berbasis Biomassa Aren Mulai Dikembangkan

    Riset Material dan Kimia Berbasis Biomassa Aren Mulai Dikembangkan

    Indonesia Kembali Dipercaya Jadi Tuan Rumah PGEC se-Asia Pasifik

    Indonesia Kembali Dipercaya Jadi Tuan Rumah PGEC se-Asia Pasifik

    Mitigasi Perubahan Iklim, UNIPA Gagas Penelitian Mangrove dan Lamun

    Mitigasi Perubahan Iklim, UNIPA Gagas Penelitian Mangrove dan Lamun

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
  • Forum
  • Ekonomi
No Result
View All Result
Tropis.id
No Result
View All Result
Home Konservasi

Ekspansi Sawit Hancurkan Koridor Konservasi Kapuas Hulu, Orangutan Makin Terancam

by Redaksi Tropis
1 Februari 2026
in Konservasi
Reading Time: 5 mins read
A A
0
Ekspansi Sawit Hancurkan Koridor Konservasi Kapuas Hulu, Orangutan Makin Terancam

Satwa Orangutan di Taman Nasional Betung Kerihun. Dok BKSDA

KAPUAS HULU — Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, yang selama ini dikenal sebagai kabupaten konservasi, kini menghadapi tekanan serius akibat ekspansi perkebunan kelapa sawit di kawasan bernilai ekologis tinggi.

Aktivitas PT Equator Sumber Rezeki (PT ESR), anak perusahaan First Borneo Group, diduga telah memicu deforestasi masif, mengancam habitat orangutan, serta memicu konflik sosial dengan masyarakat adat Dayak, sebagaimana diungkapkan Tim Riset LinkAR Borneo.

PT ESR mengantongi Izin Usaha Perkebunan (IUP) seluas sekitar 16.867 hektare di Kecamatan Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu. Meski secara administratif berada di Areal Penggunaan Lain (APL), lokasi konsesi perusahaan berada di koridor ekologis strategis yang menghubungkan Taman Nasional Betung Kerihun dan Taman Nasional Danau Sentarum.

Koridor ini berfungsi penting sebagai kawasan penyangga ekosistem, jalur pergerakan satwa liar, serta ruang hidup masyarakat adat Dayak yang bergantung pada hutan secara turun-temurun.

Hampir 1.000 Hektare Hutan Hilang dalam Setahun

Pemantauan lapangan yang dilakukan Tim Riset LinkAR Borneo sepanjang Oktober–Desember 2025 menunjukkan bahwa aktivitas operasional PT ESR telah memperparah kerusakan lingkungan sekaligus memicu ketegangan sosial di tingkat desa.

Sepanjang tahun 2025, perusahaan tercatat membuka hutan seluas 973,79 hektare, terdiri dari 825,06 hektare di Desa Sungai Senunuk dan 148,72 hektare di Desa Sungai Setulang.

Pembukaan lahan tersebut terjadi pada lanskap bernilai konservasi tinggi, termasuk ekosistem gambut yang memiliki peran krusial dalam penyimpanan karbon, pengaturan tata air, serta mitigasi krisis iklim. Hingga Desember 2025, total hutan yang telah ditebang PT ESR mencapai 2.868,57 hektare.

Lebih mengkhawatirkan, berdasarkan kajian Population and Habitat Viability Analysis (PHVA), sekitar 66 persen area yang dibuka berada di dalam habitat orangutan.

Secara kumulatif, sejak 2024 hingga November 2025, luas hutan yang dimusnahkan mencapai 3.063 hektare, atau hampir setara 4.400 lapangan sepak bola, dengan 1.984 hektare di antaranya merupakan habitat Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus).

Tim Riset LinkAR Borneo juga menemukan sedikitnya 10 sarang orangutan di kawasan hutan Desa Labian. Temuan ini menegaskan bahwa wilayah konsesi PT ESR masih merupakan habitat aktif satwa dilindungi.

Fragmentasi hutan di koridor konservasi Taman Nasional Betung Kerihun–Danau Sentarum dinilai berpotensi memutus konektivitas ekosistem, meningkatkan konflik manusia–satwa, dan mempercepat krisis keanekaragaman hayati di Kapuas Hulu.

Kompensasi Murah dan Retaknya Harmoni Sosial

Di tingkat desa, ekspansi PT ESR memunculkan persoalan sosial yang kompleks. Di Desa Sungai Senunuk, pembukaan lahan dilakukan melalui mekanisme penyerahan lahan oleh sebagian warga.

Lahan perorangan dihargai Rp3,5 juta per hektare, sementara lahan bersama yang tidak dimiliki secara individual diganti dengan nilai bervariasi, antara Rp11 juta hingga Rp20 juta per kepala keluarga, yang disalurkan melalui kepala dusun.

Menurut Tim Riset LinkAR Borneo, skema kompensasi ini memicu ketimpangan informasi, perbedaan persepsi mengenai status tanah, serta kebingungan masyarakat terkait konsekuensi jangka panjang dari pelepasan lahan.

Sementara itu, di Desa Sungai Setulang, pembukaan lahan dimanfaatkan untuk pendirian Estate Belida, yang berfungsi sebagai lokasi pembibitan dan penanaman awal kelapa sawit, sekaligus menjadi pintu masuk meluasnya operasi perusahaan.

Penolakan Terbuka Masyarakat Adat

Penolakan terhadap PT ESR muncul secara terbuka di sejumlah desa. Di Desa Labian, masyarakat bersama perangkat desa dan kelembagaan adat Dayak Iban secara tegas menolak kehadiran perusahaan.

Wilayah desa didominasi tanah adat yang dikelola secara turun-temurun dan dipandang sebagai ruang hidup penting bagi keberlanjutan generasi mendatang.

Penolakan serupa disampaikan masyarakat Desa Labian Ira’ang, yang menyatakan keberatan atas rencana masuknya PT ESR ke wilayah tiga dusun.

Warga menilai luas wilayah desa semakin terbatas di tengah pertumbuhan penduduk, serta menyoroti minimnya sosialisasi dan konsultasi sebelum rencana operasional perusahaan dijalankan.

Di Desa Mensiau, meskipun konsesi PT ESR tidak secara langsung masuk ke kawasan Hutan Desa Mensiau yang telah memiliki izin Perhutanan Sosial, sebagian warga—khususnya di Dusun Enteubuluh—tetap menyuarakan penolakan. Kekhawatiran diarahkan pada dampak lanjutan perkebunan sawit terhadap kawasan penyangga hutan dan sumber penghidupan masyarakat. Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Mensiau disebut berperan aktif menjaga keberlanjutan hutan desa.

Konflik Horizontal dan Klaim atas Wilayah Adat

Situasi di lapangan juga menunjukkan munculnya konflik horizontal, terutama di Dusun Ngaung Keruh, Desa Labian.

PT ESR diduga mendorong klaim hak perorangan atas wilayah adat yang selama ini dikelola secara komunal oleh Masyarakat Adat Dayak Iban Menua Ngaung Keruh.

Wilayah adat tersebut telah diakui melalui SK Bupati Kapuas Hulu Nomor 346/DPPLH/2023 serta penetapan Hutan Adat melalui SK Nomor 11954 Tahun 2024. Namun, praktik penawaran ganti rugi lahan sebesar Rp3,5 juta per hektare, janji pekerjaan, dan skema plasma disebut memicu perpecahan di tingkat komunitas.

Legalitas Izin Dipertanyakan

Selain dampak ekologis dan sosial, legalitas operasional PT ESR juga menjadi sorotan. Tim Riset LinkAR Borneo mencatat bahwa hingga kini PT ESR baru mengantongi IUP dan belum memiliki Hak Guna Usaha (HGU).

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius terkait keabsahan pembukaan lahan dan aktivitas operasional perusahaan di sejumlah desa.

Masyarakat juga menyoroti lemahnya penerapan prinsip Persetujuan Atas Dasar Informasi Awal Tanpa Paksaan (PADIATAPA). Di beberapa desa, warga mengaku tidak pernah memperoleh informasi yang lengkap dan utuh mengenai batas konsesi, status perizinan, serta rencana usaha sebelum aktivitas pembukaan lahan dilakukan.

Ujian Nyata Status Kabupaten Konservasi

Rangkaian temuan tersebut menunjukkan bahwa ekspansi perkebunan sawit PT Equator Sumber Rezeki telah memicu deforestasi luas, degradasi gambut, ancaman terhadap habitat orangutan, serta konflik sosial yang meluas, khususnya di koridor konservasi Taman Nasional Betung Kerihun–Danau Sentarum.

Menurut Tim Riset LinkAR Borneo, jika ekspansi sawit di kawasan bernilai konservasi tinggi terus dibiarkan tanpa pengawasan ketat, maka status Kapuas Hulu sebagai kabupaten konservasi berisiko tinggal jargon.

Perlindungan hutan, satwa liar, dan hak masyarakat adat membutuhkan tindakan nyata dan penegakan hukum, bukan sekadar label kebijakan. (TR Network)

Ikuti Whatsapp Channel TROPIS di sini

Tags: DeforestasiOrangutan
Redaksi Tropis

Redaksi Tropis

Related Posts

Alarm Ekologi Laut: Jalur Kapal Ancam Kelangsungan Hiu Paus

Alarm Ekologi Laut: Jalur Kapal Ancam Kelangsungan Hiu Paus

31 Januari 2026
0

JAKARTA — Laut Indonesia kian kehilangan ruang aman bagi penghuninya. Hiu paus (Rhincodon typus), raksasa laut yang selama jutaan tahun...

Indonesia Luncurkan Inisiatif Konservasi Hutan dan Lahan Gambut di Riau

Indonesia Luncurkan Inisiatif Konservasi Hutan dan Lahan Gambut di Riau

8 Mei 2025
0

PEKANBARU - Indonesia meluncurkan program konservasi hutan dan lahan gambut tingkat provinsi yang dirancang untuk menurunkan emisi dan membuka akses...

Populasi Harimau Sumatra Bertambah, Konservasi Satwa Liar Membuahkan Hasil

Populasi Harimau Sumatra Bertambah, Konservasi Satwa Liar Membuahkan Hasil

3 Mei 2025
0

JAKARTA - Kabar menggembirakan datang dari dunia konservasi satwa liar Indonesia. Sanctuary Harimau Sumatra Barumun mengumumkan kelahiran dua anak harimau...

Menggali Potensi Hayati Indonesia untuk Masa Depan Berkelanjutan

Konservasi Bukan Hanya Pelestarian, Tapi Pengelolaan Berbasis Iptek dan Kearifan Lokal

2 Mei 2025
0

JAKARTA - Kepala Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi (PREE) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Asep Hidayat menekankan peran strategis...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Adaptasi Pemanasan Global, Rekayasa Genetik Padi Tahan Panas Mulai Diciptakan

Adaptasi Pemanasan Global, Rekayasa Genetik Padi Tahan Panas Mulai Diciptakan

2 tahun ago
Status Gunung Raung Waspada, Radius 3 Km Berbahaya

Status Gunung Raung Waspada, Radius 3 Km Berbahaya

2 tahun ago

Popular News

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed

Connect with us

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Careers
  • Contact

© 2021 Tropis.id Member Of Asiatoday Network

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Energi
  • Iklim
  • Industri
  • Wisata
  • Konservasi
  • Sains
  • Forum
  • Ekonomi

© 2021 Tropis.id Member Of Asiatoday Network