• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Careers
  • Contact
Selasa, Februari 3, 2026
  • Login
No Result
View All Result
Tropis.id
  • Home
  • News
  • Energi
  • Iklim
  • Industri
  • Wisata
    Gerakan Wisata Bersih di Kota Tua Jakarta untuk Pariwisata Berkelanjutan

    Gerakan Wisata Bersih di Kota Tua Jakarta untuk Pariwisata Berkelanjutan

    Telaga Biru di Gurun Pasir, Daya Tarik Wisatawan Asing di Bintan

    Telaga Biru di Gurun Pasir, Daya Tarik Wisatawan Asing di Bintan

    Konservasi Mangrove, Upaya Jakarta untuk Cegah Banjir Rob di Pesisir Utara

    Libur Panjang, Ini Destinasi Wisata Alam di Jakarta yang Layak Dikunjungi

    Wisata Alam Gunung Semeru Kembali Dibuka

    Wisata Alam Gunung Semeru Kembali Dibuka

    Tahun Baru 2025, Wisata Alam Gunung Rinjani Ditutup

    Tahun Baru 2025, Wisata Alam Gunung Rinjani Ditutup

    Wisata Gastronomi Makin Berkembang di Ubud, Bali

    Wisata Gastronomi Makin Berkembang di Ubud, Bali

    Trending Tags

    • Sillicon Valley
    • Climate Change
    • Election Results
    • Flat Earth
    • Golden Globes
    • MotoGP 2017
    • Mr. Robot
  • Konservasi
    Kebun Raya Purwodadi Jadi Benteng Terakhir Konservasi Indonesia

    Kebun Raya Purwodadi Jadi Benteng Terakhir Konservasi Indonesia

    Darurat Biopiracy: BRIN–UGM Bergerak Amankan Harta Karun Biodiversitas Indonesia

    Darurat Biopiracy: BRIN–UGM Bergerak Amankan Harta Karun Biodiversitas Indonesia

    Wallacea Tergerus Deforestasi: Status Taman Nasional dan Warisan Dunia Dinilai Mendesak

    Wallacea Tergerus Deforestasi: Status Taman Nasional dan Warisan Dunia Dinilai Mendesak

    Ekspansi Sawit Hancurkan Koridor Konservasi Kapuas Hulu, Orangutan Makin Terancam

    Ekspansi Sawit Hancurkan Koridor Konservasi Kapuas Hulu, Orangutan Makin Terancam

    Alarm Ekologi Laut: Jalur Kapal Ancam Kelangsungan Hiu Paus

    Alarm Ekologi Laut: Jalur Kapal Ancam Kelangsungan Hiu Paus

    Indonesia Luncurkan Inisiatif Konservasi Hutan dan Lahan Gambut di Riau

    Indonesia Luncurkan Inisiatif Konservasi Hutan dan Lahan Gambut di Riau

    Populasi Harimau Sumatra Bertambah, Konservasi Satwa Liar Membuahkan Hasil

    Populasi Harimau Sumatra Bertambah, Konservasi Satwa Liar Membuahkan Hasil

    Menggali Potensi Hayati Indonesia untuk Masa Depan Berkelanjutan

    Konservasi Bukan Hanya Pelestarian, Tapi Pengelolaan Berbasis Iptek dan Kearifan Lokal

    Konservasi Laut: Dua Hiu Paus di Gorontalo Dipasangi Tag Satelit

    Konservasi Laut: Dua Hiu Paus di Gorontalo Dipasangi Tag Satelit

  • Riset
    Kunyit Potensial Lawan Kanker Payudara: Bakteri Tanahnya Lebih Ampuh dari Kemoterapi

    Kunyit Potensial Lawan Kanker Payudara: Bakteri Tanahnya Lebih Ampuh dari Kemoterapi

    Karst Muna Diakui Dunia sebagai Jejak Awal Peradaban Manusia Modern

    Karst Muna Diakui Dunia sebagai Jejak Awal Peradaban Manusia Modern

    Eksplorasi Laut Dalam Indonesia: Ilmuwan Ungkap 14 Spesies Megafauna dan Gunung Bawah Laut

    Eksplorasi Laut Dalam Indonesia: Ilmuwan Ungkap 14 Spesies Megafauna dan Gunung Bawah Laut

    Karangsambung Jadi Laboratorium Alam untuk Pembelajaran Geografi

    Karangsambung Jadi Laboratorium Alam untuk Pembelajaran Geografi

    Jejak Spiritualitas dan Kepercayaan Masyarakat Papua di Lembah Baliem

    Jejak Spiritualitas dan Kepercayaan Masyarakat Papua di Lembah Baliem

    Potensi Tsunami di Pantai Gosong: Ancaman Nyata untuk Tapak PLTN Kalimantan

    Potensi Tsunami di Pantai Gosong: Ancaman Nyata untuk Tapak PLTN Kalimantan

    Ilmuwan Ungkap Dampak Jangka Panjang Penambangan Dasar Laut

    Ilmuwan Ungkap Dampak Jangka Panjang Penambangan Dasar Laut

    Penemuan Mengejutkan! Gurun Sahara Ternyata Pernah Jadi Sabana Hijau yang Subur

    Penemuan Mengejutkan! Gurun Sahara Ternyata Pernah Jadi Sabana Hijau yang Subur

    Sekjend PBB: Bahan Bakar Fosil akan Ditinggalkan

    Tekan Emisi Karbon Melalui Teknologi Fotobioreaktor CCUS Berbasis Mikroalga

    Riset Material dan Kimia Berbasis Biomassa Aren Mulai Dikembangkan

    Riset Material dan Kimia Berbasis Biomassa Aren Mulai Dikembangkan

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
  • Forum
  • Ekonomi
  • Home
  • News
  • Energi
  • Iklim
  • Industri
  • Wisata
    Gerakan Wisata Bersih di Kota Tua Jakarta untuk Pariwisata Berkelanjutan

    Gerakan Wisata Bersih di Kota Tua Jakarta untuk Pariwisata Berkelanjutan

    Telaga Biru di Gurun Pasir, Daya Tarik Wisatawan Asing di Bintan

    Telaga Biru di Gurun Pasir, Daya Tarik Wisatawan Asing di Bintan

    Konservasi Mangrove, Upaya Jakarta untuk Cegah Banjir Rob di Pesisir Utara

    Libur Panjang, Ini Destinasi Wisata Alam di Jakarta yang Layak Dikunjungi

    Wisata Alam Gunung Semeru Kembali Dibuka

    Wisata Alam Gunung Semeru Kembali Dibuka

    Tahun Baru 2025, Wisata Alam Gunung Rinjani Ditutup

    Tahun Baru 2025, Wisata Alam Gunung Rinjani Ditutup

    Wisata Gastronomi Makin Berkembang di Ubud, Bali

    Wisata Gastronomi Makin Berkembang di Ubud, Bali

    Trending Tags

    • Sillicon Valley
    • Climate Change
    • Election Results
    • Flat Earth
    • Golden Globes
    • MotoGP 2017
    • Mr. Robot
  • Konservasi
    Kebun Raya Purwodadi Jadi Benteng Terakhir Konservasi Indonesia

    Kebun Raya Purwodadi Jadi Benteng Terakhir Konservasi Indonesia

    Darurat Biopiracy: BRIN–UGM Bergerak Amankan Harta Karun Biodiversitas Indonesia

    Darurat Biopiracy: BRIN–UGM Bergerak Amankan Harta Karun Biodiversitas Indonesia

    Wallacea Tergerus Deforestasi: Status Taman Nasional dan Warisan Dunia Dinilai Mendesak

    Wallacea Tergerus Deforestasi: Status Taman Nasional dan Warisan Dunia Dinilai Mendesak

    Ekspansi Sawit Hancurkan Koridor Konservasi Kapuas Hulu, Orangutan Makin Terancam

    Ekspansi Sawit Hancurkan Koridor Konservasi Kapuas Hulu, Orangutan Makin Terancam

    Alarm Ekologi Laut: Jalur Kapal Ancam Kelangsungan Hiu Paus

    Alarm Ekologi Laut: Jalur Kapal Ancam Kelangsungan Hiu Paus

    Indonesia Luncurkan Inisiatif Konservasi Hutan dan Lahan Gambut di Riau

    Indonesia Luncurkan Inisiatif Konservasi Hutan dan Lahan Gambut di Riau

    Populasi Harimau Sumatra Bertambah, Konservasi Satwa Liar Membuahkan Hasil

    Populasi Harimau Sumatra Bertambah, Konservasi Satwa Liar Membuahkan Hasil

    Menggali Potensi Hayati Indonesia untuk Masa Depan Berkelanjutan

    Konservasi Bukan Hanya Pelestarian, Tapi Pengelolaan Berbasis Iptek dan Kearifan Lokal

    Konservasi Laut: Dua Hiu Paus di Gorontalo Dipasangi Tag Satelit

    Konservasi Laut: Dua Hiu Paus di Gorontalo Dipasangi Tag Satelit

  • Riset
    Kunyit Potensial Lawan Kanker Payudara: Bakteri Tanahnya Lebih Ampuh dari Kemoterapi

    Kunyit Potensial Lawan Kanker Payudara: Bakteri Tanahnya Lebih Ampuh dari Kemoterapi

    Karst Muna Diakui Dunia sebagai Jejak Awal Peradaban Manusia Modern

    Karst Muna Diakui Dunia sebagai Jejak Awal Peradaban Manusia Modern

    Eksplorasi Laut Dalam Indonesia: Ilmuwan Ungkap 14 Spesies Megafauna dan Gunung Bawah Laut

    Eksplorasi Laut Dalam Indonesia: Ilmuwan Ungkap 14 Spesies Megafauna dan Gunung Bawah Laut

    Karangsambung Jadi Laboratorium Alam untuk Pembelajaran Geografi

    Karangsambung Jadi Laboratorium Alam untuk Pembelajaran Geografi

    Jejak Spiritualitas dan Kepercayaan Masyarakat Papua di Lembah Baliem

    Jejak Spiritualitas dan Kepercayaan Masyarakat Papua di Lembah Baliem

    Potensi Tsunami di Pantai Gosong: Ancaman Nyata untuk Tapak PLTN Kalimantan

    Potensi Tsunami di Pantai Gosong: Ancaman Nyata untuk Tapak PLTN Kalimantan

    Ilmuwan Ungkap Dampak Jangka Panjang Penambangan Dasar Laut

    Ilmuwan Ungkap Dampak Jangka Panjang Penambangan Dasar Laut

    Penemuan Mengejutkan! Gurun Sahara Ternyata Pernah Jadi Sabana Hijau yang Subur

    Penemuan Mengejutkan! Gurun Sahara Ternyata Pernah Jadi Sabana Hijau yang Subur

    Sekjend PBB: Bahan Bakar Fosil akan Ditinggalkan

    Tekan Emisi Karbon Melalui Teknologi Fotobioreaktor CCUS Berbasis Mikroalga

    Riset Material dan Kimia Berbasis Biomassa Aren Mulai Dikembangkan

    Riset Material dan Kimia Berbasis Biomassa Aren Mulai Dikembangkan

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
  • Forum
  • Ekonomi
No Result
View All Result
Tropis.id
No Result
View All Result
Home Riset

Ribuan Tahun Menyerap Karbon, Ekosistem Tundra Arktik Kini Menjadi Penghasil Karbon

by Redaksi Tropis
15 Desember 2024
in Riset
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Ribuan Tahun Menyerap Karbon, Ekosistem Tundra Arktik Kini Menjadi Penghasil Karbon

Kapal yang melintasi Arktik mengeluarkan emisi karbon. Dok

WASHINGTON – Bencana kebakaran hutan yang dipicu oleh pemanasan global dan perubahan iklim telah mengakibatkan terjadinya perubahan drastis terhadap fungsi ekosistem tundra Arktik.

Badan Administrasi Atmosfer dan Laut (NOAA) Amerika Serikat (AS) mengatakan tingginya intensitas kebakaran hutan telah mengubah fungsi tundra Arktik secara dramatis. Semula, ekosistem unik yang selama ribuan tahun itu berfungsi menyerap karbon dioksida kini menjadi penghasil karbon dioksida.

Perubahan drastis tersebut dirinci dalam Kartu Laporan Arktik NOAA 2024. Laporan itu mengungkapkan suhu udara permukaan tundra Arktik tahun ini menjadi yang terpanas kedua sejak pencatat dilakukan pada tahun 1900.

“Observasi kami menunjukkan saat ini tundra Arktik, yang mengalami pemanasan dan peningkatan kebakaran hutan, mengeluarkan lebih banyak karbon daripada yang disimpannya, yang akan memperburuk dampak perubahan iklim,” kata administrator NOAA Rick Spinrad seperti dikutip dari the Guardian, Minggu, 15 Desember 2024.

Laporan yang ditulis ilmuwan dari Woodwell Climate Research Center di Falmouth, Massachusetts, menemukan sudah 11 tahun berturut-turut Arktik memanas lebih cepat dari rata-rata global. Para penulis laporan mengatakan saat ini pemanasan Arktik empat kali lebih cepat dari rata-rata global.

Pemanasan global berdampak ganda pada Arktik. Pemanasan merancang pertumbuhan dan produktivitas tanaman yang menyerap karbon dioksida dari atmosfer. Tapi juga menaikan suhu udara yang mencairkan lapisan es.

Ketika lapisan es mencair, karbon yang terperangkap dalam tanah beku diurai mikroba dan melepaskannya ke atmosfer sebagai karbon dioksida dan metana, dua gas rumah kaca yang kuat.

“Agar dapat mengatasi krisis ini secara efektif, kita memerlukan pengetahuan yang akurat, holistik, dan komprehensif tentang bagaimana perubahan iklim akan mempengaruhi jumlah karbon yang diserap dan disimpan Arktik, dan seberapa banyak yang dilepaskan kembali ke atmosfer,” kata ilmuwan di Woodwell Center, Sue Natali yang berkontribusi pada penelitian tersebut.

“Laporan ini merupakan langkah penting menuju kuantifikasi emisi ini dalam skala besar,” tambahnya.

Perubahan iklim yang dipicu aktivitas manusia juga mengintensifkan kebakaran hutan, memperluas lahan yang terbakar dan meningkatkan pelepasan karbon. Kebakaran hutan tidak hanya membakar vegetasi (tanaman) dan bahan organik di tanah, tetapi juga memiliki efek yang lebih luas.

Ketika vegetasi dan bahan organik terbakar, karbon yang tersimpan dalam bentuk gas karbon dioksida dilepaskan ke atmosfer. Hal ini berkontribusi pada peningkatan konsentrasi gas rumah kaca yang dapat memperburuk perubahan iklim.

Kebakaran juga menghilangkan lapisan tanah yang berfungsi sebagai isolator. Lapisan ini penting untuk menjaga lapisan es tetap beku. Dengan hilangnya lapisan isolasi tersebut, lapisan es akan mencair lebih cepat. Pencairan lapisan es ini dapat melepaskan lebih banyak karbon yang sebelumnya terperangkap di dalamnya, sehingga menambah emisi karbon ke atmosfer.

“Dalam beberapa tahun terakhir, kami melihat bagaimana peningkatan aktivitas kebakaran akibat perubahan iklim mengancam masyarakat dan karbon yang tersimpan di lapisan es, tetapi sekarang kami mulai dapat mengukur dampak kumulatif terhadap atmosfer, dan ini sangat signifikan,” kata ilmuwan Iklim Woodwell yang turut berkontribusi dalam laporan tersebut, Brendan Rogers.

Menurut NOAA, sejak tahun 2003, emisi dari kebakaran hutan di wilayah kutub utara rata-rata mencapai 207 juta ton karbon setiap tahunnya. Sementara itu, ekosistem darat Arktik tetap menjadi sumber metana yang stabil.

“Bencana iklim yang terlihat di Arktik telah memberikan dampak bagi masyarakat di seluruh dunia,” ungkap Brenda Ekwurzel, seorang ilmuwan iklim di Union of Concerned Scientists.

“Tanda mengkhawatirkan mengenai pelepasan sumber karbon bersih yang terjadi lebih cepat daripada yang diperkirakan sebelumnya bukanlah berita baik. Setelah ambang batas tertentu tercapai, banyak dampak negatif terhadap ekosistem yang tidak dapat diubah lagi,” tambahnya. (TR Network)

Ikuti Whatsapp Channel TROPIS di sini

Tags: Climate ChangeGlobal WarmingKebakaran HutanTundra Arktik
Redaksi Tropis

Redaksi Tropis

Related Posts

Kunyit Potensial Lawan Kanker Payudara: Bakteri Tanahnya Lebih Ampuh dari Kemoterapi

Kunyit Potensial Lawan Kanker Payudara: Bakteri Tanahnya Lebih Ampuh dari Kemoterapi

3 Februari 2026
0

JAKARTA – Kunyit tak lagi sekadar dikenal sebagai rempah dan obat tradisional. Riset terbaru Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)...

Karst Muna Diakui Dunia sebagai Jejak Awal Peradaban Manusia Modern

Karst Muna Diakui Dunia sebagai Jejak Awal Peradaban Manusia Modern

3 Februari 2026
0

JAKARTA – Kawasan karst Pulau Muna, Sulawesi Tenggara, kini diakui dunia sebagai salah satu jejak awal peradaban manusia modern. Di...

Eksplorasi Laut Dalam Indonesia: Ilmuwan Ungkap 14 Spesies Megafauna dan Gunung Bawah Laut

Eksplorasi Laut Dalam Indonesia: Ilmuwan Ungkap 14 Spesies Megafauna dan Gunung Bawah Laut

1 Februari 2026
0

JAKARTA — Laut dalam Indonesia yang selama ini dianggap sebagai salah satu wilayah paling minim eksplorasi di kawasan Indo-Pasifik kini...

Karangsambung Jadi Laboratorium Alam untuk Pembelajaran Geografi

Karangsambung Jadi Laboratorium Alam untuk Pembelajaran Geografi

4 Mei 2025
0

KEBUMEN - Kawasan Konservasi Ilmiah Karangsambung di Kabupaten Kebumen semakin mengukuhkan posisinya sebagai laboratorium alam unggulan dalam penguatan pembelajaran geografi...

Next Post
USAID Sudah Kucurkan US$50 Juta untuk Konservasi Orangutan di Indonesia

USAID Sudah Kucurkan US$50 Juta untuk Konservasi Orangutan di Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Norwegia Lanjutkan Kontribusi $100 Juta untuk FOLU Netsink Indonesia

Norwegia Lanjutkan Kontribusi $100 Juta untuk FOLU Netsink Indonesia

2 tahun ago
Indonesia dan Norwegia Kolaborasi Rehabilitasi Hutan di Kalimantan Selatan

DPR Pertanyakan Rencana Pemanfaatan 20 Juta Hektar Hutan untuk Pangan

1 tahun ago

Popular News

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed

Connect with us

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Careers
  • Contact

© 2021 Tropis.id Member Of Asiatoday Network

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Energi
  • Iklim
  • Industri
  • Wisata
  • Konservasi
  • Riset
  • Forum
  • Ekonomi

© 2021 Tropis.id Member Of Asiatoday Network