• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Careers
  • Contact
Rabu, Februari 4, 2026
  • Login
No Result
View All Result
Tropis.id
  • Home
  • News
  • Energi
  • Iklim
  • Industri
  • Wisata
    Gerakan Wisata Bersih di Kota Tua Jakarta untuk Pariwisata Berkelanjutan

    Gerakan Wisata Bersih di Kota Tua Jakarta untuk Pariwisata Berkelanjutan

    Telaga Biru di Gurun Pasir, Daya Tarik Wisatawan Asing di Bintan

    Telaga Biru di Gurun Pasir, Daya Tarik Wisatawan Asing di Bintan

    Konservasi Mangrove, Upaya Jakarta untuk Cegah Banjir Rob di Pesisir Utara

    Libur Panjang, Ini Destinasi Wisata Alam di Jakarta yang Layak Dikunjungi

    Wisata Alam Gunung Semeru Kembali Dibuka

    Wisata Alam Gunung Semeru Kembali Dibuka

    Tahun Baru 2025, Wisata Alam Gunung Rinjani Ditutup

    Tahun Baru 2025, Wisata Alam Gunung Rinjani Ditutup

    Wisata Gastronomi Makin Berkembang di Ubud, Bali

    Wisata Gastronomi Makin Berkembang di Ubud, Bali

    Trending Tags

    • Sillicon Valley
    • Climate Change
    • Election Results
    • Flat Earth
    • Golden Globes
    • MotoGP 2017
    • Mr. Robot
  • Konservasi
    Kebun Raya Purwodadi Jadi Benteng Terakhir Konservasi Indonesia

    Kebun Raya Purwodadi Jadi Benteng Terakhir Konservasi Indonesia

    Darurat Biopiracy: BRIN–UGM Bergerak Amankan Harta Karun Biodiversitas Indonesia

    Darurat Biopiracy: BRIN–UGM Bergerak Amankan Harta Karun Biodiversitas Indonesia

    Wallacea Tergerus Deforestasi: Status Taman Nasional dan Warisan Dunia Dinilai Mendesak

    Wallacea Tergerus Deforestasi: Status Taman Nasional dan Warisan Dunia Dinilai Mendesak

    Ekspansi Sawit Hancurkan Koridor Konservasi Kapuas Hulu, Orangutan Makin Terancam

    Ekspansi Sawit Hancurkan Koridor Konservasi Kapuas Hulu, Orangutan Makin Terancam

    Alarm Ekologi Laut: Jalur Kapal Ancam Kelangsungan Hiu Paus

    Alarm Ekologi Laut: Jalur Kapal Ancam Kelangsungan Hiu Paus

    Indonesia Luncurkan Inisiatif Konservasi Hutan dan Lahan Gambut di Riau

    Indonesia Luncurkan Inisiatif Konservasi Hutan dan Lahan Gambut di Riau

    Populasi Harimau Sumatra Bertambah, Konservasi Satwa Liar Membuahkan Hasil

    Populasi Harimau Sumatra Bertambah, Konservasi Satwa Liar Membuahkan Hasil

    Menggali Potensi Hayati Indonesia untuk Masa Depan Berkelanjutan

    Konservasi Bukan Hanya Pelestarian, Tapi Pengelolaan Berbasis Iptek dan Kearifan Lokal

    Konservasi Laut: Dua Hiu Paus di Gorontalo Dipasangi Tag Satelit

    Konservasi Laut: Dua Hiu Paus di Gorontalo Dipasangi Tag Satelit

  • Riset
    Kunyit Potensial Lawan Kanker Payudara: Bakteri Tanahnya Lebih Ampuh dari Kemoterapi

    Kunyit Potensial Lawan Kanker Payudara: Bakteri Tanahnya Lebih Ampuh dari Kemoterapi

    Karst Muna Diakui Dunia sebagai Jejak Awal Peradaban Manusia Modern

    Karst Muna Diakui Dunia sebagai Jejak Awal Peradaban Manusia Modern

    Eksplorasi Laut Dalam Indonesia: Ilmuwan Ungkap 14 Spesies Megafauna dan Gunung Bawah Laut

    Eksplorasi Laut Dalam Indonesia: Ilmuwan Ungkap 14 Spesies Megafauna dan Gunung Bawah Laut

    Karangsambung Jadi Laboratorium Alam untuk Pembelajaran Geografi

    Karangsambung Jadi Laboratorium Alam untuk Pembelajaran Geografi

    Jejak Spiritualitas dan Kepercayaan Masyarakat Papua di Lembah Baliem

    Jejak Spiritualitas dan Kepercayaan Masyarakat Papua di Lembah Baliem

    Potensi Tsunami di Pantai Gosong: Ancaman Nyata untuk Tapak PLTN Kalimantan

    Potensi Tsunami di Pantai Gosong: Ancaman Nyata untuk Tapak PLTN Kalimantan

    Ilmuwan Ungkap Dampak Jangka Panjang Penambangan Dasar Laut

    Ilmuwan Ungkap Dampak Jangka Panjang Penambangan Dasar Laut

    Penemuan Mengejutkan! Gurun Sahara Ternyata Pernah Jadi Sabana Hijau yang Subur

    Penemuan Mengejutkan! Gurun Sahara Ternyata Pernah Jadi Sabana Hijau yang Subur

    Sekjend PBB: Bahan Bakar Fosil akan Ditinggalkan

    Tekan Emisi Karbon Melalui Teknologi Fotobioreaktor CCUS Berbasis Mikroalga

    Riset Material dan Kimia Berbasis Biomassa Aren Mulai Dikembangkan

    Riset Material dan Kimia Berbasis Biomassa Aren Mulai Dikembangkan

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
  • Forum
  • Ekonomi
  • Home
  • News
  • Energi
  • Iklim
  • Industri
  • Wisata
    Gerakan Wisata Bersih di Kota Tua Jakarta untuk Pariwisata Berkelanjutan

    Gerakan Wisata Bersih di Kota Tua Jakarta untuk Pariwisata Berkelanjutan

    Telaga Biru di Gurun Pasir, Daya Tarik Wisatawan Asing di Bintan

    Telaga Biru di Gurun Pasir, Daya Tarik Wisatawan Asing di Bintan

    Konservasi Mangrove, Upaya Jakarta untuk Cegah Banjir Rob di Pesisir Utara

    Libur Panjang, Ini Destinasi Wisata Alam di Jakarta yang Layak Dikunjungi

    Wisata Alam Gunung Semeru Kembali Dibuka

    Wisata Alam Gunung Semeru Kembali Dibuka

    Tahun Baru 2025, Wisata Alam Gunung Rinjani Ditutup

    Tahun Baru 2025, Wisata Alam Gunung Rinjani Ditutup

    Wisata Gastronomi Makin Berkembang di Ubud, Bali

    Wisata Gastronomi Makin Berkembang di Ubud, Bali

    Trending Tags

    • Sillicon Valley
    • Climate Change
    • Election Results
    • Flat Earth
    • Golden Globes
    • MotoGP 2017
    • Mr. Robot
  • Konservasi
    Kebun Raya Purwodadi Jadi Benteng Terakhir Konservasi Indonesia

    Kebun Raya Purwodadi Jadi Benteng Terakhir Konservasi Indonesia

    Darurat Biopiracy: BRIN–UGM Bergerak Amankan Harta Karun Biodiversitas Indonesia

    Darurat Biopiracy: BRIN–UGM Bergerak Amankan Harta Karun Biodiversitas Indonesia

    Wallacea Tergerus Deforestasi: Status Taman Nasional dan Warisan Dunia Dinilai Mendesak

    Wallacea Tergerus Deforestasi: Status Taman Nasional dan Warisan Dunia Dinilai Mendesak

    Ekspansi Sawit Hancurkan Koridor Konservasi Kapuas Hulu, Orangutan Makin Terancam

    Ekspansi Sawit Hancurkan Koridor Konservasi Kapuas Hulu, Orangutan Makin Terancam

    Alarm Ekologi Laut: Jalur Kapal Ancam Kelangsungan Hiu Paus

    Alarm Ekologi Laut: Jalur Kapal Ancam Kelangsungan Hiu Paus

    Indonesia Luncurkan Inisiatif Konservasi Hutan dan Lahan Gambut di Riau

    Indonesia Luncurkan Inisiatif Konservasi Hutan dan Lahan Gambut di Riau

    Populasi Harimau Sumatra Bertambah, Konservasi Satwa Liar Membuahkan Hasil

    Populasi Harimau Sumatra Bertambah, Konservasi Satwa Liar Membuahkan Hasil

    Menggali Potensi Hayati Indonesia untuk Masa Depan Berkelanjutan

    Konservasi Bukan Hanya Pelestarian, Tapi Pengelolaan Berbasis Iptek dan Kearifan Lokal

    Konservasi Laut: Dua Hiu Paus di Gorontalo Dipasangi Tag Satelit

    Konservasi Laut: Dua Hiu Paus di Gorontalo Dipasangi Tag Satelit

  • Riset
    Kunyit Potensial Lawan Kanker Payudara: Bakteri Tanahnya Lebih Ampuh dari Kemoterapi

    Kunyit Potensial Lawan Kanker Payudara: Bakteri Tanahnya Lebih Ampuh dari Kemoterapi

    Karst Muna Diakui Dunia sebagai Jejak Awal Peradaban Manusia Modern

    Karst Muna Diakui Dunia sebagai Jejak Awal Peradaban Manusia Modern

    Eksplorasi Laut Dalam Indonesia: Ilmuwan Ungkap 14 Spesies Megafauna dan Gunung Bawah Laut

    Eksplorasi Laut Dalam Indonesia: Ilmuwan Ungkap 14 Spesies Megafauna dan Gunung Bawah Laut

    Karangsambung Jadi Laboratorium Alam untuk Pembelajaran Geografi

    Karangsambung Jadi Laboratorium Alam untuk Pembelajaran Geografi

    Jejak Spiritualitas dan Kepercayaan Masyarakat Papua di Lembah Baliem

    Jejak Spiritualitas dan Kepercayaan Masyarakat Papua di Lembah Baliem

    Potensi Tsunami di Pantai Gosong: Ancaman Nyata untuk Tapak PLTN Kalimantan

    Potensi Tsunami di Pantai Gosong: Ancaman Nyata untuk Tapak PLTN Kalimantan

    Ilmuwan Ungkap Dampak Jangka Panjang Penambangan Dasar Laut

    Ilmuwan Ungkap Dampak Jangka Panjang Penambangan Dasar Laut

    Penemuan Mengejutkan! Gurun Sahara Ternyata Pernah Jadi Sabana Hijau yang Subur

    Penemuan Mengejutkan! Gurun Sahara Ternyata Pernah Jadi Sabana Hijau yang Subur

    Sekjend PBB: Bahan Bakar Fosil akan Ditinggalkan

    Tekan Emisi Karbon Melalui Teknologi Fotobioreaktor CCUS Berbasis Mikroalga

    Riset Material dan Kimia Berbasis Biomassa Aren Mulai Dikembangkan

    Riset Material dan Kimia Berbasis Biomassa Aren Mulai Dikembangkan

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
  • Forum
  • Ekonomi
No Result
View All Result
Tropis.id
No Result
View All Result
Home Industri

Demi Nikel, Ruang Hidup Warga Pulau Obi Dihabisi

by Redaksi Tropis
3 Februari 2026
in Industri
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Demi Nikel, Ruang Hidup Warga Pulau Obi Dihabisi

Kawasan industri nikel PT Harita Group di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Arsip

JAKARTA — Atas nama industri nikel dan transisi energi, ruang hidup warga Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, terus menyempit.

Warga Desa Kawasi bersama Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Maluku Utara mengungkapkan bagaimana kehadiran tambang nikel PT Harita Group telah membawa rangkaian krisis sosial dan ekologis: perampasan lahan, pencemaran lingkungan, ancaman kesehatan, gangguan pendidikan, hingga kriminalisasi terhadap warga yang mempertahankan tanah dan laut mereka.

Alih-alih menjadi bagian dari pembangunan berkelanjutan, masyarakat Pulau Obi justru diposisikan sebagai korban. Sejak awal masuknya perusahaan, warga mengaku tidak pernah dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan. Mereka baru mengetahui keberadaan tambang ketika aktivitas produksi sudah berjalan.

Samsir Lawendi, warga Desa Kawasi, menegaskan bahwa masuknya PT Harita Group berlangsung tanpa persetujuan masyarakat.

“Tidak pernah ada pelibatan masyarakat secara kolektif. Kami tahu ada perusahaan setelah mereka mulai beroperasi,” ujarnya, 30 Januari 2026.

Ia juga mengungkap praktik perampasan lahan yang dibarengi intimidasi dan kriminalisasi.

“Ada lahan-lahan warga yang mereka ambil tanpa memberi tahu. Kalau warga protes, dikriminalisasi atau diintimidasi, bahkan dipenjara. Sudah ada warga kami, Pak Domingus Johannes, yang dipenjara karena mempertahankan lahannya. Sampai hari ini persoalan itu belum pernah diselesaikan,” tegas Samsir.

Selain perampasan lahan, warga Desa Kawasi kini dihadapkan pada rencana relokasi yang mereka nilai sebagai ancaman serius terhadap keberlangsungan komunitas adat. Pemerintah daerah disebut berdalih telah memiliki Perda, Pergub, dan petunjuk teknis relokasi.

“Kami berharap itu dicabut. Itu tanah adat kami dan kami hidup turun-temurun di sana,” kata Samsir.

Relokasi tersebut, menurut warga, dijalankan secara sistematis melalui berbagai sektor, salah satunya pendidikan.

Nurhayati Jumadi, warga Desa Kawasi, menilai pemindahan sekolah sebagai strategi awal pengosongan kampung.

“Politik pindah kampung dimulai dari pendidikan. SMA dan SMP sudah dipindahkan, sekarang SD juga. Anak-anak dipindahkan dulu, lalu masyarakat dipaksa ikut pindah ke Ecovillage,” ungkapnya.

Dampak tambang juga dirasakan pada kualitas air bersih yang digunakan warga sehari-hari. Nurhayati mengungkap perubahan mencolok sejak aktivitas pertambangan berlangsung.

“Dulu air kami rasanya manis. Sekarang asin. Kalau tidak dimasak dengan baik, kami sakit perut. Sejak 2021, waktu dimasak muncul gelembung seperti sabun,” ujarnya.

Pencemaran laut turut menghantam langsung kehidupan perempuan nelayan. Sarbanun Lewer menggambarkan bagaimana laut yang dulu menjadi sumber penghidupan kini berubah drastis.

“Dulu menjaring 2–3 jam bisa dapat 2–3 juta. Sekarang seharian belum tentu dapat ikan untuk makan. Laut kami sudah keruh, kuning. Jaring kami bukan putih lagi, tapi penuh lumpur,” tuturnya.

Direktur Eksekutif WALHI Maluku Utara, Faisal Ratuela, menegaskan bahwa Pulau Obi berada dalam kondisi sangat rentan akibat masifnya izin pertambangan dan laju ekstraksi. Dari luas sekitar 2.400 kilometer persegi, sebanyak 21 izin pertambangan menguasai hampir 70 persen wilayah pulau.

“Dengan kondisi seperti ini, kami tidak melihat Pulau Obi sebagai pulau yang aman. Jika ekstraksi terus dipaksakan, warga pasti akan tersingkir,” tegas Faisal.

Menurut Faisal, kasus Pulau Obi mencerminkan kegagalan negara dalam memahami karakter wilayah kepulauan.

Di pulau-pulau kecil, darat dan laut merupakan satu kesatuan ruang hidup dengan daya dukung terbatas. Pelepasan kawasan hutan, pengabaian buffer zone, serta rusaknya daerah aliran sungai (DAS) telah memicu banjir, longsor, pencemaran, dan krisis pangan.

“Industri nikel di Pulau Obi bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga secara langsung menghabisi ruang hidup, ketahanan pangan, dan keselamatan masyarakat,” pungkasnya.

Kasus ini menegaskan satu hal: ketika nikel ditempatkan sebagai komoditas strategis tanpa keadilan ekologis dan sosial, yang dikorbankan bukan hanya alam, tetapi juga manusia yang hidup dan bergantung padanya. (TR Network)

Ikuti Whatsapp Channel TROPIS di sini

Tags: Hilirisasi NikelPulau ObiTambang NikelWalhi
Redaksi Tropis

Redaksi Tropis

Related Posts

Protes Sia-sia, Raja Ampat Tak Bisa Lagi Dilindungi dari Aktivitas Tambang

Protes Sia-sia, Raja Ampat Tak Bisa Lagi Dilindungi dari Aktivitas Tambang

1 Februari 2026
0

JAKARTA – Upaya warga dan aktivis lingkungan untuk melindungi Raja Ampat dari aktivitas pertambangan nikel tampaknya berakhir sia-sia. Kementerian Energi...

5 Perusahaan Keruk Nikel di Raja Ampat, Darimana Izinnya?

5 Perusahaan Keruk Nikel di Raja Ampat, Darimana Izinnya?

9 Juni 2025
0

JAKARTA – Aktivitas penambangan nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya sejauh ini dilakukan oleh lima perusahaan yang resmi memiliki...

Indonesia Punya Potensi Besar di Bidang Industri Kelapa

Indonesia Punya Potensi Besar di Bidang Industri Kelapa

2 Mei 2025
0

JAKARTA - Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan industri kelapa dan turunannya, seiring posisinya sebagai negara dengan wilayah pesisir yang...

Pertama di Indonesia, Smelter Merah Putih Ceria Group Siap Produksi Nikel Hijau

Pertama di Indonesia, Smelter Merah Putih Ceria Group Siap Produksi Nikel Hijau

13 April 2025
0

KOLAKA — PT Ceria Nugraha Indotama (Ceria), perusahaan nasional yang bergerak di bidang pertambangan dan pengolahan nikel di Kolaka, Sulawesi...

Next Post
Asia Meledak oleh Manusia dan Kota: India Salip China, Jakarta Jadi Episentrum Urbanisasi Dunia

Asia Meledak oleh Manusia dan Kota: India Salip China, Jakarta Jadi Episentrum Urbanisasi Dunia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Dunia Butuh Investasi Besar Layanan Iklim untuk Kesehatan

Dunia Butuh Investasi Besar Layanan Iklim untuk Kesehatan

1 tahun ago
Permata Bank Gandeng WWF Luncurkan Program Konservasi Satwa di Jambi

Permata Bank Gandeng WWF Luncurkan Program Konservasi Satwa di Jambi

1 tahun ago

Popular News

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed

Connect with us

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Careers
  • Contact

© 2021 Tropis.id Member Of Asiatoday Network

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Energi
  • Iklim
  • Industri
  • Wisata
  • Konservasi
  • Riset
  • Forum
  • Ekonomi

© 2021 Tropis.id Member Of Asiatoday Network